Clark Quay, Singapura (Ananta)
Ke Singapura, jangan lewatkan pemandangan indah di sepanjang Clark Quay. Kawasan kuliner yang berada di sepanjang sungai itu berubah gemerlap di malam hari.
Anda bisa duduk-duduk santai di tepi sungai, atau menikmati makan malam bersama teman atau pacar.
Singapura memang memanjakan pengunjung dengan aneka hiburan di malam hari. Salah satunya lampu-lampu yang beraneka warna di malam hari dan dapat Anda jumpai di banyak tempat. Pertunjukan laser memang menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.
Dikirim oleh Ananta, Semarang
Anda memiliki foto atau cerita menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong
Artikel Terkait
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit
-
Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan
Foto
-
Lari dan Nikmati Alam Bebas di Situ Gunung, Sukabumi
-
Viral Lewat Tiktok, 10 Potret Jebung yang Kini Jadi Penyanyi Idola
-
Romantis Banget! Ini Dia 10 Potret Pernikahan Sarah Gibson dan Diska Resha
-
7 Selebgram dengan Gaya Colorful, Tampil Percaya Diri dengan Penuh Warna
-
Indahnya Melihat Sunset di Pantai Walakiri Sumba
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong