Timnas Indonesia akan melawann Turkmenistan dalam FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pda Jumat (8/9/2023) hari ini. Diketahui sebelum pertandingan kontra dengan Indonesia, Turkmenistan menang atas Chinese Taipe dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2024.
Turkmenistan membantai Chinese Taipe dengan skor kemenangan telak 4-0. Kekuatan Turkmenistan ini tak boleh diremehkan oleh skuad Garuda.
BACA JUGA: Naturalisasi Jay Idzes Dipercepat, PSSI Masih Cari Pemain Keturunan Grade A untuk Timnas Indonesia
Egy Maulana Vikri sebagai salah satu pemain membela timnas dalam laga FIFA Matchday menuturkan jika staf pelatih telah membocorkan kekakuatan lawan.
"Kita sudah dikasih video lawan kita nanti (Turkmenistan), jadi beberapa pemain sudah menonton bagaimana mainnya mereka dan nanti akan ada video meeting juga untuk melihat lagi secara detail permainan lawan," ucap Egy Maulana Vikri dari tayangan kanal YouTube PSSI.
Meskipun sudah mengetahui permainan lawan tetapi pemain berusia 23 tahun ini tetap fokus ke taktik sendiri.
"Mungkin lebih fokus ke taktik apa yang akan kita lakuin di pertandingan nanti, jadi kita harus fokus dan melaksanakan apa yang diinginkan pelatih," kata Egy.
BACA JUGA: Ketar-ketir, Elkan Baggott Waspadai Satu Pemain Turkmenistan yang Dianggapnya Berbahaya
"Mungkin itu nanti waktu Coach Shin datang dan dia melihat video latihan kita, baru melaksanakan video meeting dan apa kekurangan yang kita lakukan dikasih tahu pada saat itu. Jadi saat ini lebih fokus ke tim kita sendiri bagaimana kita menjalankan apa yang diinginkan pelatih," jelasnya.
Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong sekarang sudah berada di Surabaya. Walau tidak memimpin latihan secara langsung, ia akan mendampingi timnas berjuang menang dari Turkmenistan.
Jika Timnas Indonesia berhasil menang dari Turkmenistan menjadi hal bagus untuk memperbaiki ranking FIFA. Ranking Indonesia di FIFA untuk saat ini diposisi 150, sedangkan ranking Turkmenistan 138.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam
-
Keanekaragaman Hayati Diajarkan di Kelas, Dihancurkan di Dunia Nyata
-
Kacang Hijau: Penyelamat Sawah Saat Kemarau dan Jalan Rezeki Tak Terduga
-
Ghost in the Shell Umumkan Proyek Anime Baru, Science SARU Kembali Produksi
-
Mengingat Kembali Kelamnya Tragedi Orde Baru Lewat 3 Novel Fiksi Ini
Artikel Terkait
Hobi
-
Pola Pikir Baru Marc Marquez: Tak Ada Lagi Beban Juara, Siap Pensiun Kapan Saja
-
Menyelami Dunia Filateli, Saat Sejarah dan Kisah Dunia Tersimpan dalam Prangko
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
-
Arc Raiders dan The Finals Resmi Diadaptasi Jadi Film dan Serial TV
-
Google dan Unity Siapkan AI untuk Bikin Game Tanpa Perlu Banyak Coding
Terkini
-
Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam
-
Keanekaragaman Hayati Diajarkan di Kelas, Dihancurkan di Dunia Nyata
-
Kacang Hijau: Penyelamat Sawah Saat Kemarau dan Jalan Rezeki Tak Terduga
-
Ghost in the Shell Umumkan Proyek Anime Baru, Science SARU Kembali Produksi
-
Mengingat Kembali Kelamnya Tragedi Orde Baru Lewat 3 Novel Fiksi Ini