Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Ally, film animasi panjang pertama Bong Joon Ho (zapzee.net)
Anggia Khofifah P

Sutradara peraih Oscar, Bong Joon Ho, bersiap menghadirkan karya terbarunya melalui Ally, film animasi panjang pertamanya yang dijadwalkan tayang di bioskop pada Juli 2027.

Film petualangan yang mengangkat kehidupan makhluk laut dalam ini akan dirilis di Korea Selatan pada bulan yang sama, sementara penayangan perdananya di Prancis dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2027. Untuk wilayah Amerika Serikat, tanggal rilisnya masih belum diumumkan.

Kabar mengenai jadwal penayangan tersebut disampaikan oleh perusahaan produksi Barunson C&C bersama distributor CJ ENM. Setelah mengembangkan proyek ini sejak 2019, Bong akhirnya membawa cerita animasi orisinalnya menuju layar lebar. Ally juga menjadi film panjang pertamanya setelah Mickey 17, film fiksi ilmiah yang dibintangi Robert Pattinson dan dirilis pada 2025.

Berbeda dari sejumlah karya Bong sebelumnya yang dikenal melalui tema sosial, ketegangan, dan kritik terhadap masyarakat, Ally menawarkan petualangan fantasi dengan sentuhan humor serta emosi yang hangat. Ceritanya berpusat pada Ally, seekor cumi-cumi babi muda atau piglet squid yang tinggal di kedalaman Samudra Pasifik Selatan.

Ally memiliki rasa ingin tahu besar terhadap dunia manusia yang berada jauh di atas permukaan laut. Ia bermimpi melihat matahari secara langsung dan menjadi bintang dalam sebuah film dokumenter satwa liar. Namun, kehidupan bawah laut yang selama ini dikenalnya berubah ketika sebuah pesawat misterius jatuh ke lautan.

Peristiwa tersebut membawa Ally dan teman-teman makhluk lautnya ke dalam petualangan tak terduga menuju permukaan. Dalam perjalanan itu, mereka menghadapi berbagai tantangan dan bertemu dengan dunia manusia yang sebelumnya hanya dapat mereka bayangkan. Pengalaman tersebut tidak hanya mengubah kehidupan Ally dan teman-temannya, tetapi juga berpotensi memengaruhi hubungan antara dua dunia yang berbeda.

Dalam mengembangkan Ally, Bong tidak bekerja sendirian. Ia menulis naskah bersama Jason Yu, sutradara film horor Korea Selatan Sleep yang dirilis pada 2023. Proyek ini juga melibatkan seniman dan tenaga produksi dari 12 negara, termasuk Korea Selatan, Prancis, dan Inggris, sehingga menjadi kolaborasi animasi berskala internasional.

Jajaran pengisi suara film ini turut menghadirkan sejumlah nama terkenal. Mereka meliputi Alex Jayne Go, Ayo Edebiri, Bradley Cooper, Dave Bautista, Finn Wolfhard, Rachel House, serta Werner Herzog, sineas yang dikenal melalui karya-karya dokumenternya.

Di balik layar, Ally didukung tenaga kreatif berpengalaman dalam produksi animasi internasional. Kim Jae Hyung, yang pernah terlibat dalam Toy Story 4 dan Inside Out, bertugas sebagai supervisor animasi. Marcin Jakubowski, desainer produksi film animasi Klaus, juga bergabung untuk mengembangkan tampilan visual film. Sementara itu, David Lipman, yang memiliki pengalaman melalui Shrek dan Shrek 2, turut berkontribusi dalam produksi.

Studio efek visual DNEG, yang dikenal melalui film seperti Inception dan Dune, juga terlibat untuk mendukung kualitas visual Ally.

Untuk distribusinya, CJ ENM dan Penture Invest menangani investasi serta penayangan di Korea Selatan, Vietnam, Turki, dan Indonesia. Studio Prancis Pathe turut menjadi investor sekaligus distributor untuk Prancis, kawasan Benelux, Swiss, dan Afrika Barat. Sementara itu, NEON dipercaya menangani distribusi di Amerika Serikat. Perusahaan tersebut sebelumnya mendistribusikan Parasite, film Bong yang memenangkan Palme d'Or di Festival Film Cannes 2019 dan empat penghargaan Oscar.

Dengan jadwal rilis internasional yang mulai ditetapkan, Ally menjadi proyek penting dalam perjalanan kreatif Bong Joon Ho. Film ini tidak hanya menandai debutnya dalam animasi panjang, tetapi juga memperlihatkan upayanya mengeksplorasi dunia baru melalui kisah petualangan yang dapat dinikmati penonton lintas generasi.