Nama Cha Eun Woo kembali menjadi sorotan publik setelah aktor sekaligus penyanyi tersebut menghadapi tudingan penghindaran pajak dengan nilai yang dilaporkan mencapai sekitar 20 miliar won Korea, atau setara kurang lebih Rp 232 miliar. Di tengah situasi sensitif ini, dukungan terbuka dari aktris Korea-Amerika Arden Cho justru memicu perdebatan baru di kalangan warganet, terutama di Korea Selatan.
Kontroversi bermula ketika Cha Eun Woo mengunggah pernyataan panjang di Instagram pribadinya pada 26 Januari. Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada publik serta refleksi pribadinya sebagai warga negara Korea Selatan.
Cha Eun Woo menegaskan bahwa dirinya tengah merenungkan apakah selama ini ia sudah cukup ketat dalam menjalankan kewajiban perpajakan. Ia juga menepis dugaan bahwa pendaftaran wajib militernya dilakukan untuk menghindari penyelidikan pajak, dengan menjelaskan bahwa pada tahun lalu ia sudah tidak dapat lagi menunda kewajiban militer meski proses investigasi pajak belum rampung.
Dalam pernyataannya, Cha Eun Woo menyampaikan kesediaannya untuk bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas pajak dan menerima keputusan akhir dari pihak berwenang dengan penuh tanggung jawab. Ia bahkan menuliskan bahwa apabila tidak sedang bertugas sebagai prajurit, ia ingin secara langsung menemui dan meminta maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan.
Tak lama setelah unggahan tersebut dipublikasikan, Arden Cho meninggalkan komentar singkat namun penuh dukungan di kolom komentar Instagram Cha Eun Woo. Aktris yang dikenal sebagai pengisi suara karakter Rumi dalam animasi populer Netflix K-Pop Demon Hunters itu menulis, "Always supporting you dongsaeng, Hwaiting!" Dukungan tersebut sontak menarik perhatian, mengingat situasi Cha Eun Woo tengah berada dalam pusaran kritik publik.
Reaksi publik pun terbelah. Sejumlah penggemar internasional menyambut positif komentar Arden Cho dan menganggapnya sebagai bentuk dukungan personal antar rekan kerja. Namun, respons dari warganet Korea cenderung lebih keras.
Banyak yang menilai waktu penyampaian dukungan tersebut tidak tepat dan terkesan tidak peka terhadap sentimen sosial di Korea Selatan. Beberapa komentar menyebut Arden Cho "tidak membaca situasi" dan menyarankan agar ia lebih berhati-hati, mengingat isu pajak merupakan persoalan sensitif yang menyangkut tanggung jawab publik figur.
Skala tudingan terhadap Cha Eun Woo turut memperbesar reaksi negatif tersebut. Menurut laporan, Kantor Pajak Regional Seoul melakukan pemeriksaan pajak intensif pada paruh pertama 2025 dan kemudian memberi tahu Cha Eun Woo mengenai penilaian pajak tambahan senilai sekitar 20 miliar won. Angka ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar yang pernah dikenakan kepada figur publik di industri hiburan Korea.
Otoritas pajak menduga adanya upaya pengurangan beban pajak dengan memanfaatkan perusahaan yang didirikan oleh ibu Cha Eun Woo, sehingga dapat menggunakan tarif pajak korporasi yang lebih rendah dibandingkan pajak penghasilan pribadi.
Agensi Cha Eun Woo, Fantagio, membantah tudingan tersebut. Mereka menyatakan bahwa inti persoalan terletak pada apakah perusahaan yang didirikan oleh ibunya dapat dikategorikan sebagai entitas pajak substantif. Fantagio juga menegaskan bahwa kasus ini belum mencapai keputusan final dan belum ada pemberitahuan resmi yang bersifat mengikat.
Di sisi lain, hubungan Arden Cho dan Cha Eun Woo diketahui cukup dekat secara profesional. Keduanya pernah berkolaborasi dalam proyek musik terkait K-Pop Demon Hunters, termasuk membawakan lagu duet Free dari OST animasi tersebut. Arden Cho juga sempat mengunggah pesan dukungan untuk Cha Eun Woo menjelang pendaftarannya ke wajib militer pada tahun sebelumnya, berharap bisa kembali bertemu dengannya di proyek internasional setelah masa dinas berakhir.
Baca Juga
-
Penulis Novel Misteri Keigo Higashino Wafat, Karya Terakhir Siap Rilis 2026
-
Marvel Gandeng Kadokawa, Hadirkan Manga Baru Spider-Man hingga Punisher
-
Netflix Buka Suara soal Rumor Produksi Season 2 Drakor Teach You a Lesson
-
Film Live-Action Wandance Ungkap 4 Karakter Baru, Tayang November 2026
-
Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027
Artikel Terkait
Entertainment
-
Ditinggal Pergi Selamanya, Amanda Seyfried Kenang Momen Bersama Anabul
-
Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83
-
Penulis Novel Misteri Keigo Higashino Wafat, Karya Terakhir Siap Rilis 2026
-
Sinopsis Children of Blood and Bone, Film Adaptasi Novel Laris Tayang 2027
-
Marvel Gandeng Kadokawa, Hadirkan Manga Baru Spider-Man hingga Punisher
Terkini
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
Magang Berkepanjangan: Bekal Karier atau Bentuk Eksploitasi Anak Muda?
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum