Sekar Anindyah Lamase | Agustian Pamungkas
Tom Cruise (Fox News)
Agustian Pamungkas

Tom Cruise selama ini dikenal sebagai jaminan mutlak box office lewat aksi gilanya di Mission: Impossible atau Top Gun. Akan tetapi, nasib sial tampaknya sedang menimpa sang aktor di tahun 2026 ini. Film terbaru yang dibintanginya, Digger, justru dilaporkan jeblok parah di pasaran dan berpotensi mencatatkan sejarah kelam sebagai salah satu film paling rugi sepanjang masa!

Proyek garapan sutradara pemenang Oscar, Alejandro G. Iñárritu, ini awalnya digadang-gadang bakal menjadi mahakarya besar. Kolaborasi antara sutradara jenius dibalik film The Revenant dengan aktor nomor satu Hollywood tentu bikin ekspektasi publik melambung tinggi.

Sayangnya, sejak resmi dirilis ke bioskop pada awal Oktober 2026, performa Digger di tangga box office global benar-benar loyo.

Anggaran Membengkak, Pendapatan Memprihatinkan

Kerugian finansial dalam film Digger. (FilmoFilia)

Salah satu pemicu utama mengapa Digger bisa rugi bandar adalah ongkos produksinya yang terlampau fantastis. Pada awalnya, pihak Warner Bros. menyetujui anggaran produksi sebesar USD 125 juta.

Namun, akibat proses syuting yang molor dan berbagai kendala teknis di lapangan, biaya produksinya membengkak drastis hingga menyentuh angka USD 160 juta sampai USD 180 juta (sekitar Rp2,8 triliun hingga Rp3,2 triliun). Angka tersebut belum termasuk biaya promosi dan pemasaran global yang ditaksir mencapai USD 100 juta.

Mirisnya, modal raksasa itu sama sekali tidak berbanding lurus dengan penjualan tiket bioskop. Pada pekan pembukaannya di kawasan Amerika Utara, film ini hanya mampu mengantongi pendapatan sebesar USD 8 juta. Proyeksi total pendapatan globalnya bahkan diperkirakan hanya mentok di angka USD 50 juta saja.

Padahal, pihak studio menyebutkan bahwa film ini membutuhkan titik impas atau break-even point minimal sekitar USD 300 juta hingga USD 350 juta agar bisa balik modal. Akibat ketimpangan data yang sangat jauh ini, Digger diproyeksikan bakal menelan total kerugian fantastis mencapai USD 245 juta atau setara dengan Rp4,38 triliun!

Transformasi Tom Cruise Bikin Penonton Bingung

Tom Cruise di film Digger. (IMDb)

Secara jalan cerita, Digger sebenarnya membawa premis yang sangat unik dan berani lewat genre komedi gelap bernuansa satir lingkungan. Tom Cruise berperan sebagai Digger Rockwell, seorang miliarder pengusaha minyak arogan yang memicu bencana ekologi besar di Greenland. Demi peran yang keluar dari zona nyaman ini, Tom Cruise melakukan transformasi fisik drastis menggunakan riasan tebal untuk tampil dengan rambut beruban, wajah keriput, perut buncit, hingga berbicara dengan logat aksen Amerika Selatan.

Namun, banyak pengamat menilai langkah promosi yang terlalu merahasiakan detail cerita dan hanya menonjolkan perubahan fisik ekstrem Tom Cruise tersebut justru membuat calon penonton kebingungan. Alhasil, masyarakat enggan datang ke bioskop karena mengira film ini terlalu absurd dan gelap untuk dinikmati sebagai hiburan akhir pekan, sehingga performa penjualannya pun terjun bebas.

Tetap Dapat Pujian dari Sesama Sutradara Film

Sutradara legendaris, Guillermo del Toro. (IMDb)

Meskipun secara finansial babak belur dan mendapat ulasan buruk dari para kritikus arus utama, Digger ternyata tidak sepenuhnya dipandang sebelah mata. Sutradara legendaris peraih Oscar, Guillermo del Toro, pasang badan dan memberikan pujian setinggi langit melalui akun media sosialnya. Menurut Del Toro, Digger adalah sebuah karya seni yang sangat berani, tegas, berskala besar, dan memiliki kompleksitas sinematik luar biasa yang wajib dinikmati di layar lebar.

Tom Cruise sendiri mengaku tidak terlalu ambil pusing dengan kegagalan komersial ini. Dalam sebuah wawancara di siniar (podcast), ia menyampaikan bahwa baginya sebuah film yang baik adalah karya yang mampu melampaui waktu dan bertahan lama. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuat film hanya demi memikirkan performa angka di akhir pekan pembukaan bioskop.

Bagaimanapun juga, nasi sudah menjadi bubur. Kegagalan telak Digger di pasar domestik maupun internasional tetap menjadi tamparan keras bagi industri perfilman Hollywood saat ini. Proyek ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa nama besar seorang bintang papan atas sekelas Tom Cruise dan sutradara pemenang Oscar sekalipun tetap tidak bisa menjadi jaminan mutlak untuk selamat dari ancaman lubang hitam box office!