Industri anime kembali menjadi sorotan setelah adanya kontroversi penggunaan teknologi generative AI dalam proses produksi. Kasus ini melibatkan serial terbaru dari waralaba populer Ascendance of a Bookworm, khususnya pada bagian opening untuk musim terbarunya (Season 4) yang berjudul Ascendance of a Bookworm Part 3: Adopted Daughter of an Archduke. Dikutip dari Anime News Network, pihak studio akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf resmi kepada publik.
Kontroversi ini bermula setelah episode pertama yang tayang pada 4 April menerima berbagai tanggapan dari penonton di media sosial. Sejumlah pengguna menemukan indikasi visual yang dianggap memiliki ciri khas hasil generative AI, terutama pada bagian latar belakang di beberapa potongan adegan opening.
Temuan tersebut kemudian memicu diskusi luas mengenai etika penggunaan teknologi AI dalam industri kreatif, khususnya anime yang selama ini dikenal mengedepankan sentuhan artistik manual.
Menanggapi hal tersebut, Wit Studio melakukan investigasi internal terhadap proses produksinya. Hasilnya, studio mengonfirmasi bahwa memang terdapat penggunaan generative AI dalam pembuatan material latar belakang untuk beberapa adegan di opening episode pertama. Meski hanya terbatas pada bagian tertentu, pengakuan ini langsung menarik perhatian penggemar dan pelaku industri.
Dalam pernyataan resminya, Wit Studio menegaskan bahwa penggunaan teknologi AI tersebut bukanlah kebijakan yang diizinkan dalam produksi karya mereka secara umum. Studio menyebut bahwa selama ini mereka tidak memperbolehkan penggunaan generative AI dalam pembuatan konten video, kecuali untuk proyek eksperimental tertentu. Oleh karena itu, insiden ini terjadi akibat kelemahan dalam sistem manajemen produksi dan pengawasan internal.
Sebagai langkah perbaikan, studio memastikan bahwa seluruh bagian opening yang terdampak akan digambar ulang secara manual. Versi yang telah diperbaiki akan mulai digunakan pada episode kedua dan seterusnya.
Selain itu, opening tanpa kredit yang sebelumnya telah diunggah di platform resmi juga telah ditarik dan akan digantikan dengan versi baru setelah revisi selesai. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada penonton dan kreator asli.
Pihak komite produksi anime juga turut menyampaikan permintaan maaf. Mereka mengakui bahwa kejadian ini menimbulkan kekhawatiran bagi penggemar, penulis asli, serta pihak-pihak terkait lainnya. Komite produksi menyatakan akan bekerja sama dengan Wit Studio untuk memperbaiki sistem produksi dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kasus ini kembali membuka diskusi mengenai peran teknologi dalam industri kreatif. Di satu sisi, generative AI menawarkan efisiensi dan kemungkinan eksplorasi visual baru. Namun di sisi lain, penggunaannya juga menimbulkan pertanyaan tentang orisinalitas, etika, serta dampaknya terhadap para seniman yang selama ini mengandalkan keterampilan manual.
Sebagai salah satu studio ternama yang pernah menggarap berbagai judul populer, Wit Studio menyatakan akan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran penting. Mereka berkomitmen untuk memperbarui pedoman produksi serta meningkatkan sistem pengawasan agar standar kualitas dan integritas karya tetap terjaga.
Sementara itu, Ascendance of a Bookworm: Adopted Daughter of an Archduke sendiri merupakan kelanjutan dari seri biblio-fantasy karya Miya Kazuki. Ceritanya mengikuti perjalanan Rozemyne yang berusaha melindungi orang-orang terdekatnya dengan menjalani kehidupan sebagai anak angkat bangsawan. Musim terbaru ini dijadwalkan tayang selama dua cour atau sekitar setengah tahun, dengan jajaran staf dan pengisi suara yang sebagian besar kembali dari musim sebelumnya.
Dengan langkah cepat yang diambil oleh pihak studio dan komite produksi, diharapkan kepercayaan penonton dapat kembali pulih.
Baca Juga
-
TANK CHAIR Siap Tayang 2026, Anime Sci-Fi Penuh Aksi Brutal Umumkan Cast Utama
-
Anime Baki-Dou Part 2 Umumkan Tayang 18 Juni, Duel Musashi Makin Brutal
-
Drakor The Scarecrow Tamat dengan Rating Tertinggi Kedua dalam Sejarah ENA
-
Adik Bungsu Jihyo TWICE Siap Debut sebagai Idol di Bawah Label Baru HYBE
-
Tim Produksi Hidden Eye Minta Maaf Usai Salah Pakai Foto Masa Kecil Hyunjin
Artikel Terkait
Entertainment
-
Status Kim Soo Hyun Terbukti Bersih, Mengapa Netizen Masih Ogah Percaya?
-
Dua Suami, Satu Misi: Chaos Aksi Komedi dalam Film 'Husbands in Action'
-
Bukan Drama Fantasi Biasa, Reborn Rookie Soroti Intrik Keluarga Konglomerat
-
Menyorot Ikatan Ibu dan Anak di Tengah Dunia Mafia dalam Film The Guardian
-
TANK CHAIR Siap Tayang 2026, Anime Sci-Fi Penuh Aksi Brutal Umumkan Cast Utama
Terkini
-
Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?
-
Ulasan Novel Periculo: Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Stop 'Check Out' Spontan! Ini Alasan Kenapa Payday Kamu Justru Bikin Rumah Berantakan
-
Ketika Sastra Menjadi Kritik Sosial: Membaca Cak Nun Lewat Dosa Mencabut Kutukan Tarian Rembulan
-
Boyfriend Material Vibes, 5 Ide Pose Mirror Selfie Ala Dokyeom SEVENTEEN!