Muhammad Adhiyat adalah pemeran Ian di film Pengabdi Setan (2017) yang telah beranjak remaja. Akting yang keren dalam film horor tersebut mengantarkan kariernya berjalan moncer di industri hiburan tanah air.
Hingga saat ini, Adhiyat telah membintangi belasan judul film layar lebar. Didominasi film drama dan horor, aktor kelahiran 2011 ini mengukuhkan namanya sebagai aktor remaja populer dan bertalenta.
Dilan Wo Ai Ni 1983, berikut ini tiga rekomendasi film drama Muhammad Adhiyat yang wajib kamu tonton.
1. Koki-Koki Cilik 2 (2019)
Koki-Koki Cilik 2 merupakan sekuel dari film Koki-Koki Cilik (2018). Film ini mengisahkan kelanjutan perjalanan alumni cooking camp.
Mereka terdiri dari Bima (Farras Fatik), Melly (Alifa Lubis), Kevin (Marcello Mahesa), Alfa (Ali Fikry), Niki (Clarice Cutie), dan Key (Romaria Simbolon).
Bima dan teman-temannya berjuang menyelamatkan lahan cooking camp dengan menggunakan kemampuan mereka dalam memasak serta mendorong Chef Grant (Ringgo Agus Rahman) untuk bangkit kembali. Keseruan mereka makin bertambah dengan kehadiran Adit (Adhiyat), koki cilik berbakat.
Konflik dimulai ketika Chef Evan (Christian Sugiono), ayah Adit, melarang anaknya memasak dengan berbagai cara, yang mana hal itu menghalangi kembali berdirinya cooking camp.
2. Titip Surat untuk Tuhan (2024)
Film ini menyorot kisah keluarga Satrio (Donny Damara) dan Utari (Marsha Timothy) yang mengalami cobaan berat.
Hidup dalam ekonomi pas-pasan, merka harus menghadapi kenyataan bahwa putri sulung mereka, Dinda (Olivia Morrison), menderita penyakit serius di kota setelah kecelakaan di sekolahnya.
Mereka berjuang keras untuk mendapatkan dana operasi demi menyelamatkan nyawa Dinda. Sementara itu, Tulus (Adhiyat), anak bungsu mereka, berjuang dengan caranya sendiri.
Tulus mencari pertolongan melalui sebuah surat kepada Tuhan sebagai ungkapan harapan untuk keluarga dan kesembuhan kakaknya.
3. Dilan Wo Ai Ni 1983 (2024)
Dilan Wo Ai Ni 1983 mengusung cerita masa SD Dilan yang diperankan Adhiyat. Dikisahkan bahwa Dilan kecil sempat tinggal selama 1,5 tahun Timor Leste untuk mengikuti ayahnya (Bucek Depp) dinas di sana sebagai tentara.
Pada tahun 1983 di Bandung, Dilan kembali bertemu dengan teman-temannya di SD tempat dulu dia sekolah. Fokus Dilan langsung teralihkan saat melihat Mei Lien (Malea Emma), gadis keturunan Tionghoa yang baru pindah dari Semarang.
Dilan yang merasakan cinta monyet pada Mei Lien membuatnya belajar bahasa Mandarin dan tertarik membaca buku yang membahas tentang China.
Adapun film kedua Adhiyat sebagai pemeran utama ini disiapkan tayang 13 Juni mendatang di bioskop.
Baca Juga
-
Alasan Serial 'Di Luar Nurul' Viral, Pemeran Utamanya Cocok Banget!
-
Perjalanan Karier Boy Group UN1TY, Kini Ganti Nama Jadi CHNCE
-
Fakta Menarik Serial 'Algojo', Arya Saloka Akting Jadi Pembunuh
-
3 Serial yang Dibintangi Arya Saloka, 'Algojo' Teranyar!
-
Ulasan Series 'Bad Guys': Saat Polisi Kerja Bareng Penjahat Lawan Penjahat
Artikel Terkait
-
Usung Genre Okultisme, Song Hye Kyo Ungkap Kesan Bintangi Film 'Dark Nuns'
-
Eksistensi Film Porno dan Dampak Negatifnya
-
Sony Pictures Konfirmasi 'Venom: The Last Dance' Jadi Penutup Franchise
-
10 Tahun Vakum, Cameron Diaz Akhirnya Kembali lewat Film Bertema Mata-Mata
-
Klarifikasi Pidi Baiq Soal Tuduhan Miring Film Dilan 1983, Mulai dari Cinta Anak SD hingga Pengelabuan Sejarah
Entertainment
-
Viral! Momen Kocak Lionel Messi Tertawa Ngakak saat Diperiksa Petugas Bandara
-
Berlatar Negeri Mongolia, Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia Tayang 4 Juli
-
Dibintangi Tyler Perry, Poster Film Why Did I Get Married Again? Dirilis
-
Dari Viral ke Layar Lebar: 4 Fakta Film Baby Udon yang Bikin Sesak
-
Park Seo Joon dan Park Hae Il Berpeluang Adu Akting di Film I Am a Firefly
Terkini
-
The Mummy Tomb of the Dragon Emperor: Plot Krusial, tapi Eksekusi Fatal
-
Bukan Kebetulan? 3 Alasan Mengapa Ramalan The Simpsons soal Final Piala Dunia 2026 Masih On The Way!
-
Review Film Enola Holmes: Pemberontakan Perempuan di Tengah Norma Sosial
-
Ulasan Cold Blooded Intern: Dilema Perempuan antara Karier dan Keluarga
-
Lagu 'Lalaki Langit' Bupati Purwakarta, Potret Seksisme yang Dinormalisasi