Rumah Dewi Perssuk di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, diduga dikepung oleh warga sekitar. Hal tersebut buntut dari permasalahan Dewi Perssik dengan ketua RT perihal sapi kurbannya.
Pengepungan rumah Dewi Perssik itu diketahui dari unggahan video viral yang beredar di TikTok. Dalam video tersebut, terlihat warga yang begitu ramai bersorak-sorak sembari mengepung rumah si pedangdut.
Warga juga meneriaki sambil menyoraki nama Dewi Perssik karena diklaim telah mencemarkan nama baik wilayah mereka.
"Huuu ini satu kampung ini sedang menagih pernyataan mbak DP [Dewi Perssik] soalnya udah bawa-bawa kampung ini, dan sudah mencemarkan nama baik," kata seorang ibu yang merekam video itu, dikutip dari unggahan akun TikTok @thrworldfact, Jumat (39/06/2023).
Sejumlah bapak-bapak terdengar berteriak-teriak, sementara ibu-ibu bersorak seolah meminta Dewi Perssik untuk menjelaskan maksud pernyataan si pedangdut.
Unggahan video itu langsung ramai dibanjiri beragam tanggapan di kolom komentar.
Kebanyakan warganet tampak mendukung aksi warga dan berada di pihak pak RT.
"Lagian belum mediasi cuma denger dari asistennya udah live duluan sih," tulis @in****.
"Saya tim pak RT dan warga," komentar @nur***.
"Makasih warga sudah mewakili," timpal @hen***.
"Apa aku bilang dari awal ku tim pak RT, karena jejak digital bisa kita pahami," imbuh @aul***.
Sebelumnya, Dewi Perssik sendiri mengaku sudah dipalak oleh Ketua RT Lebak Bulus 2 sebesar Rp100 juta karena titip hewan kurban miliknya.
Akan tetapi, ART Dewi Perssik menyampaikan bahwa kejadian tersebut hanyalah salah paham.
Keributan itu awalnya terjadi saat Dewi Perssik meminta tolong kepada ustaz setempat. Saat sapi hendak diantar, Dewi Perssik mengatakan bahwa ART serta pihak keamanan dibentak oleh Ketua RT tersebut.
Ia menyebut apabila ingin dibantu perihal hewan kurbannya harus membayar Rp100 juta.
"Katanya, lingkungan sini tidak butuh dan tidak kekurangan daging. Kalaupun mau dibantuin sapinya, harus bayar Rp 100 juta. Kalau nggak, sapinya mau dilepas," ucap Dewi Perssik, seperti dikutip dari Suara.com.
Baca Juga
-
Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix
-
November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan
-
Dugaan Penyadapan Ilegal Prabowo: Fakta, Pelaku, dan Misteri di Baliknya
-
Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?
-
Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026
Artikel Terkait
-
Viral Penampakan Domba Cantik dari Garut Harga Rp400 Juta, Netizen Malah Sayang: Tetap Berujung Jadi Sate
-
6 Momen Raffi Ahmad Potong 18 Hewan Kurban, Berat Sapinya Ada yang Mencapai 1,1 Ton
-
Siti Badriah dan Krisjiana Murka Ditanya soal Agama dan Kurban: Nggak Semua Lo Harus Tau!
-
Agar Awet dan Tidak Basi, Ini Tips Menyimpan Daging Kurban Dengan Aman
-
Pakai Celana Pendek Saat Potong Hewan Kurban, Ayu Ting Ting Diceramahi Netizen: Bajunya Dikondisikan
Entertainment
-
Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix
-
Netflix Umumkan Tanggal Tayang Blue Eye Samurai Season 2, Simak Sinopsisnya
-
Puncaki Chart Musik Korea, Rescene Janji Tuk Melangkah Bersama di Lagu With
-
Sinopsis Focker in-Law: Film Komedi Ariana Grande, Tayang 25 November
-
Witch on the Holy Night Dapat Adaptasi Manga, Mulai Serialisasi 11 November
Terkini
-
November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan
-
Dugaan Penyadapan Ilegal Prabowo: Fakta, Pelaku, dan Misteri di Baliknya
-
Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?
-
Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026
-
Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan