M. Reza Sulaiman | Fitri Suciati
Katseye. (Dok. X/katseyeworld)
Fitri Suciati

Global girl group Katseye baru saja merilis single terbaru mereka bertajuk 'Pinky Up' pada Kamis (9/4/2026), sekaligus membagikan video musik untuk lagu tersebut melalui kanal YouTube resmi HYBE Labels. Ini merupakan comeback terbaru Katseye dengan lima orang anggota setelah member Manon diumumkan hiatus karena kondisi kesehatan pada bulan Februari lalu.

Perilisan 'Pinky Up' sukses mencuri perhatian penggemar dan publik di tengah maraknya drama hiatus Manon, serta rumor akan hengkangnya member tersebut dari grup. Namun, lagu ini juga menjadi lagu pemanas dan pembakar semangat para penggemar untuk merayakan penampilan perdana atau debut Katseye di panggung musik 'Coachella' pada tanggal 10 dan 17 April 2026 mendatang.

Disuguhkan dengan iringan musik pop EDM, 'Pinky Up' merupakan lagu yang pasti bikin kamu melompat dan bernyanyi bersama lewat iringan musiknya yang adiktif. Terutama pada bagian hook yang catchy lewat pengulangan lirik 'Pinky Up' yang bakal bikin kamu terngiang-ngiang.

Lagunya sendiri menceritakan tentang bagaimana Katseye mendefinisikan apa sebenarnya makna atau arti elegan itu dengan cara dan keunikan mereka sendiri. Seperti menjadi elegan itu tidak harus menjadi sosok yang berkelas dan klasik, tetapi menjadi diri sendiri dan penuh percaya diri adalah salah satu bentuk atau definisi elegan yang sesungguhnya.

Melalui lagu 'Pinky Up', Katseye sekali lagi menonjolkan image mereka yang penuh percaya diri dan berani. Tidak hanya lewat gaya dan attitude yang mereka bawa, tetapi juga rangkaian lirik yang tegas dan tanpa rasa takut.

'Pinky Up' bisa dibilang sebagai lagu deklarasi diri yang mengatakan, "inilah aku dengan segala kepercayaan diri yang aku miliki." Aku yang tampil menjadi diriku sendiri adalah aku yang tak tersentuh dan elegan dengan cara unikku.

'Pinky Up' bisa dikatakan sebagai lagu simbolis perayaan percaya diri yang akan meningkatkan ego dan semangat para penggemar untuk menjadi pribadi yang lebih unik dan berani.

Namun, dari sisi musikal, lagu ini terkesan memiliki building atau pengembangan instrumen yang acak dan penuh eksperimental. Dimulai dengan verse yang melodik dan cukup dramatis, tetapi irama yang telah dibangun terasa disabotase oleh bagian hook yang terlalu catchy dan repetitif. Sejumlah pause atau jeda dalam video musik lagu juga mengurangi keruntutan musik dan membuat bingung.

Meskipun begitu, bagi para pendengar musik yang menyukai tipe lagu dengan hook yang catchy dan adiktif, struktur eksperimental dan campur aduk seperti ini bisa menjadi hal unik dan membuat lagu semakin menarik.