Media sosial belakangan ramai membahas film dokumenter berjudul Pesta Babi setelah sejumlah acara nonton bareng atau nobar film tersebut dibubarkan di beberapa daerah.
Kontroversi itu membuat publik penasaran dengan isi dokumenter yang disebut mengangkat isu sensitif terkait Papua dan proyek strategis nasional.
Film Pesta Babi merupakan karya Dhandy Laksono dan Cypri Dale. Nama Dhandy Laksono sendiri sebelumnya dikenal lewat sejumlah film dokumenter kontroversial seperti Sexy Killers dan Dirty Vote yang sama-sama menyoroti persoalan sosial dan politik di Indonesia.
Film Pesta Babi tentang Apa?
Film dokumenter ini membahas proyek pembukaan lahan besar-besaran di Papua untuk kepentingan produksi pangan, biodiesel sawit, hingga bioetanol tebu.
Dalam film tersebut disebutkan bahwa sekitar 2,5 juta hektar hutan Papua akan dikonversi menjadi kawasan perkebunan industri.
Isu itulah yang kemudian disebut sebagai salah satu ancaman deforestasi terbesar dalam sejarah modern.
Film ini juga memperlihatkan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat adat Papua yang tinggal di wilayah terdampak proyek tersebut.
Melalui trailer yang diunggah di kanal YouTube Indonesia Baru, penonton diperlihatkan suasana hutan Papua yang dibabat menggunakan alat berat.
Pepohonan besar tumbang demi membuka jalan bagi pembangunan berskala industri.
Di sisi lain, masyarakat adat Papua diperlihatkan melakukan berbagai bentuk penolakan.
Salah satu simbol perlawanan yang paling menonjol adalah pemasangan salib raksasa dan palang adat di sejumlah titik wilayah selatan Papua. Gerakan tersebut dikenal dengan nama Gerakan Salib Merah.
Kondisi hutan Papua yang terdampak proyek stretegis nasional
Dalam trailer disebutkan terdapat sekitar 1.800 salib yang ditancapkan sebagai bentuk perlawanan fisik maupun spiritual terhadap perusahaan dan aparat militer yang dianggap mengancam tanah adat mereka.
Film ini juga menampilkan kesaksian langsung masyarakat Papua mengenai ketakutan mereka kehilangan tanah leluhur.
Salah satu warga bahkan mempertanyakan masa depan masyarakat adat jika seluruh wilayah mereka berubah menjadi kawasan industri.
“Jika tanah adat dan hutan adat hilang, kami mau hidup di mana?” kata seorang warga dalam cuplikan trailer film tersebut.
Selain memperlihatkan penolakan masyarakat adat, film Pesta Babi juga menampilkan cuplikan pidato Presiden Prabowo terkait pemanfaatan tanah Papua untuk perkebunan kelapa sawit.
Dalam cuplikan tersebut disebutkan bahwa hasil sawit nantinya dapat diolah menjadi bahan bakar.
Sementara itu, judul Pesta Babi sendiri diambil dari ritual adat masyarakat Muyu di Papua. Dalam tradisi tersebut, pesta babi memiliki makna penting sebagai simbol hubungan sosial, budaya, hingga spiritual di tengah masyarakat adat.
Bagaimana cara nonton film Pesta Babi?
Di tengah kontroversinya, pihak penyelenggara juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengadakan nobar film tersebut. Namun terdapat sejumlah aturan yang wajib dipatuhi oleh penyelenggara acara.
Jumlah penonton minimal ditetapkan sebanyak 10 orang. Penyelenggara juga diwajibkan mempublikasikan kegiatan nobar di media sosial dengan menandai sejumlah akun seperti Koperasi Ekspedisi Indonesia Baru, Watchdoc, Greenpeace Indonesia, dan lainnya menggunakan tagar #PestaBabi dan #PapuaBukanTanahKosong.
Selain itu, film dilarang disebarluaskan dalam bentuk apa pun. Penyelenggara juga diwajibkan mengirim dokumentasi kegiatan serta mengumpulkan tiket sukarela dari penonton yang nantinya akan disalurkan untuk pengungsi Papua melalui lembaga sosial dan kemanusiaan.
Kontroversi film ini semakin membesar setelah beberapa acara nobar dilaporkan dibubarkan. Salah satu yang ramai dibicarakan terjadi di Universitas Mataram dan kawasan Ternate.
Pembubaran tersebut disebut dipicu oleh materi film yang dianggap sensitif karena menyinggung proyek strategis nasional dan pembukaan hutan Papua. Hingga kini, polemik soal film Pesta Babi masih terus menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Baca Juga
-
Siap Tahan Napas! Film Dont Breathe 3 Resmi dalam Pengerjaan
-
Hidden Gem Sarapan di Tangerang! Wajib Coba Nikmatnya Katupek Pitalah di Bopet Nan Katuju
-
Jigsaw Kembali di Saw 11! Permainan Mengerikan Kembali Dimulai
-
Sinopsis Ray Gunn, Detektif Swasta Bongkar Konspirasi Besar Kota Futuristik
-
Teaser 5 cm: Revolusi Hati Dirilis, Ungkap Kisah Zafran saat SMP
Artikel Terkait
-
Review Off Campus: Tema Persahabatan dan Trauma yang Disajikan Elegan
-
Aksi Domba Memecahkan Kasus Pembunuhan Dalam Film The Sheep Detectives
-
VOTOMS Kembali! Film Anime Baru Garapan Mamoru Oshii Resmi Diumumkan
-
Ulasan Film Son-In-Law: Kisah Menarik tentang Impian Jos yang Hancur Total
-
Review In the Grey: Perpaduan Strategi Militer dan Tipu Daya yang Brilian!
Entertainment
-
Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!
-
Anime Welcome to Demon School, Iruma-kun Umumkan Proyek Film Pertama
-
Nasib Tragis The Transporter: Ditinggal Jason Statham, 2 Aktor Penggantinya Gagal Total!
-
Rangkul Kekurangan! KickFlip Ungkap Indahnya Masa Muda di Lagu Puzzle Piece
-
Sinopsis MR: Iyaku Joho Tantosha, Drama Jepang Dibintangi Mukai Osamu
Terkini
-
Dari Warkop DKI hingga Pandji: Menelusuri Komedi Sebagai Alat Perlawanan
-
Mengupas 'Emanon', Manga Sci-Fi Santai yang Bikin Overthinking Soal Makna Kehidupan
-
Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi
-
Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme
-
Fenomena Sunday Scaries: Membedah Horor Hari Senin Bagi Para Pekerja