Siapa bilang film hits harus mengandalkan budget bernilai fantastis? Dalam dunia perfilman, ide, kreativitas, dan eksekusi sering kali lebih menentukan ketimbang besarnya anggaran.
Faktanya, ada banyak film berbiaya rendah yang justru meraup keuntungan dan bahkan menjadi ikon di genre masing-masing. Berikut lima film dengan biaya produksi minim yang sukses besar di layar lebar.
1. The Terminator
Siapa sangka The Terminator yang dibintangi Arnold Schwarzenegger diproduksi dengan biaya hanya $6,4 juta?
Film ini menerapkan berbagai trik cerdas, mulai dari penggunaan miniatur sebagai pengganti CGI, pemilihan loting yang minimal, hingga mengandalkan musik sintetis untuk soundtrack-nya.
Hasilnya, film ini justru meledak di pasaran dan meraup lebih dari $78 juta di box office.
The Terminator mengisahkan seorang cyborg (Arnold Schwarzenegger) dari masa depan pasca-apokaliptik, di mana mesin telah menguasai dunia, dikirim kembali ke tahun 1984 di Los Angeles.
Misinya adalah membunuh Sarah Connor (Linda Hamilton), wanita yang kelak akan menjadi ibu dari pemimpin perlawanan di masa depan.
Seorang prajurit bernama Kyle Reese (Michael Biehn) juga dikirim kembali, namun untuk mencegah Terminator menyelesaikan misinya.
Reese harus melindungi Sarah agar d bisa melahirkan anaknya yang nantinya akan memimpin perjuangan melawan mesin-mesin yang menguasai dunia.
2. Get Out
Get Out menjadi salah satu film horor paling menguntungkan. Dengan budget hanya sekitar $4,5 juta, film ini sukses meraup lebih dari $255 juta di box office.
Keberhasilannya tidak bergantung pada adegan aksi penuh CGI yang mahal, melainkan pada horor psikologis dan nuansa menegangkan yang dibangun secara cermat.
Latar utamanya hanya berupa sebuah rumah di pinggiran kota, sementara musik latar yang sederhana namun efektif turut membantu menjaga efisiensi biaya produksi.
Keunggulan film ini diakui dengan kemenangan di kategori Best Original Screenplay pada ajang bergengsi Oscar.
Get Out berkisah tentang Chris (Daniel Kaluuya) yang telah menjalin hubungan selama lima bulan dengan Rose (Allison Williams). Kini, ia bersiap untuk bertemu keluarga sang kekasih untuk pertama kalinya.
Ayah Rose, Dean (Bradley Whitford) serta ibunya, Missy (Catherine Keener) berusaha membuat Chris merasa diterima.
Namun sebagai orang kulit putih yang baru pertama kali bertemu pacar kulit hitam putri mereka, upaya mereka yang berlebihan justru terasa canggung.
Para pekerja rumah tangga kulit hitam di rumah itu berperilaku aneh, sementara sebuah pesta mendadak yang dipenuhi tamu-tamu kaya berkulit putih semakin memperkuat atmosfer yang tidak wajar.
Apakah semua yang dirasakan Chris hanyalah imajinasinya, atau ada sesuatu yang jauh lebih mengerikan sedang terjadi?
3. Mad Max
Sulit dipercaya bahwa Mad Max (1979) dibuat dengan anggaran hanya $350 ribu dan meraup keuntungan lebih dari $100 juta di seluruh dunia.
Dibintangi oleh Mel Gibson, film ini memangkas biaya produksi dengan membayar aktor dalam jumlah minim. Alih-alih menggunakan efek CGI yang mahal, film ini menampilkan adegan kecelakaan mobil sungguhan.
Banyak kendaraan yang digunakan dalam film ini berasal dari tempat rongsokan, sementara kostumnya adalah pakaian kulit bekas.
Kisah Mad Max bermula saat Nightrider (Vincent Gil) mencuri mobil polisi dan memicu aksi kejar-kejaran berkecepatan tinggi dengan pasukan penegak hukum futuristik di pedalaman Australia.
Pada akhirnya, ia berhasil dihentikan oleh polisi terbaik, Max (Mel Gibson). Kematian Nightrider membuat gerombolan pengendara motor sadis yang dipimpin oleh Toecutter (Hugh Keays-Byrne) murka dan bersumpah untuk membalas dendam pada Max.
Demi melindungi keluarganya, Max membawa istri (Joanne Samuel) dan putranya yang masih kecil (Brendan Heath) bersembunyi di pesisir.
Namun geng brutal tersebut tetap memburu mereka. Jika ingin keluarganya selamat, Max harus menghadapi mereka.
4. Insidious
Film horor Insidious yang meraup lebih dari $99 juta di seluruh dunia dibuat dengan anggaran yang sangat kecil, yakni hanya $1,5 juta.
Sebagian besar penghematan biaya film ini berasal dari pemilihan lokasi syuting, karena sebagian besar adegan berlangsung di dalam sebuah rumah.
Disutradarai oleh James Wan, Insidious berhasil bertahan lama di bioskop berkat ulasan positif dan rekomendasi penonton.
Dalam film Insidious, dikisahkan keluarga Lambert yang baru saja pindah ke rumah baru mulai merasakan keanehan.
Buku dan kotak bergerak tanpa sebab yang jelas, sementara suara-suara aneh terus terdengar dari loteng.
Tak lama setelah itu, anak mereka, Dalton (Ty Simpkins), terjatuh dalam koma misterius, dan Renai (Rose Byrne), sang ibu, mulai mengalami penglihatan menakutkan.
Josh (Patrick Wilson), sang ayah, memutuskan untuk segera pindah dari rumah yang tampaknya dihantui. Namun, kejadian-kejadian aneh tak berhenti begitu saja.
Saat ibu Josh (Barbara Hershey) meminta bantuan seorang paranormal (Lin Shaye), terungkap bahwa bukan rumahnya yang berhantu, melainkan Dalton yang menjadi sasaran.
Untuk menyelamatkannya, seseorang harus memasuki The Further (dunia lain yang penuh bahaya) dan berusaha membawa Dalton kembali sebelum terlambat.
5. Annabelle
Meski dibuat dengan anggaran rendah sebesar $6,5 juta, Annabelle berhasil meraup lebih dari $257 juta dengan menarik perhatian audiens yang sudah terbangun dari seri The Conjuring.
Annabelle sebagian besar hanya mengambil lokasi syuting di satu apartemen sehingga biaya produksinya tetap rendah. Film ini juga memanfaatkan momentum musim Halloween dengan dirilis pada bulan Oktober.
Kisah Annabelle berlatar sebelum peristiwa dalam The Conjuring. Pada akhir 1960-an, pasangan muda Mia (Annabelle Wallis) dan John (Ward Horton) tengah menantikan kelahiran anak pertama mereka.
Sebagai hadiah, John memberikan Mia sebuah boneka menyeramkan untuk koleksinya.
Sementara itu, berita tentang pembantaian Keluarga Manson terpampang di televisi, dan tak lama kemudian, dua orang pembunuh menerobos masuk ke rumah mereka.
Saat John berusaha melawan, Mia terluka akibat tusukan, dan boneka Annabelle terlibat dalam kekacauan itu. Tak lama setelahnya, kejadian-kejadian mengerikan mulai terjadi.
Setelah bayi mereka lahir, pasangan ini pindah ke apartemen baru, tetapi gangguan mistis terus berlanjut, berubah menjadi teror yang semakin nyata dengan kehadiran sosok iblis.
Dengan bantuan seorang pemilik toko buku (Alfre Woodard), Mia menyadari bahwa boneka tersebut tidak akan berhenti hingga berhasil merasuki jiwa manusia.
Baca Juga
-
Gak Kalah Seru! Inilah 3 Rekomendasi Film Action Era 90-an yang Underrated
-
5 Rekomendasi Anime Berlatar Sekolah Sihir dengan Kisah Magis yang Seru
-
Menghebohkan, Inilah 5 Film yang Mengangkat Kontroversi di Dunia Nyata
-
The Irregular at Magic High School Rampungkan Arc Masaki Ichiju April 2025
-
Petualangan Subaru Berlanjut, Anime Re:Zero Season 4 Resmi Diumumkan
Artikel Terkait
-
Sinopsis Film Streaming, Mengulas Kasus Kriminal yang Belum Terpecahkan
-
Review Film Twisters: Lebih Bagus dari yang Pertama atau Cuma Nostalgia?
-
Review Film 'Pabrik Gula': Teror Mistis di Balik Industri Gula Kolonial
-
Ulasan Film Split: Memahami Gangguan Kepribadian Ganda (DID)
-
Review Film High Rollers: Antara Cinta dan Misi Mustahil di Meja Perjudian
Entertainment
-
Rilis Foto Pembacaan Naskah, Ini 5 Pemeran Drama Labor Attorney Noh Moo Jin
-
Sinopsis Film Streaming, Mengulas Kasus Kriminal yang Belum Terpecahkan
-
Selamat! Ten NCT Raih Trofi Pertama Lagu Stunner di Program Musik The Show
-
Catat Tanggalnya! Kai EXO Bagikan Jadwal Teaser Comeback Album 'Wait On Me'
-
Kim Soo-hyun Gugat Ganti Rugi Rp135 Miliar kepada Keluarga Kim Sae-ron
Terkini
-
Antara Doa dan Pintu yang Tertutup: Memahami Sajak Joko Pinurbo
-
Review Komang: Menelusuri Cinta Raim dan Komang yang Bikin Baper
-
Review Anime Mob Psycho 100 Season 2, Kekuatan Esper Bukanlah Segalanya
-
Ulasan Buku Terapi Luka Batin: Menemukan Kembali Diri Kita yang Belum Utuh
-
Dilema Tristan Gooijer: PSSI Ngebet Naturalisasi, tetapi Sang Pemain Cedera