Hayuning Ratri Hapsari | Rizka Utami Rahmi
Warner Bros. dan Paramount resmi merger [Instagram/Skydance]
Rizka Utami Rahmi

Dua studio raksasa Hollywood, Warner Bros. Discovery dan Paramount, resmi merampungkan merger yang menyatukan berbagai merek dan waralaba ikonik di bawah satu perusahaan baru bernama Skydance.

Kesepakatan ini membuat HBO Max, CNN, Harry Potter, Sinners, Paramount+, CBS, Top Gun, hingga The Godfather kini berada dalam satu naungan.

Paramount telah menyelesaikan akuisisi Warner Bros. Discovery dengan nilai transaksi 81 miliar dollar AS, sementara nilai keseluruhan kesepakatan mencapai 111 miliar dollar AS jika termasuk pengambilalihan utang WBD.

Dengan bergabungnya dua studio film tertua di Amerika tersebut, industri hiburan Hollywood memasuki babak baru dengan konsentrasi kekuatan yang semakin besar.

Berawal dari Perang Penawaran dengan Netflix

Proses menuju merger ini tidak berlangsung sederhana karena Warner Bros. Discovery sebelumnya juga menjadi incaran Netflix. Setelah Warner menyatakan terbuka untuk menjual sebagian atau seluruh bisnisnya, perusahaan tersebut pada Desember awalnya mencapai kesepakatan studio dan streaming dengan Netflix.

Paramount Skydance kemudian mengajukan tawaran balasan untuk mengambil alih seluruh Warner Bros. Discovery, termasuk jaringan seperti CNN dan Discovery. Perusahaan milik David Ellison itu bahkan mengeklaim bahwa manajemen Warner tidak pernah terlibat secara berarti dengan proposal mereka sebelumnya.

Persaingan tersebut berlanjut sepanjang awal 2026 dengan Paramount dan Netflix saling bersaing untuk mendapatkan aset Warner. Kepemimpinan Warner berulang kali mendukung Netflix sebagai calon pembeli, tetapi Paramount akhirnya menaikkan tawarannya menjadi 31 dollar AS per saham untuk membeli seluruh perusahaan.

Netflix kemudian memilih mundur dari persaingan tersebut. Warner dan Paramount akhirnya menandatangani perjanjian merger pada akhir Februari, sebelum proses panjang tersebut mencapai penyelesaian.

Nilai akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount mencapai 81 miliar dollar AS. Jika pengambilalihan utang WBD turut diperhitungkan, nilai keseluruhan kesepakatan tersebut mencapai 111 miliar dollar AS.

Skydance yang baru diperkirakan menghasilkan pendapatan tahunan hampir 70 miliar dollar AS, tetapi juga harus menghadapi beban utang bersih sekitar 80 miliar dollar AS.

Bintang Hollywood Tanggapi Merger

Besarnya merger membuat sejumlah bintang Hollywood dan pekerja kreatif ikut menyuarakan kekhawatiran. Pada April, ribuan aktor, penulis, dan sutradara, termasuk Jane Fonda, Mark Ruffalo, Denis Villeneuve, serta J.J. Abrams, menandatangani surat yang menentang merger karena khawatir akan berkurangnya lapangan kerja dan pilihan bagi penonton.

Penolakan juga muncul dalam musim penghargaan melalui pin bertuliskan #BlockTheMerger dan sejumlah pidato penerimaan penghargaan.

Namun, tidak semua tokoh Hollywood menentang langkah tersebut. Tom Cruise dan James Cameron justru memberikan dukungan kepada Paramount, terutama setelah Ellison menegaskan kembali komitmennya terhadap perilisan film di bioskop.

Masa depan layar lebar memang menjadi salah satu perhatian utama dalam kontroversi merger tersebut. Kekhawatiran itu sebelumnya juga muncul ketika Netflix menjadi salah satu pihak yang bersaing mendapatkan aset Warner.

Skydance Mulai Susun Strategi Baru

Setelah merger resmi selesai, David Ellison menjadi ketua sekaligus CEO Skydance.

"Hari ini adalah hari yang bersejarah, tidak hanya bagi Skydance tetapi juga bagi seluruh industri kami," ujar Ellison dalam sebuah pernyataan dilansir Variety, Rabu (7/10/2026)

Ellison mengatakan ambisinya sejak awal adalah menyatukan dua studio dengan rekam jejak gemilang dan menciptakan pesaing yang lebih tangguh. Menurutnya, perusahaan baru ini memiliki talenta, sumber daya, dan jangkauan untuk menghadirkan berbagai cerita melalui banyak genre dan platform.

Skydance juga menunjuk Ynon Kreiz, mantan CEO Mattel, sebagai co-CEO. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa konsumen dapat mengharapkan inovasi lebih besar dari bisnis yang dibangun dengan teknologi sebagai salah satu fondasi utamanya.

Salah satu perubahan terbesar yang direncanakan adalah penggabungan Paramount+ dan HBO Max. Kedua layanan streaming tersebut akan digabungkan menjadi satu layanan seiring berjalannya waktu.

Skydance menargetkan sinergi run-rate tahunan lebih dari 6 miliar dollar AS dalam tiga tahun ke depan. Penghematan terutama akan berasal dari teknologi, integrasi dan pengadaan, pemasaran, serta rasionalisasi aset properti.

Perusahaan mengatakan langkah tersebut akan membuat bisnis menjadi lebih ramping dan lincah sehingga investasi dapat ditingkatkan pada cerita, kreator, dan teknologi. Namun, sejumlah ahli mempertanyakan apakah penghematan tersebut bisa dicapai tanpa memberikan dampak negatif terhadap operasional.

Di sisi lain, Skydance juga berencana memangkas pengeluaran melalui PHK massal. Ribuan karyawan dari Paramount dan Warner Bros. Discovery diperkirakan kehilangan pekerjaan dalam beberapa bulan mendatang.

Merger ini juga membuat Paramount harus membayar ticking fee sekitar 7 juta dollar AS per hari kepada WBD sejak 1 Oktober karena penyelesaian transaksi tertunda. 

Skydance kini memiliki tiga segmen bisnis, yaitu Studios, Direct-to-Consumer, dan TV Media. Portofolionya mencakup Paramount Pictures, Warner Bros., HBO, HBO Max, Paramount+, Pluto TV, CBS, CNN, CBS Sports, TNT Sports, Nickelodeon, Cartoon Network, MTV, Food Network, BET, HGTV, hingga Comedy Central.