Mengangkat sisi gelap dalam industri hiburan memang bukanlah konsep baru di dunia manga, tetapi seri Oshi no Ko memberikan sentuhan unik dengan menggabungkan tema reinkarnasi dan misi mengejar sosok pembunuh.
Walau kabar tentang kemungkinan tamatnya manga ini membuat penggemar merasa sedih, kalian tak perlu khawatir karena masih banyak pilihan manga lainnya dengan tema serupa yang bisa dinikmati. Yuk, simak 3 rekomendasi manga berikut ini.
1. Skip Beat!
Skip Beat! karya Yoshiki Nakamura menceritakan tentang Kyoko Mogami, seorang gadis yang mendapati dirinya dimanfaatkan oleh teman masa kecil yang ia cintai. Teman tersebut hanya ingin memanfaatkan Kyoko demi mengejar kesuksesan di dunia hiburan dan hidup nyaman.
Kyoko mau tak mau harus menghadapi kenyataan pahit ini dan bertekad untuk menjadi bintang yang lebih besar di industri hiburan sebagai bentuk pembalasan.
Manga ini mengeksplorasi kerasnya persaingan di dunia hiburan, pengkhianatan, dan tetap bertahan meski segala sesuatunya tampak sulit. Baik Oshi no Ko maupun Skip Beat! mengusung tema yang mirip, namun Skip Beat! disajikan dengan nuansa yang lebih ringan.
2. Kasane
Kasane mengambil premis dari Oshi no Ko dan membawanya ke arah yang lebih gelap dengan menggabungkan tema perundungan, balas dendam, dan keadilan karma.
Kasane Fuchi, putri dari aktris legendaris Sukeyo yang sudah meninggal, memulai aksi balas dendam terhadap orang-orang yang telah menindasnya. Namun seiring berjalannya waktu, perjalanan ini berubah menjadi kecemburuan, rasa tidak aman, dan ambisi yang tak terkendali demi mengejar kesuksesan dalam kariernya.
Kasane mengungkap dualitas dalam industri hiburan—gemerlapnya yang memikat sekaligus sisi gelapnya yang busuk, serta bagaimana siklus trauma dan kekerasan terus berlanjut kecuali ada yang berani menghentikannya.
Manga karya Daruma Matsuura ini akan membuat para pecinta misteri terus penasaran, terutama dengan kemampuan Kasane yang bisa mengadopsi atribut orang lain dengan bantuan lipstik peninggalan ibunya. Bagi penggemar Oshi no Ko, Kasane pasti akan menjadi bacaan yang menarik.
3. Phantom of the Idol
Phantom of the Idol mengisahkan perjalanan Yuya Niyodo, seorang idola dari grup Zings yang dikenal karena sikapnya yang malas dan kurang bersemangat di panggung. Hal inilah yang membuatnya tidak begitu disukai banyak orang.
Suatu hari, ia bertemu dengan arwah Asahi Mogami, seorang mantan idola yang meninggal sebelum sempat meraih mimpinya. Mereka membuat kesepakatan: Asahi akan mengambil alih tubuh Yuya saat tampil.
Sementara Yuya bisa bersantai dan tak perlu repot tampil dengan semangat yang dipaksakan. Namun keadaan mulai kacau ketika penonton mulai curiga bahwa Yuya hanya meniru gaya Asahi demi popularitas.
Meski dikemas dengan humor, Phantom of the Idol secara implisit menggambarkan betapa keras dan tak terduganya dunia industri idola, serta bagaimana tekanan dari para penggemar bisa memengaruhi kehidupan seseorang.
Baca Juga
-
Baru Mulai Syuting, Helena Bonham Carter Mundur dari The White Lotus S4
-
Park Chan-wook Umumkan Proyek Film Baru, Gandeng Aktor dan Aktris Ternama
-
Battlefield Diangkat ke Layar Lebar, Michael B. Jordan Gabung Jadi Produser
-
Perdana Tayang, Film Michael Raup 39,5 Juta Dolar di Box Office Domestik
-
Syuting Serial Virgin River Season 8 Resmi Dimulai, Ini Bocoran Ceritanya
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sukses Besar, Emily in Paris Resmi Berakhir di Season 6
-
Banyumas Bangga! Makanan Khasnya: Mendoan, Difilmkan dalam Polifoni Mendoan
-
Tayang Juli, Film Anime Crayon Shin-chan ke-33 Ungkap 7 Pengisi Suara Yokai
-
Manga Horor Junji Ito, The Long Hair in the Attic Siap Diangkat Jadi Film Live Action
-
Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkap Pemenang Crunchyroll Anime Awards 2026
Terkini
-
The Murder on the Links: Misteri Hercule Poirot yang Penuh Twist dan Tipuan
-
25 Tahun Berdiri, Apa Rahasia Komunitas Indo Harry Potter Tetap Eksis di Era Gen Z?
-
Review Signal: Drama Korea Crime-Thriller Legendaris yang Masih Eksis hingga Kini
-
Bye Kulit Kusam Akibat Polusi! 4 Low pH Facial Wash Niacinamide Rp20 Ribuan
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban