Kenal Laura Anna Edelényi? Dia dikenal luas di media sosial karena keberanian dan semangatnya dalam menghadapi ‘spinal cord injury’ yang dialaminya akibat kecelakaan. Laura Anna Edelényi pun jadi lebih dikenal atas keteguhan mental dan kemampuannya untuk tetap positif meskipun harus hidup dengan kondisi menyedihkan itu.
Keberanian Laura saat berjuang melawan trauma fisik dan emosional, serta upayanya dalam mencari keadilan, menjadikannya sangat menarik difilmkan. Jika kamu masih asing tentangnya, mulailah cari tahu tentang dirinya.
Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo, seharusnya dapat mengangkat berbagai aspek kehidupan Laura, termasuk menggambarkan perjuangannya saat sakit dan upayanya untuk mendapatkan keadilan setelah kecelakaan yang mengubah hidupnya.
Satu elemen paling penting dari kisah nyata Laura, yaitu: Perjuangannya melawan sang mantan kekasih, Gaga Muhammad, yang dianggap bertanggung jawab atas kecelakaannya. Perjuangan hukum Laura, pada akhirnya berbuah vonis 4,5 tahun penjara bagi Gaga. Momen perjuangan hukum merupakan bagian krusial dari cerita, yang ‘seharusnya’ juga ditonjolkan dalam film. Jadi nggak cuma menggambarkan ketangguhannya sebagai penderita ‘spinal cord injury’, tapi akan lebih emosional lagi, bila filmnya nanti sungguh-sungguh memperlihatkan perjuangan Laura di pengadilan.
Film Laura pun, seharusnya nggak hanya menyajikan drama dan tragedinya semata. Ya, dalam mengadaptasi kisah nyata ke layar lebar, tantangan utama bagi tim produksi adalah memastikan bahwa penggambaran Laura dan peristiwa-peristiwa seputar hidupnya dilakukan dengan keakuratan dan penghormatan yang layak. Ini termasuk menangkap nuansa emosional dari perjalanan Laura, serta menghidupkan kembali perjuangannya dalam bentuk yang dapat diterima dan dipahami oleh penonton. Maka dari itu, sangat penting ‘bagi semua orang yang terlibat dalam proses kreatif pembuatan filmnya’, mengutamakan kepekaan ketimbang ambisi.
Berdasarkan trailer dan poster yang telah dirilis, yang juga mencuri perhatian itu. Film Laura tampaknya juga akan memanfaatkan elemen media sosial untuk menunjukkan bagaimana Laura membagikan kisah hidupnya kepada publik. Tentu saja hal demikian akan menjadi alat narasi yang efektif untuk menunjukkan kedekatan Laura dengan pengikutnya, dan bagaimana dukungan dari publik berperan dalam perjalanannya.
Kemudian, Amanda Rawles, yang berperan sebagai Laura, kendatipun penilaian akhir ada pada ketika setelah kita nonton filmnya, tapi dari berbagai cuplikan singkat yang beredar, tampaknya Amanda ‘akan’ berhasil memberikan penampilan yang cukup mendekati kehidupan sang selebgram.
Okelah. Spekulasi ini ada untuk Film Laura, yang mana sebagai kisah nyata, banyak yang berharap, filmnya nggak hanya akan menjadi tontonan yang menghibur, tapi juga sebagai bentuk penghormatan yang layak terhadap sosok Laura Anna Edelényi. Film Laura akan tayang pada 12 September 2024 di seluruh bioskop kesayanganmu. Mari kita tunggu filmnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Liga Film Lebaran Geger! 'Pabrik Gula' Tak Terbendung, Norma Terpeleset?
-
A Minecraft Movie: Masuk Dunia Game di Hari Lebaran, Wuih Seru!
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
Review Norma - Antara Mertua dan Menantu: Film Selingkuh Menariknya Apa?
Artikel Terkait
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
5 Film yang Tayang Lebaran Bersaing Ketat, Pabrik Gula Masih Memimpin
-
Liga Film Lebaran Geger! 'Pabrik Gula' Tak Terbendung, Norma Terpeleset?
-
Ulasan Film Paddington in Peru: Petualangan Seru si Beruang Cokelat!
-
4 Fakta SimpleMan, Penulis Cerita Horor Misterius Film Pabrik Gula
Entertainment
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Liga Film Lebaran Geger! 'Pabrik Gula' Tak Terbendung, Norma Terpeleset?
-
Ada LANY hingga Hearts2Hearts, LaLaLa Festival 2025 Umumkan Daftar Lineup
-
Ada Romcom Hingga Fantasi, 8 Drama Korea yang Tayang di Bulan April
-
Kai EXO 'Adult Swim', Menyelam dalam Perasaan Cinta Tanpa Rasa Takut
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Sate Padang Bundo Kanduang, Rasa Asli Minangkabau yang Menggoda Selera