Fujianti Utami Putri atau yang akrab disapa dengan panggilan Fuji secara jujur mengaku belum siap untuk kembali berakting lagi usai membintangi film pertamanya, Bukan Cinderella. Fuji bahkan sampai menolak banyak tawaran akting yang datang padanya lantaran takut dihujat seperti sebelumnya.
Hal ini diungkapkan oleh Fuji saat diundang menjadi bintang tamu di podcast YouTube milik Axel Matthew Thomas baru-baru ini. Axel mulanya bertanya apakah Fuji memiliki keinginan untuk menjajal akting lagi.
"Mau nggak coba jadi artis lagi?" tanya Axel.
BACA JUGA: Pak RT Rumah Tiko Terkejut dengan Sikap Ibu Eny, Ungkap Dulu Tidak Pernah Begini
Usai mendengar pernyataan tersebut, Fuji lantas mengungkapkan mengenai ketakutannya untuk terjun kembali ke dalam dunia seni peran.
Ia juga sempat menceritakan tentang pengalamannya saat membintangi film Bukan Cinderella yang berhasil membuatnya trauma. Ia mengaku mendapat banyak hujatan setelah membintangi film debutnya tersebut.
"Duh, takut dihujat. Soalnya yang film pertama dihujat banget," ungkap Fuji.
"Karena mungkin akting gue jelek, tapi iya deh kayaknya, tapi nggak tahu deh, nggak tahulah. Itu bikin trauma lho jujur," lanjutnya.
Berkat hal itu, Fuji sampai menolak banyak tawaran akting yang masuk untuk berperan dalam film hingga series.
"Jadi banyak tawaran film sama series, aku tolak semua. Bukan ditolak sih, tapi kayak 'Kak, ntar dulu ya kak. Boleh nggak sih tahun depan aja karena mentalnya belum ada nih'," terang kekasih Thariq Halilintar tersebut.
Saat film Bukan Cinderella tayang, Fuji mengatakan bahwa ia menerima banyak komentar negatif setiap harinya. Kejadian itu bahkan terus terjadi selama hampir 3 bulan lamanya.
"Soalnya gara-gara yang waktu itu tuh sempet trending. Itu kayak hampir 3 bulan tuh dikata-katain tiap hari," katanya.
Selain itu, ia juga menambahkan bahwa bukan hanya aktingnya dalam film yang dikomentari. Hal-hal lain yang tak berkaitan dengan film pun turut dibahas oleh para netizen.
BACA JUGA: Apa Pekerjaan Ferry Irawan? Adik Kandungnya Spill Kerjaannya Selama Bersama Venna Melinda
"Cuma yang dikatain bukan sekedar film itu doang, tapi kayak semua kesalahan-kesalahan bahkan sampai fitnah-fitnah gitu. 'Ah, ini mah bisa jadi pemeran utama gara-gara kakaknya meninggal' kayak gitu-gitu. Aku kesel di situ," tambah adik mendiang Bibi Ardiansyah tersebut.
Mendengar cerita Fuji, Axel merasa bahwa tindakan yang dilakukan oleh para netizen itu sudah terlalu kelewat batas. Terakhir, Fuji pun kembali menyatakan tentang rasa trauma yang dirasakannya setelah bermain dalam film perdananya.
Baca Juga
-
Kim Ji Won Sempat Diserbu di Bandara, Agensi Gercep Beri Peringatan Ini
-
Indah Permatasari Akhirnya Pamerkan Wajah Anak, Auto Curi Perhatian Publik
-
Tamara Bleszynski Curhat Sedih Tak Mau Dilupakan Sebagai Ibu, Teuku Rassya Kena Sentil
-
Thariq Lamar Aaliyah Massaid, Begini Reaksi Reza Artamevia dan Keluarga Gen Halilintar
-
Tiffany Ngaku Hampir Gagal Debut Bersama SNSD, Sosok Ini Jadi Penyelamat
Artikel Terkait
-
CEK FAKTA: Putri Delina Tikung Thariq Halilintar dari Fuji, Benarkah?
-
Fuji Mengaku Siap Bertemu Keluarga Thariq Halilintar, Jawaban Apa Adanya Panen Pujian
-
Bikin Haru, Mama Fuji Berdoa Thariq Halilintar Segera Menjadi Anaknya Selamanya
-
Berbulan-bulan Dihujat Saat Main Film Pertama, Fuji Trauma Sampai Tolak Semua Tawaran Akting
-
Fuji Lagi-lagi Dipaksa Menikah Secepatnya, Kekasih Thariq Halilintar: Stop Memaksa
Entertainment
-
Demi Piala Oscar 2027, Taiwan Tunjuk A Foggy Tale di Kategori Internasional
-
Agensi Hong Min Gi Bantah Tuduhan Aborsi Paksa, Nona A Ungkap Bukti Terbaru
-
Tayang 16 September, Han So Hee Jadi CEO Muda dalam Film The Intern
-
Susul Haechan, Semua Member NCT Dream Resmi Perpanjang Kontrak dengan SM
-
Agnez Mo Raih Posisi 6 IMDb STARmeter Berkat Perankan Lila Hoth
Terkini
-
Ijazah Masih Penting, Tapi Kenapa Dunia Kerja Hanya Melihat Portofolio?
-
Bukan Hanya Batik, Ini 5 Wastra Tradisional Indonesia Punya Makna Filosofis
-
Pelita Kecil di Kolong Langit
-
Kitab Tanbihul Ghafilin: Mengetuk Hati yang Lalai di Tengah Gemerlap Dunia
-
Loneliness in Hyper-Conectivity: Kesepian di Tengah Keterhubungan Digital