Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Kpop Demon Hunters (animationmagazine.net)
Anggia Khofifah P

Kabar gembira bagi penggemar KPop Demon Hunters. Sekuel film animasi populer tersebut dipastikan akan mendapatkan perilisan di bioskop secara luas sebelum tersedia di Netflix. Hal ini disampaikan oleh Co-CEO Netflix Ted Sarandos dalam acara Bloomberg Screentime di Los Angeles pada Rabu, 30 September 2026 waktu setempat.

Menurut Sarandos, KPop Demon Hunters 2 akan menjadi salah satu film yang mendapatkan strategi theatrical release dengan cakupan besar dari Netflix. "Saat sekuel KPop Demon Hunters dirilis, Anda bisa mengharapkan penayangan bioskop yang sangat luas," ujar Sarandos dalam acara tersebut, seperti dilaporkan Bloomberg.

Langkah ini menjadi perubahan cukup besar dibandingkan film pertamanya. KPop Demon Hunters yang dirilis pada Juni 2025 sebelumnya debut langsung di Netflix. Film tersebut kemudian mendapatkan kesempatan tayang terbatas di bioskop melalui versi sing-along pada Agustus 2025. Pemutaran tersebut bahkan berhasil menduduki posisi pertama box office Amerika Utara selama dua hari dan meraup sekitar 19 juta dolar AS.

Film pertama disutradarai Maggie Kang dan Chris Appelhans serta diproduksi oleh Sony Pictures Animation. Ceritanya mengikuti Huntrix, grup K-pop yang terdiri dari Rumi, Mira, dan Zoey. Di balik popularitas mereka sebagai bintang musik, ketiganya diam-diam bertugas melindungi dunia dari ancaman iblis.

Kesuksesan KPop Demon Hunters di Netflix menjadi salah satu alasan kuat di balik strategi tersebut. Berdasarkan data yang disampaikan Netflix, film ini mengumpulkan 325,1 juta views dalam 90 hari pertama dan bertahan selama 63 minggu di Global Top 10. Film tersebut kemudian mencapai sekitar 600 juta views pada peringatan satu tahun penayangannya pada Juni 2026, menjadikannya film orisinal Netflix dengan jumlah penonton tertinggi.

Netflix juga telah mengonfirmasi bahwa Maggie Kang dan Chris Appelhans akan kembali menggarap sekuelnya bersama Sony Pictures Animation. KPop Demon Hunters 2 sendiri diperkirakan baru akan dirilis pada 2029.

Keputusan memberikan perilisan bioskop secara luas merupakan bagian dari strategi Netflix untuk menemukan keseimbangan antara pengalaman menonton di layar lebar dan layanan streaming. Sarandos menjelaskan bahwa perusahaan sedang mencari cara untuk melayani penonton yang ingin menikmati film di bioskop tanpa mengurangi nilai film tersebut ketika akhirnya hadir di Netflix.

Netflix kini mulai menerapkan pendekatan berbeda berdasarkan jenis film dan karakter penontonnya. Film keluarga yang memiliki tingkat rewatch tinggi dinilai berpotensi mendapatkan keuntungan dari perilisan bioskop yang lebih luas. Sementara itu, film arthouse seperti La Bola Negra dapat memperoleh manfaat dari masa tayang bioskop yang lebih panjang.

Strategi tersebut sudah mulai diterapkan. La Bola Negra mendapatkan theatrical window eksklusif selama 45 hari, sedangkan The Chronicles of Narnia: The Magician's Nephew dijadwalkan memperoleh perilisan bioskop secara luas pada 2027. Film animasi Charlie vs. the Chocolate Factory juga direncanakan tayang di bioskop mulai 5 November 2027 dengan theatrical window selama 47 hari sebelum hadir di Netflix pada 22 Desember.

Selain itu, Netflix akan mulai melaporkan pendapatan box office untuk film-film yang memperoleh perilisan bioskop. Sarandos menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari pendekatan baru perusahaan terhadap distribusi theatrical.

Dengan strategi ini, KPop Demon Hunters 2 berpotensi menjadi salah satu proyek Netflix yang mendapat dukungan besar di layar lebar. Setelah kesuksesan luar biasa film pertamanya, penggemar kini tidak hanya dapat menantikan kelanjutan kisah Huntrix, tetapi juga kesempatan untuk menyaksikannya dalam pengalaman bioskop berskala global.