Lintang Siltya Utami | Ernik Budi R.
Battle of Fates (Allkop)
Ernik Budi R.

Program realitas terbaru dari Disney+, yang berjudul Battle of Fates saat ini tengah menjadi sorotan publik setelah salah satu segmennya menuai kontroversi. Dilansir Allkpop pada Rabu (18/2/2026), acara tersebut dikritik karena menayangkan misi ramalan yang melibatkan seorang petugas pemadam kebakaran yang gugur saat bertugas. Perdebatan pun muncul mengenai apakah pihak keluarga telah memberikan persetujuan yang layak atas penayangan tersebut.

Kronologi Kontroversi Battle Of Fates

Sementara isu ini mencuat, pada 17 Februari, perwakilan dari Battle of Fates menyampaikan pernyataan kepada media bahwa produksi telah memperoleh persetujuan dari keluarga yang berduka untuk episode terkait.

Namun, mereka juga menambahkan bahwa detail lebih lanjut saat ini masih dikonfirmasi bersama perusahaan produksi. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kritik publik di media sosial.

Battle of Fates sendiri merupakan program bergaya survival yang menghadirkan 49 peramal dari berbagai latar belakang, mulai dari dukun, pembaca tarot, praktisi saju, hingga ahli fisiognomi. Para peserta bersaing melalui beragam misi untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca nasib dan menganalisis peristiwa.

Kontroversi berpusat pada Episode 2 yang menampilkan misi bertajuk “Tebak Penyebab Kematian.” Dalam segmen tersebut, para kontestan diberikan sejumlah petunjuk, termasuk foto almarhum, waktu lahir, dan waktu kematian, lalu diminta menyimpulkan penyebab wafatnya berdasarkan pembacaan mereka.

Siaran tersebut merujuk pada mendiang Sersan Pemadam Kebakaran Kim Cheol Hong, yang gugur saat bertugas dalam kebakaran Hongje-dong tahun 2001 di Distrik Seodaemun, Seoul. Dalam tayangan, beberapa peserta berspekulasi mengenai kemungkinan penyebab kematian, seperti kebakaran hebat, runtuhnya struktur bangunan, atau cedera akibat tertimpa puing, sembari mengaitkannya dengan hasil pembacaan saju maupun intuisi spiritual mereka.

Setelah episode tersebut dirilis, potongan video segmen itu dengan cepat menyebar di berbagai platform daring. Banyak warganet menyuarakan ketidakpuasan mereka, mempertanyakan etika produksi yang dianggap menjadikan tragedi nyata sebagai bahan permainan. Kritik seperti "Ini tidak menghormati almarhum" dan "Apakah pantas menjadikan penyebab kematian seseorang sebagai tebak-tebakan?" bermunculan dan memicu perdebatan lebih luas.

Situasi semakin memanas ketika seorang pengguna media sosial yang mengaku sebagai keponakan mendiang memposting tudingan bahwa proyek tersebut awalnya diperkenalkan kepada keluarga sebagai film dokumenter. Namun, menurut klaim tersebut, hasil akhirnya justru menjadi acara varietas survival bertema perdukunan. Hingga kini, identitas penulis unggahan tersebut maupun kebenaran klaimnya belum diverifikasi secara independen.

Di tengah polemik ini, perhatian juga tertuju pada kehadiran komedian Park Na Rae sebagai salah satu panelis dalam program tersebut. Park Na Rae sebelumnya mengumumkan hiatus sementara akibat kontroversi terpisah. Pihak produksi menjelaskan bahwa ia hanya tampil sebagai salah satu dari beberapa panelis dan bahwa proses syuting telah dilakukan jauh sebelum kontroversi tersebut mencuat.

Publik Menantikan Klarifikasi Pihak Disney+

Episode 1 hingga 4 Battle of Fates dirilis pada 11 Februari, sementara episode 5 hingga 7 dijadwalkan tayang pada 18 Februari. Meski demikian, belum jelas apakah kontroversi ini akan berdampak pada jadwal penayangan selanjutnya atau memicu perubahan dalam format acara.

Saat ini, publik menanti pernyataan resmi tambahan dari pihak produksi maupun platform terkait. Perdebatan mengenai batas etika dalam program hiburan berbasis kisah nyata pun kembali mencuat, terutama ketika melibatkan individu yang telah meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan.

Kontroversi ini menyoroti pentingnya sensitivitas dalam pengemasan konten hiburan, khususnya ketika bersinggungan dengan tragedi nyata. Bagaimana langkah lanjutan dari tim produksi akan menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu ke depan.