Pelatih Timnas Indonesia senior, Shin Tae Yong merilis secara resmi nama-nama pemain untuk menjalani dua laga awal babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua. Melalui laman resmi federasi, pssi.org, pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut memanggil 27 nama untuk laga berat kontra Iraq dan Filipina.
Namun, pemanggilan yang dilakukan oleh coach Shin Tae Yong tersebut justru menyisakan sebuah keunikan dan membuat para pencinta sepak bola nasional mengernyitkan dahi. Pasalnya, dari nama-nama yang dipanggil, mantan pelatih Timnas Korea Selatan tersebut justru memanggil skuat dengan komposisi yang minim untuk posisi gelandang bertahan.
BACA JUGA: Hadapi Persis Solo, PSS Sleman Mencoba Keluar dari Rentetan Hasil Buruk di Liga 1
Hal ini terbilang unik, mengingat Indonesia akan menghadapi Iraq yang notabene merupakan salah satu kekuatan utama di persepakbolaan benua Asia. Sekadar informasi, rilis resmi PSSI mencantumkan 9 nama pemain di sektor tengah. Namun, dari 9 nama tersebut hanya Rachmat Irianto saja yang sudah terbiasa memainkan posisi sebagai gelandang bertahan.
Akan sangat besar kemungkinan, nantinya coach STY akan mengandalkan pemain-pemain yang memiliki versatile tinggi. Informasi tambahan, versatile dalam dunia sepak bola merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan seorang pemain dalam menjalankan peran di luar posisi aslinya. Semakin tinggi versatile seorang pemain, maka semakin banyak pula posisi yang bisa dia mainkan.
Dan itulah yang nantinya akan dimaksimalkan oleh coach Shin, mengingat minimnya pemain di sektor gelandang bertahan. Selain mendaulat Rachmat Irianto yang sejatinya adalah pemain belakang sebagai gelandang bertahan atau bahkan anchor, coach Shin Tae Yong juga bisa menarik mundur Marc Klok dari posisi aslinya sebagai gelandang tengah.
BACA JUGA: Jelang Lawan Irak, Shin Tae-yong Disebut Lakukan Blunder di Tubuh Timnas Indonesia
Selain Irianto dan Marc Klok yang bisa dimaksimalkan sebagai geladang bertahan, tiga nama lain juga bisa diplot di posisi tersebut. Shayne Pattynama, Sandy Walsh, hingga Asnawi Mangkualam bisa saja ditempatkan strip kedua persis depan garis pertahanan timnas Indonesia nanti.
Sebuah pilihan yang sangat unik memang, menempatkan mereka bukan di posisi aslinya. Namun mengingat versatile mereka yang tinggi, baik Sandy, Shayne maupun Asnawi akan sangat mungkin bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
Lantas, mengapa tak memilih Arkhan Fikri? Dengan pengalaman yang masih minim, akan sangat riskan jika memasang Arkhan di laga berat kontra Iraq.
Ah, semakin penasaran dengan strategi yang disiapkan coach Shin Tae Yong!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026 dan Lionel Messi: Akhir yang Penuh Nestapa bagi sang Legenda
Artikel Terkait
-
Profil Bima Sakti: Ini Jejak Karier Kepelatihannya, Siap Bawa Timnas U-17 Hancurkan Ekuador
-
Profil Maouri Ananda Yves, Pemain Keturunan Prancis Dicoret Bima Sakti dari Timnas U-17
-
Dirumorkan Diminati PSSI, Berikut Profil Striker Dean Zandbergen
-
Piala Dunia U-17: Pelatih Timnas Ekuador Bingung Stadion di Indonesia Ada di Tengah Sawah
-
Jelang Lawan Irak, Shin Tae-yong Disebut Lakukan Blunder di Tubuh Timnas Indonesia
Hobi
-
Jadwal Piala Presiden Hari Ini: Persib dan Arema Jalani Laga Penentu
-
Mitchell Baker Langsung Hattrick, Garuda Temukan Predator Kotak Penalti
-
Hasil Piala AFF 2026: Tiga Gol Mitchell Baker Bawa Indonesia Hajar Kamboja
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Bos Aprilia Puji Marc Marquez: Dia Favorit Juara Dunia Musim Ini
Terkini
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
Magang Berkepanjangan: Bekal Karier atau Bentuk Eksploitasi Anak Muda?
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum