Paramount Skydance memberikan janji untuk merilis 30 film di bioskop per tahun usai mengakuisisi Warner Bros Discovery (WBD).
Penayangan itu juga diperkuat dengan janji mereka untuk tetap membiarkan film-film itu tayang di bioskop selama 45 hari sebelum pindah ke layanan streaming.
"Kami benar-benar yakin bahwa film harus ditonton di bioskop," sebutnya kepada para analis, diberitakan Deadline.
Ellison mengatakan bahwa janji tersebut sebab perusahaan gabungan ini punya kemampuan untuk meningkatkan proses produksi film. Paramount akan merilis 15 film pada 2026 yang menjadi peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Sementara Warner Bros. justru hanya merilis 11 film.
"Pada saat yang sama, kami menayangkan The Adam Project pada musim panas di Netflix, yang pada saat dirilis menjadi film paling sukses di Netflix, menerima banyak sambutan yang baik dari penonton tetapi punya resonansi budaya yang berbeda."
"Kami menjelaskan bahwa sejak Hari Pertama saat kami (Skydance Media) mengakuisisi Paramount bahwa kami tidak akan berkontribusi dalam bisnis pembuatan film langsung untuk streaming," sebut Ellison.
Namun Variety menjelaskan anak buah David Ellison tidak memiliki pemahaman yang sama. Presiden Paramount, Jeff Shell, sempat menciptakan kebijakan untuk mengurangi masa tayang film di bioskop dari beberapa bulan menjadi 17 hari ketika masih menjabat sebagai kepala NBCUniversal saat pandemi.
Meski begitu, Ellison mengungkapkan bahwa Paramount dan Warner Bros. yang akan bergabung akan menghormati masa tayang 45 hari di bioskop sebelum film-film mereka pindah penayangan di platform hiburan rumah.
Di sisi lain, David A. Gross dari konsultan Franchise Entertainment Research menjelaskan bahwa perusahaan yang dapat merilis 15 film per tahun justru tinggal Warner Bros. dan Paramount.
"Jika ada studio yang bisa merilis lebih dari 15 film secara luas per tahun, sedikit lebih dari satu film per bulan, dan sukses, mereka justru yang akan melakukannya," ungkap Gross kepada Variety.
"Pada kurun waktu satu tahun, tak lebih dari 15 cerita yang punya daya tarik luas yang bisa dikembangkan, diproduksi, dipromosikan, dan didistribusikan secara efektif oleh studio di seluruh dunia; yakni merilis 30 film secara luas sangat mustahil."
Baca Juga
-
Kejutkan Penggemar! Film Baru Alvin and the Chipmunks Akan Tayang pada 2028
-
Baru Tayang, Kung Fu Soccer dari Stephen Chow Raup Rp1,2 T dalam 2 Hari!
-
Demi Tembus Oscar, Avatar Aang Dipersiapkan Tayang Terbatas di Bioskop
-
Rilis Oktober, Prekuel Friday the 13th Pamerkan Teaser Perdana
-
Buat Kaget, Winter aespa Bongkar Cerita Debut hingga 3 Kali Ditolak Agensi
Artikel Terkait
Entertainment
-
Bertajuk Vision Wings, Intip Jadwal Teaser Comeback Album Terbaru WayV
-
Seru Banget! 5 Rekomendasi Drakor Aksi yang Bikin Tegang Sekaligus Terhibur
-
Tayang Agustus, Song Kang dan Lee Jun Young Bintangi Drama Bertemakan Musik
-
Kejutkan Penggemar! Film Baru Alvin and the Chipmunks Akan Tayang pada 2028
-
Trailer Perdana Avengers: Doomsday Tampilkan Ancaman Besar dari Doctor Doom
Terkini
-
Tangki Cinta yang Kosong: Sulitnya Anak Broken Home Mengenal Hubungan Sehat
-
Ghosting, Breadcrumbing, dan Situationship: Bahasa Baru dalam Dunia Asmara
-
Review Every Monday Mabel: Ketika Truk Sampah Jadi Hal Terbaik di Dunia
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Prabowo dan Obsesi MBG: Mengapa Kemajuan Negara Diukur dari Perut Rakyat?