Hayuning Ratri Hapsari | Fairus Farizki
Suasana panggung pertunjukan komedi “Adili Idola: Celebrity Roast” edisi Reza Arap yang dipadati penonton dengan latar tata lampu dan visual layar bertema kobaran api, Rabu (20/5/2026). (GoldLive Indonesia/Adili Idola)
Fairus Farizki

Dunia stand up comedy Indonesia punya suguhan menarik lewat “Adili Idola”, sebuah pertunjukan yang mengadopsi format celebrity roast ala Amerika. Dalam format ini, figur publik justru duduk sebagai sasaran lelucon para roaster. Hasilnya, penonton bisa melihat sisi lain sang idola melalui candaan yang tajam, spontan, dan menghibur.

Pertunjukan yang digarap Comika.id, perusahaan komedi yang dipimpin Pandji Pragiwaksono, ini telah menghadirkan Fedi Nuril dan Reza Arap sebagai bintang utama dalam dua edisi sebelumnya. Keduanya punya karakter dan latar belakang berbeda sehingga setiap pertunjukan menawarkan warna tersendiri. Kini, perhatian penonton mulai tertuju pada edisi berikutnya yang akan menghadirkan Andre Taulany.

Berawal dari Ajakan Fedi Nuril

Gagasan Adili Idola ternyata bermula dari percakapan sederhana. Dalam podcast Raditya Dika bersama Reza Arap yang diunggah pada 10 Mei 2026, Pandji menceritakan bahwa Fedi Nuril pernah menghubunginya melalui pesan dan bertanya apakah Indonesia sudah memiliki pertunjukan celebrity roast.

Pandji mengaku belum mengetahui adanya format tersebut di Indonesia. Fedi kemudian mengajaknya membuat pertunjukan serupa karena ingin merasakan pengalaman di-roasting. Dari obrolan itu, lahirlah gagasan yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah intellectual property (IP) bernama “Adili Idola”.

Format ini menarik karena selebritas yang biasanya hadir untuk mempromosikan karya atau berbagi cerita. Mereka justru memberikan ruang bagi para roaster untuk mengulik persona publiknya melalui humor. Penonton pun dibuat penasaran dengan materi yang akan dibawakan, termasuk bagaimana sang bintang merespons lelucon tentang dirinya sendiri.

Roasting sebagai Bentuk Perayaan Karier

Bagi Pandji, celebrity roast memiliki makna lebih luas daripada sekadar menjadikan figur publik sebagai sasaran lelucon. Dalam podcast Raditya Dika yang diunggah pada Senin (28/9/2026), Pandji menjelaskan bahwa pertunjukan tersebut adalah perayaan perjalanan karier seorang entertainer.

“Karena gue selalu bilang sebenarnya Celebrity Roast ini adalah perayaan karirnya dia. Malam itu everybody from every phase of your career is going to be there and going to talk about you,” ujar Pandji.

Pandangan tersebut membuat Adili Idola punya daya tarik tersendiri. Penonton tidak hanya menunggu materi roasting dari para komika, tetapi juga ingin melihat perjalanan hidup sang bintang dirangkum melalui candaan dari orang-orang yang mengenal berbagai fase kariernya.

Pandji juga pernah menjelaskan sisi menarik lain dari pertunjukan ini ketika berbincang bersama Reza Arap dan Raditya Dika dalam podcast yang diunggah pada Minggu, 10 Mei 2026. Menurutnya, perhatian penonton tidak selalu berhenti pada orang yang menjadi sasaran roasting.

“Headliner Adili Idola adalah si roaster itu sendiri. Orang mungkin berpikir hiburannya adalah dia yang di-roast. Tapi yang paling ditunggu sebenarnya adalah ketika orang yang di-roasting itu me-roasting semua orang yang nge-roast dia di awal,” jelas Pandji.

Momen balasan tersebut menjadi salah satu hal yang membuat format ini menarik. Sang bintang mendapat kesempatan untuk mengambil alih panggung dan membalas candaan para roaster. Dinamika itu memberi ruang bagi kejutan yang tidak selalu bisa diprediksi penonton.

Roasting sebagai Cara Menertawakan Kehidupan

Dalam konferensi pers Adili Idola edisi Fedi Nuril yang diunggah di kanal YouTube Pandji Pragiwaksono pada Kamis, 23 Oktober 2025, Fedi menyampaikan pandangannya tentang kemampuan menertawakan kehidupan.

“Hidup itu sebenarnya kalau kita pandang dari jauh itu komedi. Tuhan itu Maha Lawak sebenarnya. Dari setiap kejadian berat yang menghancurkan mental, di ujung-ujungnya kita melihat lucu loh sebenarnya ini semua. Kalau udah di titik sampai bisa menertawakan hidup kita sendiri, itu pencapaian yang paling hakiki,” ujar Fedi.

Pandangan serupa muncul dari Nirina Zubir yang melihat kesediaan seorang entertainer untuk di-roasting sebagai ukuran keluwesan dirinya.

“Ini tolak ukur seberapa fleksibelnya seorang entertainer. Kalau sampai dia mau di-roast, berarti dia orangnya asik banget dan menerima banget. Kita butuh keluar ketawa tanpa baper, realistis dan menghiburkan, seru banget ya,” tuturnya dalam konferensi pers tersebut.

Sementara itu, Rangga Yuwarsa sebagai Head of Production Comika juga menjelaskan tujuan mereka menghadirkan format baru ini. “Kami hadir untuk bisa memberikan warna baru di industri komedi yaitu celebrity roast, di mana mudah-mudahan ini bisa diterima oleh penikmat komedi,” ujarnya.

Andre Taulany Jadi Bintang Berikutnya

Setelah Fedi Nuril dan Reza Arap, Adili Idola bersiap menghadirkan Andre Taulany sebagai bintang utama edisi selanjutnya. Pengumuman tersebut telah dipromosikan melalui akun resmi Adili Idola, dengan jadwal pertunjukan yang diarahkan pada akhir Oktober 2026.

Nama Andre membuat edisi berikutnya menarik untuk dinantikan. Pengalamannya di dunia hiburan dan karakter komedinya membuka banyak kemungkinan bagi materi roasting yang akan dibawakan para komika. Penonton pun bisa menunggu bagaimana para roaster mengolah perjalanan karier dan persona publiknya menjadi bahan humor.

Kehadiran Adili Idola memperlihatkan bahwa pertunjukan komedi bisa terus mencari bentuk baru. Format celebrity roast menawarkan pengalaman berbeda bagi penonton sekaligus memberi ruang bagi figur publik untuk menertawakan dirinya sendiri. Kini, giliran Andre Taulany yang akan menjalani pengalaman tersebut di panggung Adili Idola.