Sebuah kejutan besar dikirimkan oleh Shin Tae-yong pada laga melawan Vietnam di lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Putaran kedua. Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Kamis (21/3/2024) itu, pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut menurunkan komposisi skuat yang cukup membuat para pencinta sepak bola nasional mengernyitkan dahi.
Menyadur laman lapangbola.com (21/3/2024), coach Shin menurunkan beberapa pemain yang pastinya di luar prediksi khalayak. Selain Hokky Caraka yang dijadikan sebagai sebelas pertama di posisi striker, terdapat nama penjaga gawang Muhammad Adi Satryo yang diplot oleh STY menjadi penjaga gawang utama pada pertandingan tersebut.
Hal ini tentunya cukup mengherankan, pasalnya di skuat Timnas Indonesia sendiri saat ini terdapat dua penjaga gawang yang secara pengalaman bertanding internasional memiliki catatan yang lebih baik daripada penjaga gawang PSIS Semarang tersebut.
Sebut saja Nadeo Argawinata, jika kita menyadur laman transfermarkt.com, pemain Borneo FC ini telah memiliki 24 caps bersama Pasukan Merah Putih. Atau Muhammad Riyandi, yang sejauh ini telah memiliki 5 penampilan bersama Pasukan Garuda.
Namun, alih-alih menurunkan Nadeo ataupun Riyandi di laga tersebut, STY justru mempercayakan pengawalan di bawah mistar kepada Adi Satryo, yang secara statistik baru mencatatkan satu caps saat Indonesia beruji coba melawan Oman pada 29 Mei 2021 lalu.
Bukannya apa-apa, namun tentu saja para pencinta Timnas Indonesia khawatir dengan penampilan yang akan ditunjukkan oleh Adi Satryo. Pasalnya, pemain ini diturunkan oleh STY justru ketika Pasukan Garuda harus menjalani pertarungan ketat melawan Vietnam dengan tuntutan poin penuh.
Secara logika, mengingat ketatnya pertarungan melawan Vietnam ini, seharusnya STY lebih memilih kiper yang memiliki pengalaman untuk dipasrahi menjaga gawang timnya bukan? Namun pada kenyataannya, coach Shin justru menurunkan Adi Satryo yang juga berstatus sebagai penjaga gawang termuda dalam skuatnya kali ini.
Sebuah keputusan yang hampir saja mendatangkan cemoohan, ketika sang kiper melakukan sebuah kesalahan elementer di menit-menit akhir jelang babak pertama usai, di mana tangkapan bolanya kurang lengket dan berpotensi membuat gawang Garuda kebobolan.
Namun beruntungnya, hingga pertarungan usai, Adi Satryo tak kebobolan, sehingga keputusan kurang populis STY kali ini tak menjadi bahan bulan-bulanan oleh para penggemar sepak bola di negeri ini.
Kira-kira di laga kedua tanggal 26 Maret mendatang, siapa yang akan menjadi penjaga gawang utama Timnas Indonesia ya?
Baca Juga
-
Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
Artikel Terkait
-
Hasil Negara ASEAN di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Cuma Indonesia yang Menang, Thailand Imbangi Korsel
-
3 Pemain Timnas Indonesia yang Tampil Luar Biasa saat Tumbangkan Vietnam
-
Justin Hubner Menangis usai Timnas Indonesia Menang atas Vietnam
-
Rumput Rusak, Media Vietnam Sebut Lapangan SUGBK Seperti Ladang
-
Pelatih Vietnam: Jepang juga Kalah dari Indonesia
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Mengambil Pelajaran tentang Bahaya Perang Opini di Novel Bungkam Suara
-
Novel Tanah Para Bandit: Ketika Penegak Hukum Justru Terlibat Kejahatan
-
Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru
-
Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS
-
Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?