Hayuning Ratri Hapsari | Raysazahra A.M
Film The Odyssey (Universal Pictures)
Raysazahra A.M

The Odyssey memang belum tayang di bioskop, tetapi film terbaru garapan Christopher Nolan itu sudah lebih dulu menuai banyak kritik di media sosial. Mulai dari casting hingga desain kostum dan penggunaan dialog berbahasa Inggris modern menjadi sorotan publik.

Menanggapi polemik tersebut, Christopher Nolan mengaku tidak terlalu ambil pusing. Menurut sutradara ternama itu, kritik yang muncul sebelum film dirilis tidak bisa dijadikan patokan karena belum ada yang benar-benar mengetahui seperti apa hasil akhirnya.

Kontroversi semacam itu bukan hal baru. Christopher Nolan sendiri mengaku sudah terbiasa menghadapi reaksi serupa sejak menggarap trilogi The Dark Knight selama hampir satu dekade.

Dalam wawancara dengan The Telegraph, Christopher Nolan mengatakan perdebatan yang muncul sebelum film dirilis pada akhirnya tidak terlalu berarti.

"Itu memang sudah menjadi bagian dari pekerjaan ini. Percakapan yang terjadi sebelum orang-orang menonton film selalu tidak relevan, karena tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar tahu seperti apa filmnya," ujar Christopher Nolan, dikutip pada Sabtu (11/7/2026).

Sutradara berusia 55 tahun itu mengaku sudah memperkirakan proyek adaptasi epos Yunani karya Homer akan memicu banyak perdebatan. Ia pun memilih fokus pada visinya sendiri ketimbang memikirkan berbagai komentar yang beredar di internet.

Christopher Nolan kemudian mengenang kembali pengalamannya saat menggarap trilogi Batman yang menurutnya mengajarkan satu hal penting.

"Saya menghabiskan 10 tahun hidup saya bersama Batman. Saat mulai menggarap Batman Begins, karakter itu sudah dicintai selama puluhan tahun dan semua orang punya pandangan masing-masing tentang siapa Batman. Dari pengalaman itu saya belajar bahwa kita tidak bisa mengkhawatirkan semua pendapat tersebut," katanya lebih lanjut.

Baginya, tugas seorang sutradara adalah menghormati karya asli melalui interpretasi terbaik yang bisa ia berikan.

"Yang bisa saya lakukan hanyalah membuat film terbaik yang saya mampu dengan cara yang paling tulus. Hasilnya tentu akan berbeda dengan versi yang mungkin dibayangkan orang lain, tetapi memang seperti itulah proses sebuah adaptasi," tambahnya.

The Odyssey merupakan film ke-13 yang disutradarai Christopher Nolan. Film yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 15 Juli 2026 ini diadaptasi dari puisi Yunani kuno karya Homer, dengan naskah yang juga ditulis sendiri oleh Christopher Nolan.

Ia kembali memproduseri film tersebut bersama istrinya, Emma Thomas, melalui rumah produksi Syncopy, sementara Universal Pictures bertindak sebagai distributor.

Film ini dibintangi Matt Damon sebagai Odysseus, raja Ithaca yang harus menjalani perjalanan panjang dan penuh bahaya untuk pulang ke kerajaannya setelah berakhirnya Perang Troya.

Dalam perjalanannya, Odysseus menghadapi berbagai makhluk mitologi seperti Cyclops Polyphemus, Sirens, hingga nimfa Calypso, sembari berusaha kembali bertemu istrinya, Penelope, yang diperankan Anne Hathaway.

Selain Matt Damon dan Anne Hathaway, The Odyssey juga menghadirkan jajaran pemain bertabur bintang lainnya, mulai dari Tom Holland, Robert Pattinson, Zendaya, Lupita Nyong'o, Charlize Theron, hingga Samantha Morton.

The Odyssey menjadi proyek pertama dalam sejarah perfilman yang seluruh proses pengambilan gambarnya dilakukan menggunakan kamera IMAX.

Antusiasme terhadap film ini juga terlihat sejak jauh hari ketika tiket untuk penayangan format IMAX 70mm mulai dijual sekitar setahun sebelum perilisannya.

Film ini menjadi proyek terbaru Christopher Nolan setelah kesuksesan Oppenheimer (2023) yang meraih pendapatan lebih dari US$958 juta di box office global dan memenangkan tujuh Piala Oscar, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik untuk Nolan, serta Aktor Terbaik untuk Cillian Murphy.