Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
One Piece Live Action Season 2 (Instagram/onepiecenetflix)
Anggia Khofifah P

Serial live-action One Piece produksi Netflix kembali mencuri perhatian setelah musim keduanya resmi dirilis pada 10 Maret. Adaptasi dari manga legendaris karya Eiichiro Oda ini langsung mendapat sambutan luar biasa dari kritikus maupun penonton, bahkan meraih skor sempurna di Rotten Tomatoes.

Dikutip dari Screen Rant, musim kedua serial ini berhasil mencatatkan rating 100 persen dari kritikus di Rotten Tomatoes saat artikel ini ditulis. Angka ini meningkat dibandingkan musim pertama yang sebelumnya memperoleh skor 86 persen dari kritikus dan 95 persen dari penonton. Sementara itu, musim kedua juga mencatatkan skor penonton yang sangat tinggi, yakni sekitar 96 persen.

Keberhasilan ini semakin memperkuat reputasi serial live-action One Piece yang sejak awal sempat diragukan banyak pihak. Ketika pertama kali diumumkan, sejumlah penggemar skeptis bahwa Netflix mampu mengadaptasi anime legendaris tersebut dengan baik. Namun, kesuksesan musim pertama berhasil mematahkan keraguan tersebut, dan musim kedua kini kembali membuktikan popularitasnya.

One Piece sendiri merupakan manga karya Eiichiro Oda yang pertama kali terbit di majalah Weekly Shonen Jump pada tahun 1997. Cerita ini mengikuti petualangan Monkey D. Luffy, seorang pemuda yang bercita-cita menjadi Raja Bajak Laut dengan menemukan harta karun legendaris bernama "One Piece" yang ditinggalkan oleh Gol D. Roger.

Dalam perjalanannya, Luffy mengumpulkan kru yang kemudian dikenal sebagai Straw Hat Pirates. Anggota utama kru tersebut antara lain Roronoa Zoro, Nami, Usopp, dan Sanji. Bersama-sama mereka menjelajahi lautan berbahaya seperti Grand Line demi mewujudkan impian mereka.

Serial animenya sendiri telah berkembang menjadi fenomena global dengan lebih dari 1.000 episode yang telah dirilis. Menurut laporan Netflix, serial anime One Piece telah ditonton lebih dari 1,7 miliar jam di platform tersebut, menjadikannya salah satu anime paling populer di layanan streaming tersebut.

Kesuksesan tersebut menjadi dasar kuat bagi adaptasi live-action yang diproduksi oleh Netflix dan dikembangkan oleh Steven Maeda serta Matt Owens. Musim pertama bahkan berhasil menduduki peringkat teratas di daftar tontonan Netflix di 46 negara saat pertama kali dirilis.

Musim kedua live-action ini melanjutkan cerita setelah saga East Blue. Episode pertama dimulai dengan Loguetown Arc, yang menjadi penutup saga sebelumnya. Setelah itu, cerita berlanjut ke saga berikutnya, yakni Arabasta Saga, yang merupakan salah satu alur cerita penting dalam dunia One Piece.

Secara keseluruhan, musim kedua mencakup beberapa arc utama seperti Reverse Mountain, Whisky Peak, Little Garden, hingga Drum Island. Dalam arc terakhir tersebut, penonton diperkenalkan dengan karakter baru yang sangat penting bagi perjalanan kru Topi Jerami, yaitu Tony Tony Chopper.

Di akhir musim kedua, cerita berhenti sekitar chapter 154 dari manga. Bagian tersebut menandai momen ketika Chopper secara resmi bergabung dengan kru Luffy. Alur cerita ini sekaligus menjadi jembatan menuju Arabasta Arc yang lebih besar, yang kemungkinan akan menjadi fokus utama di musim berikutnya.

Salah satu momen yang mengejutkan penggemar dalam musim kedua adalah kemunculan awal karakter Bartolomeo. Dalam manga dan anime asli, karakter favorit penggemar tersebut baru muncul jauh lebih lama dalam cerita. Kemunculan lebih awal ini memicu spekulasi bahwa Netflix mungkin akan melakukan beberapa penyesuaian pada timeline cerita asli.

Sementara itu, Netflix juga telah mengonfirmasi bahwa produksi musim ketiga telah dimulai sejak November 2025 dan diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan 2026. Jika mengikuti jadwal produksi tersebut, musim ketiga kemungkinan akan dirilis sekitar tahun 2027.