Pasca diumumkannya regulasi penggunaan pemain asing di Liga 1 Indonesia musim depan, para klub kontestan kompetisi mulai berbenah dan memburu para pemain asing yang sesuai dengan keinginan mereka. Sekadar informasi, dalam kompetisi mendatang, setiap klub boleh mendaftarkan enam pemain asing sekaligus, di mana lima pemain bebas berasal dari negara mana saja dan satu pemain yang berasal dari kawasan Asean.
Berkenaan dengan hal tersebut, klub-klub Liga 1 Indonesia pun mulai mencari target para pemain terbaik yang berada di kawasan Asia Tenggara. Salah satu nama yang mengemuka adalah bek kiri andalan Vietnam, Doan van Hao, yang dikabarkan didekati oleh klub Liga 1 Indonesia.
Namun sayangnya, kabar kurang mengenakkan justru dihembuskan oleh media olah raga Vietnam, thethao247.vn yang menyatakan bahwa harga pemain yang satu ini mahal untuk klub-klub Indonesia yang meminatinya.
Jika dicermati dari laman transfermarkt.com, harga pemain yang kini berusia 24 tahun tersebut berkisar di angka 275 ribu euro atau setara dengan 3,9 miliar rupiah. Sebuah harga yang tinggi memang untuk kelas Asia Tenggara, namun bukan tak mungkin dapat ditebus dengan mudah oleh klub-klub peserta Liga 1 Indonesia.
Pasalnya, jika klub Liga 1 Indonesia sudah menentukan target pemain, mereka bahkan berani menebusnya dengan harga tinggi. Sekadar membandingkan saja, harga pasaran yang melekat pada Doan van Hao, masih dapat dikatakan tidaklah tinggi-tinggi amat bagi klub-klub mapan di Liga 1 Indonesia.
Seperti contoh, kita ambil skuat Bali United, di klub asal Bali tersebut saja terdapat beberapa pemain yang didatangkan oleh Serdadu Tridatu dengan harga fantastis seperti Eber Bessa (350 ribu Euro), Privat Mbarga (350 ribu Euro) dan Brwa Nouri yang berharga 325 ribu Euro.
Atau bahkan kita bandingkan dengan Persija Jakarta yang memiliki pemain-pemain asing dengan tebusan luar biasa tinggi seperti Michael Krmencik yang seharga 900 ribu Euro, Hanno Behrens yang ditebus dengan harga 450 ribu Euro, atau Ondrej Kudela yang memiliki tebusan 350 ribu Euro.
Jadi, dengan harga Doan Van Hau yang masih di angka 275 ribu Euro, tentu tak akan sulit bagi klub Liga 1 Indonesia yang memang benar-benar berniat untuk menggunakan jasanya untuk mengarungi kerasnya kompetisi di Indonesia.
Kalau menurut prediksi teman-teman, kira-kira si Doan Van Hau ini bakal berlabuh ke Liga Indonesia atau tidak nih?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Genderang Perang Sudah Ditabuh, namun Dunia Tak Lagi Menyambut Riuh
-
Harga Pertamax Naik, Rakyat Kecil Kini 'Dipaksa' Olahraga Gratis di SPBU
-
Kesakralan Bulan Juni dan Pandangan Sederhana Saya Terkait Kesempurnaan Ide Pancasila
-
Visi Tinggi Presiden Prabowo dan Krisis Literasi Nasional yang Menjadi Karang Penghalang Besar
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
Artikel Terkait
-
Pede Banget! Media Vietnam Pamer Klaim Harga Doan Van Hau Mahal untuk Liga 1 Indonesia
-
Daisuke Sato Pilih Tinggalkan Persib Bandung, Media Vietnam Sebut Begini
-
Lagi Lagi Iri! Jelang FIFA Matchday Indonesia Lawan Argentina, Media Vietnam Sebut Lionel Messi Gak Akan Main
-
4 Pemain ASEAN Berkualitas Layak Direkrut Klub Liga 1 Indonesia
-
9 Pesepak Bola Asia Tenggara Akan Ramaikan Liga 1 Indonesia Musim 2023-2024
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Genderang Perang Sudah Ditabuh, namun Dunia Tak Lagi Menyambut Riuh
-
The Last Dance! Messi dan Ronaldo Berpotensi Jalani Piala Dunia Terakhir
-
Wajib Tahu! Ini 4 Perubahan Aturan yang Akan Diterapkan di Piala Dunia 2026
-
Motor 3 Roda? Harley-Davidson Perkenalkan CVO Street Glide 3 Limited 2026
-
Piala Dunia 2026 Disebut yang Terbesar Sepanjang Masa, Ini Alasannya!
Terkini
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia