Aktor Korea Selatan Kim Soo Hyun resmi dinyatakan tidak bersalah dalam penyelidikan dugaan pelanggaran Child Welfare Act (Undang-Undang Kesejahteraan Anak) yang diajukan oleh keluarga mendiang aktris Kim Sae Ron.
Kepolisian menyimpulkan bahwa tuduhan yang menyebut Kim Soo Hyun menjalin hubungan dengan Kim Sae Ron saat masih di bawah umur, termasuk dugaan eksploitasi seksual terhadap anak, tidak didukung bukti yang cukup sehingga kasus tersebut dihentikan tanpa dilimpahkan ke jaksa.
Berdasarkan laporan Yonhap News, Kantor Polisi Seongdong, Seoul, baru-baru ini memutuskan untuk tidak meneruskan kasus Kim Soo Hyun ke pihak kejaksaan atas dugaan pelanggaran Child Welfare Act serta tuduhan membuat laporan palsu. Penyidik memfokuskan investigasi pada dua hal utama, yakni apakah Kim Soo Hyun pernah menjalin hubungan dengan Kim Sae Ron sebelum aktris tersebut berusia 18 tahun serta apakah pernah terjadi tindakan pelecehan atau eksploitasi seksual terhadap anak.
Hasil penyelidikan menyatakan tidak ditemukan dasar hukum maupun bukti yang cukup untuk mendukung tuduhan tersebut. Seorang pejabat kepolisian menjelaskan bahwa perkara ditutup karena kurangnya alat bukti yang dapat diterima secara hukum.
Kasus ini bermula pada Mei tahun lalu ketika keluarga Kim Sae Ron bersama YouTuber Kim Se Ui, pengelola kanal YouTube HoverLab atau Garo Sero Research Institute, mengajukan laporan pidana terhadap Kim Soo Hyun. Mereka menuduh sang aktor telah menjalin hubungan dengan Kim Sae Ron sejak aktris itu masih di bawah umur, bahkan menuding adanya pelanggaran Child Welfare Act.
Dalam konferensi pers yang digelar saat itu, Kim Se Ui bersama kuasa hukum Bu Ji Seok merilis rekaman suara yang mereka klaim merupakan percakapan Kim Sae Ron dengan seseorang yang disebut sebagai kenalannya di New Jersey, Amerika Serikat. Rekaman tersebut dikatakan menjadi bukti bahwa Kim Soo Hyun telah melakukan eksploitasi seksual terhadap Kim Sae Ron ketika masih remaja.
Mereka bahkan mengutip bagian percakapan yang diklaim berisi pengakuan Kim Sae Ron bahwa hubungan seksual pertamanya dengan Kim Soo Hyun terjadi saat dirinya duduk di kelas dua sekolah menengah pertama atau sekitar usia 14 tahun. Pernyataan itu kemudian menjadi dasar utama tuduhan eksploitasi seksual terhadap anak.
Namun, selama proses penyelidikan, keaslian rekaman tersebut dipertanyakan. Menurut hasil analisis forensik yang dilakukan Divisi Ilmu Forensik Kejaksaan Agung Korea Selatan, rekaman suara itu menunjukkan indikasi manipulasi menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).
Tim forensik menemukan ketidaksesuaian karakteristik frekuensi suara yang menunjukkan adanya proses rekayasa digital. Selain itu, identitas orang yang disebut sebagai kenalan Kim Sae Ron di New Jersey juga tidak pernah berhasil diverifikasi. Hingga penyelidikan berakhir, polisi tidak dapat memastikan apakah orang tersebut benar-benar ada atau pernah mengenal Kim Sae Ron. Bahkan, penyidik juga tidak menutup kemungkinan bahwa suara lawan bicara dalam rekaman tersebut turut dibuat menggunakan AI.
Sejak awal munculnya kontroversi, pihak Kim Soo Hyun secara konsisten membantah tuduhan bahwa dirinya pernah berpacaran dengan Kim Sae Ron saat aktris tersebut masih di bawah umur. Meski sempat membantah seluruh rumor yang beredar, agensinya, Gold Medalist, kemudian mengonfirmasi bahwa keduanya memang pernah menjalin hubungan asmara, tetapi hanya berlangsung pada 2019 hingga 2020, ketika Kim Sae Ron telah berstatus dewasa secara hukum.
Pihak agensi juga sejak awal menyatakan bahwa rekaman suara yang dijadikan bukti merupakan hasil manipulasi AI. Selain itu, mereka mengungkap bahwa percakapan KakaoTalk yang sebelumnya dipublikasikan dalam konferensi pers juga diduga telah direkayasa dengan mengubah percakapan milik orang lain agar seolah-olah melibatkan Kim Soo Hyun.
Sebagai respons atas tuduhan tersebut, Kim Soo Hyun kemudian melaporkan balik keluarga Kim Sae Ron dan Kim Se Ui atas dugaan pencemaran nama baik serta penyebaran informasi palsu.
Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Kim Se Ui telah ditangkap dan didakwa pada 23 Juni atas dugaan menyebarkan informasi palsu mengenai Kim Soo Hyun. Selain pencemaran nama baik, ia juga menghadapi dakwaan lain, termasuk pelanggaran Undang-Undang tentang Hukuman Khusus untuk Kejahatan Seksual, intimidasi, dan percobaan pemaksaan. Saat ini Kim Se Ui ditahan di Pusat Penahanan Seoul, sementara sidang perdananya dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Menanggapi hasil penyelidikan polisi, Gold Medalist menyatakan bahwa investigasi telah membuktikan berbagai tuduhan serta bukti yang dipublikasikan HoverLab tidak sesuai dengan fakta. Dengan dihentikannya penyelidikan ini, Kim Soo Hyun secara hukum dinyatakan bebas dari tuduhan melanggar Child Welfare Act maupun tuduhan eksploitasi seksual terhadap anak yang sebelumnya sempat memicu kontroversi besar di Korea Selatan.
Baca Juga
-
Teach You a Lesson Resmi Masuk Top 10 Serial Non-Inggris Terpopuler Netflix
-
CEO Grammy Tanggapi BTS yang Putuskan Tak Ajukan Lagu ke Ajang Penghargaan
-
Jeon Jong Seo Diincar Bintangi Dochabi Bersama Kim Do Hoon dan Lee Joon Gi
-
Penulis Novel Misteri Keigo Higashino Wafat, Karya Terakhir Siap Rilis 2026
-
Marvel Gandeng Kadokawa, Hadirkan Manga Baru Spider-Man hingga Punisher
Artikel Terkait
Entertainment
-
Industri Film Korsel Kembali Jaya Pasca-Pandemi, Berkat The King's Warden?
-
Teach You a Lesson Resmi Masuk Top 10 Serial Non-Inggris Terpopuler Netflix
-
Film Animasi Venom Resmi Dikembangkan, Digarap Sutradara Final Destination: Bloodlines
-
CEO Grammy Tanggapi BTS yang Putuskan Tak Ajukan Lagu ke Ajang Penghargaan
-
Bertabur Bintang, The Odyssey Taklukkan Box Office dengan Raup Rp11 Triliun
Terkini
-
Seoul Busters: Ketika Tim yang Dianggap Gagal Mengajarkan Arti Kerja Sama
-
Meracik Penawar Luka Sendiri dari Buku Jika Lukamu Sedalam Laut, Ikhlasmu Harus Seluas Langit
-
Gran Turismo: Kisah Inspiratif Seorang Gamer Menuju Dunia Balap Profesional
-
Standar Pendidikan Terus Naik, Standar Etika Politik Jalan di Tempat
-
Ulasan Film Sajen Satu Suro: Teror Gaib Sesajen Pembawa Bencana dan Petaka!