Gelaran Piala AFF U-19 menjadi panggung pembuktian bagi bakat-bakat muda yang sebelumnya tak pernah tersorot luas di persepakbolaan Indonesia.
Meskipun sebelumnya para pemain tersebut belum begitu dikenal publik, namun melalui ajang sepak bola kelompok umur 19 tahun di regional Asia Tenggara inilah yang pada akhirnya membuat nama mereka meroket dan dikenal publik.
Salah satunya adalah Arlyansyah Abdulmanan yang memperkuat Timnas Indonesia. Sebelum gelaran Piala AFF U-19 dimulai, para pencinta sepak bola nasional tentunya sebagian besar masih asing dengan nama pemain yang kini memperkuat Persija Jakarta tersebut.
Namun demikian, meskipun belum memiliki nama besar di blantika persepakbolaan dalam negeri, bukan berarti pemain yang satu ini minim kualitas. Alih-alih menjadi pemain pengganti atau pelengkap, pemain berusia 18 tahun itu justru menjadi andalan utama coach Indra Sjafri di lini serang Pasukan Garuda Muda.
Hal ini terbukti dari statistik pertandingan yang dirilis oleh laman Transfermarkt, di mana dalam dua pertandingan yang telah dijalani oleh Timnas Indonesia U-19, dirinya menjadi sosok yang begitu diandalkan oleh sang pelatih.
Bahkan, meskipun di laga kedua melawan Kamboja coach Indra merombak total lini penyerangan, namun Arlyansyah tetap mendapatkan kepercayaan dari sang pelatih untuk memainkan laga hingga usai.
Walaupun kini Arlyansyah menjadi pemain andalan coach Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-19, namun ternyata dirinya merupakan "temuan baru" dari sang pelatih.
Melansir laman Transfermarkt.com, Arlyansyah baru memulai debutnya di Timnas Indonesia kelompok umur pada 26 Januari 2024 lalu, ketika Indonesia melakoni laga uji coba melawan Thailand U-20.
Setelah itu, coach Indra seperti tersihir dengan kemampuannya, sehingga mempertahankan keberadaan Arlyansyah, termasuk ketika turun di Maurice Revello Tournament di Prancis pada bulan Maret lalu.
Uniknya lagi, meskipun saat ini Arlyansyah menjadi andalan dari Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-19, namun ternyata dirinya tidaklah memiliki karier yang berjenjang di Timnas Kelompok Umur.
Berbeda dengan pemain-pemain lain yang mengawali karier Timnas mereka melalui jenjang yang lebih muda, namun Arlyansyah ini sama sekali tak pernah tergabung di Timnas U-15, Timnas U-16, Timnas U-17, atau bahkan Timnas kelompok umur lainnya.
Namun demikian, meskipun tak pernah tergabung di Timnas kelompok umur sebelumnya, bukan berarti seorang pemain tak layak untuk membela Timnas Indonesia pada jenjang yang berada di atasnya bukan? Arlyansyah Abdulmanan buktinya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026 dan Lionel Messi: Akhir yang Penuh Nestapa bagi sang Legenda
Artikel Terkait
-
Profil dan Agama Jens Raven, Sosok Striker Tinggi Bintang Muda Timnas U-19 Tuai Perhatian
-
STY Lirik Dong! Elkan Baggott Tampil 'Gila' Jadi Pemain Pengganti Bek Inggris, Ipswich Town Jadi Kebal Serangan
-
Maarten Paes Geser Yah, Shin Tae-yong Nih Ada Kiper Keturunan Rp 5,2 Miliar di Liga Jerman Bisa Dinaturalisasi
-
Sabar atau Disyukuri Saja? Jay Idzes Bongkar Efek Samping Tak Terduga Setelah Tenar Jadi Pemain Timnas Indonesia
-
Siapa Marcus James Younis? Kapten Australia yang Heran Ada Pohon di Tribune Stadion 10 November
Hobi
-
Jadwal Piala Presiden Hari Ini: Persib dan Arema Jalani Laga Penentu
-
Mitchell Baker Langsung Hattrick, Garuda Temukan Predator Kotak Penalti
-
Hasil Piala AFF 2026: Tiga Gol Mitchell Baker Bawa Indonesia Hajar Kamboja
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Bos Aprilia Puji Marc Marquez: Dia Favorit Juara Dunia Musim Ini
Terkini
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
Magang Berkepanjangan: Bekal Karier atau Bentuk Eksploitasi Anak Muda?
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum