Diperlihatkan sebagai seorang dokter keji dalam anime Boku no Hero Academia, Dr. Kyudai Garaki atau yang juga dikenal sebagai Daruma Ujiko bertanggung jawab atas terciptanya Nomus dan monster lainnya.
Sebagai anggota setia League of Villains, dia berperan penting dalam kelangsungan hidup All for One dan Tomura Shigaraki.
Berkat keahliannya yang amat mumpuni dalam genetika dan bioteknologi, Dr. Kyudai mampu menciptakan Nomus yang kemudian menjadi pendukung League of Villains. Dia juga berperan penting dalam duplikasi quirk yang telah berhasil dia pelajari selama penelitian gelapnya.
Bahkan, dia bertanggung jawab untuk mereplikasi dan menciptakan peluru penghancur quirk yang mampu mengakibatkan penghapusan quirk.
1. Alasan Dr. Kyudai dianggap sebagai dokter terburuk
Diperlihatkan sebagai seorang pria tua bertubuh pendek dan botak, Dr. Kyudai memang tak terlihat seperti penjahat pada umumnya. Selain dikenal sebagai penjahat, dia juga menjabat sebagai ketua Jaku General Hospital. Dia mendirikan rumah sakit tersebut sebagai upaya pengalihan. Dengan begitu, dia dapat menggunakan laboratorium rahasia yang ada di dalam rumah sakit tersebut untuk menjalankan rencana jahatnya.
Laboratorium rahasia Jaku General Hospital merupakan lokasi Dr. Kyudai menahan Tomura untuk meningkatkan kekuatan fisik dan mentransfer quirk All for One kepada laki-laki itu. Dia juga menggunakan tempat tersebut sebagai lokasi di mana dia mengoperasi mayat Oboro Shirakumo, mengubahnya menjadi Kurogiri. Tak sampai di situ, dia memanfaatkan tempat tersebut sebagai lokasi untuk menculit mayat-mayat, lalu mengubahnya menjadi Nomus.
2. Quirk dan pengetahuan Dr Kyudai
Dr. Kyudai adalah seorang ahli dalam bidang quirk. Dia sangat memahami cara kerja quirk dibandingkan siapa pun. Karena pengetahuannya yang luas terhadap quirk, dia mampu menduplikasi beberapa quirk dan menanamkannya ke Nomus sehingga membuatnya menjadi sangat kuat.
Dia juga mampu menduplikasi dan mentransfer kekuatan All for One ke Tomura, bahkan memodifikasi tubuh pemimpin League of Villains untuk mengatasi kekuatan All for One. Dia juga dapat mereplikasi dan mengembangkan peluru penghancur quirk yang mengandung serum yang dapat meniadakan quirk seseorang.
Meskipun telah berusia kurang lebih seratus dua puluh tahun, Dr. Kyudai tak tampak setua yang seharusnya. Hal itu disebabkan oleh Life Force Quirk miliknya, yang memberinya kemampuan untuk memperpanjang umur dan membuat penampilannya lebih muda dari yang seharusnya.
Untuk itu, dia bisa melangsungkan rencana jahatnya dan mendukung All for One dalam waktu yang cukup lama. Ditinjau dari semua yang telah dilakukannya, tak heran dia dianggap sebagai aset berharga League of Villains.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
5 Anime Politik Terbaik Sepanjang Masa Patut Ditonton Sekali Seumur Hidup
-
3 Hunter Cewek Terkuat di Anime Solo Leveling, Badass Abis!
-
5 Rekomendasi Manga Romance Era 80 yang Patut Dibaca, Tak Kalah Menarik dengan Karya Baru!
-
5 Legenda Pengguna Buah Iblis Terkuat di One Piece yang Telah Tiada
-
5 Anime Hidden Gem yang Cocok Ditonton Pemula, Dijamin Bikin Candu!
Artikel Terkait
-
Anime Solo Leveling: Teori di Balik Sung Jin-Woo Mampu Mengerti Bahasa Monster
-
PUBG Skin Imut Frieren, Sudah Bisa Didapatkan di Versi Global?
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper
-
3 Rekomendasi Anime yang Cocok Ditonton Penggemar Solo Leveling
-
Review Anime Solo Leveling Season 2, Sung Jin-Woo Semakin Overpower
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?