Lady Nayoan dikabarkan telah menonton video klarifikasi milik Syahnaz Sadiqah dan Jeje Govinda soal skandal perselingkuhan.
Ibu tiga anak itu lantas memberikan respons singkat saat membagikan ulang video klarifikasi tersebut ke dr. Richard Lee.
Sebagaimana diketahui, Syahnaz telah mengunggah video klarifikasi miliknya dengan sang suami pada pekan lalu.
Dalam video itu, Syahnaz mengaku menyesal dan meminta maaf kepada Jeje Govinda atas perbuatannya. Sepanjang video tersebut, Syahnaz justru tampak lebih sedikit berbicara dibandingkan dengan sang suami.
Video klarifikasi adik Raffi Ahmad itu pun rupanya sudah diketahui serta ditonton oleh Lady Nayoan. Kepada Dokter Richard Lee, Lady Nayoan hanya menyampaikan komentar singkat terkait video itu.
"Yang dia bilang ke saya, 'Akhirnya ada pengakuan kan'. Saya nonton ya pengakuan secara nggak langsung," kata Dokter Richard Lee seperti dikutip pada Minggu (16/7/2023) dilansir dari Matamata.com -- jaringan Suara.com.
Richard Lee lalu ikut mengomentaru video klarifikasi adik Raffi Ahmad itu. Menurutnya, Syahnaz mengaku menyesal lantaran aksinya telah ketahuan.
"Ada dua makna penyesalan. Satu, menyesal karena sudah terjadi. Kedua, menyesal karena ketahuan. Saya melihatnya ini lebih ke menyesal karena ketahuan ya, bukan menyesal karena terjadi," beber Richard Lee.
Di sisi lain, video klarifikasi Syahnaz itu menuai perdebatan lantaran dirinya tak minta maaf ke Lady Nayoan.
Sehubungan dnegan hal tersebut, Nanda Persada selaku orang yang terlibat dalam klarifikasi Syahnaz Sadiqah menyebutkan bahwa istri Jeje Govinda itu sengaja tak minta maaf ke Lady Nayoan.
Nanda Persada menyampaikan bahwa saat ini Syahnaz sengaja tak meminta maaf ke Lady Nayoan karena tengah memprioritaskan keluarganya.
"Prioritas pertama adalah internal keluarga, rumah tangga mereka dulu," ungkap Nanda dikutip dari unggahan akun TikTok @keluargakecildijerman01, Jumat (14/07/2023).
"Yang berikutnya adalah bagaimana menanggapi pemberitaan atau statement dari pihak lain, apakah itu harus ditanggapi atau tidak. Kalau ditanggapi apakah akan menjadi solusi, menjadi mereda, atau saling sahut-sahutan karena ego," sambungnya.
Menurutnya, apabila Syahnaz meminta maaf, maka ibu dua anak itu justru akan semakin dibanjiri cemoohan dari warganet.
"Apakah itu akan menyelesaikan masalah atau malah memperpanjang masalah... Dengan konsekuensi publik akan tetap mem-bully ya, terutama Nanas," pungkasnya.
Baca Juga
-
Petualangan Sanraku Berlanjut! Shangri-La Frontier Season 3 Tayang 2027
-
Tutorial Move On Setelah Mudik Supaya Bisa Kerja Lagi dengan Efektif
-
Close Your Eyes Siap Comeback April dengan Album Baru, Warna Musik Berbeda!
-
Beralih ke Dunia Akting, Gahyun Dreamcatcher Gunakan Nama Baru Lee Seo Yul
-
Honor MagicPad 4: Tablet Tipis Super Premium yang Siap Gantikan Laptop
Artikel Terkait
-
TERUNGKAP! Alasan Syahnaz Bikin Konten Joget-Joget yang Disebut Merayakan Kemenangan hingga Cibiran untuk Netizen
-
Syahnaz Sadiqah Bikin Konten Sindir Netizen bareng Nisya Ahmad: Tiap Tetes Air Mata Lady akan Terbayar Tunai!
-
Nisya Ahmad Ngacir saat Ditanyai Soal Syahnaz, Publik: Beraninya Joget TikTok
-
Syahnaz Dinilai Tak Tahu Malu Tetap Eksis dan Pamer Main-main di Media Sosial: Minimal Ngumpet
-
Bagai Tak Punya Harga Diri, Farhat Abbas Sebut Alasan Ini Diyakini Buat Jeje Govinda Gak Akan Pernah Ceraikan Syahnaz: Soalnya Dia Masih..
Entertainment
-
Petualangan Sanraku Berlanjut! Shangri-La Frontier Season 3 Tayang 2027
-
Close Your Eyes Siap Comeback April dengan Album Baru, Warna Musik Berbeda!
-
Beralih ke Dunia Akting, Gahyun Dreamcatcher Gunakan Nama Baru Lee Seo Yul
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
T.O.P Kolaborasi dengan Artis Ternama Dunia di Album Another Dimension
Terkini
-
Tutorial Move On Setelah Mudik Supaya Bisa Kerja Lagi dengan Efektif
-
Honor MagicPad 4: Tablet Tipis Super Premium yang Siap Gantikan Laptop
-
Narasi 'Not That Bad' Prabowo: Standar Kemajuan atau Jebakan Rasa Puas?
-
Strategi Sukses Lewati Macet Arus Balik 2026: Jangan Cuma Modal Google Maps!
-
Refleksi Lebaran: Satukan Keluarga atau Ajang Validasi Sosial?