Dewan direksi Warner Bros. Discovery menolak tawaran Paramount Skydance untuk membeli studio tersebut dengan harga US$108 miliar, meski ditawar jauh lebih tinggi dari tawaran Netflix yang bernilai US$72 miliar.
WBD mengungkapkan bahwa ia tetap berkomitmen dengan kesepakatan mereka dengan Netflix yang akan mengakuisisi studio Warner Bros., HBO, dan HBO Max dengan nilai US$27,75 per saham.
Akuisisi tersebut akan terjadi setelah adanya pemisahan Discovery Global oleh WBD yang akan berlangsung pada kuartal ketiga pada 2026, yang juga terdiri dari jaringan televisi perusahaan tersebut.
"Dewan direksi sudah dengan suara bulat menetapkan bahwa penawaran tender yang dikeluarkan oleh Paramount Skydance ('PSKY') pada tanggal 8 Desember 2025, bukan menjadi tawaran yang terbaik bagi WBD," ungkap pernyataan WBD.
"Dan para pemegang sahamnya tidak memenuhi kriteria 'Proposal Unggul' jika melihat pada ketentuan perjanjian merger WBD dengan Netflix yang disampaikan ke publik pada tanggal 5 Desember 2025."
Dalam pernyataan yang sama, seperti dilansir oleh laporan Variety pada Rabu (17/12), dewan direksi WBD bahkan "merekomendasikan kepada para pemegang saham WBD untuk langsung menolak tawaran dari PSKY."
"Ketentuan merger dengan Netflix jauh lebih unggul. Tawaran PSKY memberikan nilai yang tidak sepadan dan bisa memicu banyak risiko serta biaya yang signifikan bagi WBD," sebut dewan direksi Warner Bros. Discovery dalam surat kepada para pemegang saham.
Situasi mengenai ketidakpastian komitmen dukungan dari keluarga taipan tersebut lah yang memicu dewan direksi Warner Bros. Discovery menganggap bahwa penawaran dari Paramount Skydance "tidak setara dengan risiko dan biaya signifikan yang dijatuhkan kepada pemegang saham kami".
"Penawaran ini sekali lagi gagal untuk menyelesaikan kekhawatiran utama yang sudah secara konsisten kami berikan kepada Paramount selama keterlibatan dan peninjauan ekstensif kami mengenai enam proposal mereka sebelumnya," ungkap dewan direksi WBD lagi.
"Kami percaya bahwa penggabungan antara kami dengan Netflix akan mewakili nilai yang lebih unggul dan lebih pasti untuk para pemegang saham kami dan kami ingin dapat mewujudkan manfaat lainnya yang jauh lebih menarik dari penggabungan kami," lanjut mereka dalam wawancara tersebut.
Baca Juga
-
Tolak Naikkan Gaji Ryan Gosling, Film Barbie 2 Terancam Batal Produksi
-
5 Rekomendasi Drama China Tayang Agustus 2026: Dari Romansa Modern hingga Costume Drama
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Bertabur Bintang, The Odyssey Taklukkan Box Office dengan Raup Rp11 Triliun
-
Ungguli IU, Lee Min-ho Jadi Artis Korea Favorit Selama 13 Tahun Beruntun
Artikel Terkait
-
Kelangsungan Usaha Tidak Jelas, Saham Toba Pulp Lestari (INRU) Digembok BEI Usai Titah Prabowo
-
Sinopsis Last Samurai Standing, Upaya Keras Selamatkan Keluarga
-
IHSG Berbalik Perkasa di Kamis Pagi ke Level 8.700
-
Review Film Wake Up Dead Man - A Knives Out Mystery: Deduksi di Antara Iman
-
Kaleidoskop 2025: 7 Drama Korea Original Netflix dengan Cerita Paling Kuat
Entertainment
-
Kim Woo Bin Didapuk jadi Pelatih Tim Bisbol dalam Drama Baru Berjudul Gift
-
Usai Michael, Jaafar Jackson Bakal Main Film Supermax Bareng Will Smith
-
Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?
-
J.C. STAFF Garap Anime Wound & Bandage, Romcom Putri Yakuza dan Pengasuhnya
-
A Love Other Than Yours Rilis Still Cuts Perdana, Ada Bau-Bau Sad Ending?
Terkini
-
Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?
-
3 Peeling Gel untuk Cerahkan Wajah Kusam: Formula Lembut, Minim Iritasi!
-
Polemik Biaya Makan Pejabat: MBG untuk Rakyat, Jamuan Mewah untuk Pejabat?
-
Ulasan Dan Hujan Pun Berhenti: Kisah Kelam tentang Luka, Depresi, dan Harapan
-
From Cat Stevens to Yusuf Islam: Saat Ketenaran Tak Lagi Cukup Mengisi Jiwa