Hayuning Ratri Hapsari | Harsa Permata
Slash memainkan solo gitar ikonik dalam video klip November Rain milik Guns N' Roses. Permainan gitarnya menjadi salah satu bagian paling emosional dari lagu tersebut. (kerrang.com)
Harsa Permata

Mumpung bandnya mau konser di Jakarta bulan ini, tanggal 21 November, saya ingin mencoba membuat review beberapa lagu Guns N' Roses yang bagi saya indah dan enak didengar. Pertama, dan mudah-mudahan tidak berhenti di lagu pertama ini, lagu tersebut adalah November Rain.

Mumpung pas bulan November, yang sempat beberapa hari hujan (rain) di Jogja. Percaya atau tidak, saya benar-benar pernah mendengarkan lagu ini sendirian di dalam mobil ayah saya, melalui tape mobil beliau, ketika hujan deras mengguyur pada bulan November 1993. Pengalaman itu masih melekat dalam ingatan saya sampai sekarang. Seolah-olah, lagu ini memang punya hubungan khusus dengan bulan November dan hujan. Tiga puluh tiga tahun kemudian, setiap kali mendengarkannya, suasana itu seperti kembali hadir.

Mendengarkan lagu ini sebaiknya dikombinasikan dengan melihat video klipnya yang terkesan megah. Dibuka dengan orkestra, dan Axl Rose bernyanyi sambil memainkan piano, dengan suara growl-nya yang khas dan di lagu itu terkesan lembut.

Menurut saya, salah satu hal yang membuat lagu ini terasa istimewa adalah musiknya yang pada awalnya mengalun perlahan, dibarengi permainan piano Axl yang lembut. Musik tersebut kemudian perlahan berkembang menjadi komposisi rock yang megah, dengan satu cabikan gitar oleh Slash atau Izzy Stradlin, sepertinya. Kesan dramatis terasa lewat orkestranya, sementara suara Axl yang growl sekaligus lembut membuat lagu ini terasa semakin syahdu.

Setelah itu, lagu ini diwarnai oleh solo gitar Slash yang epik dan luar biasa di halaman sebuah gereja yang tandus. Di video klip, Slash tampak keluar dari gereja, entah gereja tempat Axl dan Stephanie Seymour menikah atau bukan, yang jelas terlihat lebih kecil.

Solo gitar Slash yang luar biasa, bagi saya, lebih dari sekadar permainan gitar biasa, melainkan sebuah ekspresi tentang kesedihan dan kegelisahan secara emosional. Melampaui kata-kata, permainan gitar Slash seperti sedang bercerita tentang suasana emosional dari lagu November Rain. Ini salah satu bagian yang paling saya ingat dari video klip November Rain.

Lagu ini juga memiliki cerita yang cukup dramatis dalam video klipnya. Stephanie Seymour, yang menjadi pasangan Axl dalam video tersebut, dikisahkan meninggal dunia. Axl terlihat sedih luar biasa. Mungkin ini yang bisa menjelaskan mengapa di awal video klip Axl terbangun sendirian dalam keadaan depresi, lalu meminum obat, dengan sebotol minuman keras (whisky?) di dekatnya.

Lagu ini kemudian ditutup dengan musik yang terdengar seperti musik horor. Ada kesan kelam dan menyedihkan yang semakin kuat menjelang akhir lagu, yang mengiringi lirik ini:

Don't ya think that you need somebody?

Don't ya think that you need someone?

Everybody needs somebody

You're not the only one

You're not the only one

Baris yang paling nancep bagi saya adalah:

So never mind the darkness, we still can find a way

'Cause nothin' lasts forever, even cold November rain.

Maknanya, dalam pandangan saya, adalah segala sesuatu itu tak ada yang abadi selamanya, termasuk dinginnya hujan di bulan November. Cinta, kebahagiaan, kesedihan, bahkan kehilangan, semuanya tidak berlangsung selamanya.

Setelah 33 tahun, saya memilih mendengarkannya lagi di bulan November ini, bertepatan dengan kehadiran band tersebut di Jakarta pada bulan ini. Lagu ini selalu berhasil membawa saya kembali ke masa ketika saya mendengarkannya di dalam mobil Kijang cokelat ayah saya, kala hujan deras turun pada sore hari menjelang maghrib.

Jujur saja, lagu ini selalu berhasil membuat saya merinding ketika mendengarkannya. Apalagi ketika mendengarkannya sambil mengingat kembali pengalaman November 1993, saat saya sendirian di dalam mobil ayah, mendengarkan lagu ini melalui tape mobil beliau, ditemani hujan deras di luar sana.

Ada satu cerita kecil yang kemudian membuat kenangan itu semakin menarik. Keesokan harinya, seingat saya, kedua orang tua saya mengeluhkan aki mobil yang habis. Mereka bahkan harus memanggil tukang aki karena mobil mogok di tengah jalan. Entah apakah ada hubungannya dengan kebiasaan saya mendengarkan musik di dalam mobil malam sebelumnya, tetapi begitulah salah satu kenangan saya bersama November Rain.