Princess Sirivannavari Thailand Masters 2026 menjadi panggung istimewa bagi Indonesia yang menjadi juara umum dengan memborong empat gelar juara dan dua runner-up usai gelaran laga final pada Minggu (1/02/2026) di Nimibutr Stadium, Bangkok, Thailand.
Dua gelar di antaranya didapatkan dari laga All-Indonesian Final untuk sektor ganda putra dan ganda campuran. Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil sukses naik podium juara di Thailand Masters 2026.
Leo/Bagas memastikan gelar mereka dengan mengalahkan juniornya di Pelatnas, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Unggul mudah di gim pertama, Leo/Bagas sempat dibuat kewalahan pada awal gim kedua oleh Indra/Joaquin. Tertinggal menjelang interval, mental Leo/Bagas diuji. Ketenangan pun menjadi kunci membalikkan keadaan dan pelan-pelan menyusul Indra/Joaquin. Banyak badminton lovers berharap laga ini berlangsung sengit hingga rubber set, tetapi tampaknya ambisi Leo/Bagas berbicara lain.
Usai 35 menit berlaga, Leo/Bagas menyudahi perlawanan Indra/Joaquin dan menang straight game 21-10, 21-17. Thailand Masters 2026 pun menjadi gelar kedua untuk Leo/Bagas sejak ditandemkan, setelah sebelumnya naik podium Korea Open 2024. Meski Indra/Joaquin kalah dan harus puas hanya menjadi runner-up, setidaknya fakta All-Indonesian Final di nomor ganda putra kali ini menjadi bukti bahwa regenerasi ganda putra Indonesia masih terus berlanjut di tangan atlet muda potensial.
Beralih ke final di nomor ganda campuran, Adnan/Indah sukses membuktikan konsistensi dan dominasi atas Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti. Di pertemuan ketiga mereka, Adnan/Indah kembali meraih kemenangan tanpa memberi kesempatan bagi Bobby/Melati untuk revans. Sempat kecolongan di gim pertama, Adnan/Indah membalas dengan dua kemenangan beruntun. Laga rubber yang sengit pun berlangsung di poin-poin kritis. Setelah 62 menit, Adnan/Indah memastikan keunggulan 18-21, 21-19, dan 21-17 atas Bobby/Melati.
Gelar Super 300 di Thailand ini menjadi podium kedua bagi Adnan/Indah setelah Vietnam Open 2024 level Super. Menariknya, dua gelar Adnan/Indah sama-sama didapatkan dari laga "perang saudara".
Dua gelar Indonesia lainnya di Thailand Masters 2026 dipersembahkan oleh wakil tunggal putra dan ganda putri yang pertandingannya berlangsung tidak kalah sengit. Bahkan, laga di nomor tunggal putra berujung pada momen emosional di pinggir lapangan.
Moh. Zaki Ubaidillah memberikan penampilan terbaiknya saat melawan satu-satunya wakil tuan rumah di laga final kali ini, Panitchaphon Teeraratsakul. Ubed, sapaan akrab atlet 18 tahun asal Madura ini, mencatatkan gelar Super 300 perdananya. Laga penutup antara Ubed dan Teeraratsakul berlangsung sangat ketat lewat drama rubber game yang sengit. Mentalitas Ubed diuji mengingat ia bertanding bukan hanya melawan Teeraratsakul, melainkan juga publik tuan rumah.
Setelah berlaga selama 78 menit, Ubed berhasil mengandaskan asa Teeraratsakul untuk naik podium di hadapan publik sendiri. Ubed menang rubber 21-19, 20-22, dan 21-19 atas Teeraratsakul. Momen emosional pun terekam pada detik kemenangan Ubed, termasuk di sudut lapangan bersama pelatihnya, Indra Wijaya.
Ubed bukan hanya menjadi juara di turnamen Super 300, melainkan juga membuka mata dunia bahwa tunggal putra Indonesia tidak hanya memiliki Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan Alwi Farhan, tetapi juga Moh. Zaki Ubaidillah.
Satu gelar lainnya menjadi milik Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti usai menjegal ambisi Bao Lijing/Li Yijing, ganda muda China. Pertandingan tiga gim juga mewarnai laga Tiwi/Fadia kontra Bao/Li pada match pertama. Kekuatan (power), fokus, teknik, dan stamina Tiwi/Fadia diuji saat menghadapi Bao/Li yang sangat ulet. Namun, akhirnya Tiwi/Fadia berhasil menuntaskan laga dengan kemenangan 15-21, 21-15, dan 21-18 atas Bao/Li.
Menariknya, hasil yang didapat ini merupakan gelar back-to-back untuk Fadia. Thailand Masters 2026 merupakan podium kedua beruntun setelah sebelumnya Fadia sukses menjuarai Thailand Masters 2025 bersama pasangan berbeda. Saat itu Fadia masih berpartner dengan Lanny Tria Mayasari yang saat ini ditandemkan dengan Apriyani Rahayu. Pencapaian Fadia tentu menjadi hasil yang positif ke depannya agar bisa meraih prestasi lain bersama Tiwi.
Baca Juga
-
Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?
-
Gen Z dan Rasa Bersalah saat Rehat Sejenak: Jebakan Budaya Produktivitas?
-
Gaji Masuk Langsung Habis: Bisakah Sukses Self-Reward Tanpa Nabung Air Mata?
-
Stop Merasa Nggak Enakan! Ini Alasan Perempuan Wajib Berani Nego Gaji Saat 'Interview'
-
Jangan Tunggu Burnout: Pentingnya Ambil Ruang Jeda Sebagai Kebiasaan Rutin
Artikel Terkait
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
Hobi
-
Jawaban Cerdas John Herdman atas Kecurigaan Kemenangan 9-2 Timnas Indonesia
-
Usai Hajar Bangladesh 9-2, John Herdman Girang Hadapi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Bangladesh: Misi Menang Besar demi Tiket Final
-
2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!
-
Jadwal MotoGP Jepang 2026: Sengitnya Rivalitas Jorge Martin dan Marc Marquez
Terkini
-
4 Acne Serum Centella Asiatica, Kurangi Rasa Gatal pada Jerawat Meradang
-
Tapas Resmi Tutup Akhir Maret 2027, Ini Dampaknya bagi Pembaca dan Kreator
-
Jeongyeon TWICE akan Debut Film di New Recruit: Haunted Military Hospital
-
Sinopsis To Defy the Stars, Dracin Ao Rui Peng dan Zhang Miao Yi di WeTV
-
Kancil dan Gerimis di Lembah Ranting Kering