Sekar Anindyah Lamase | Christian Fabio
Kolaborasi Stellar Blade dan Bayonetta (Shift Up)
Christian Fabio

Bayonetta mungkin belum selesai. PlatinumGames tampaknya masih punya rencana untuk sang penyihir ikonik, meski belum siap mengungkap apakah game baru sedang dikembangkan. Harapan ini muncul setelah kolaborasi dengan Stellar Blade, yang akan menghadirkan empat kostum bertema Bayonetta dalam Stellar Blade Complete Edition untuk Nintendo Switch 2 pada November mendatang.

Pembicaraan mengenai masa depan Bayonetta semakin menarik setelah Atsushi Inaba, President PlatinumGames, bertemu dengan Kim Hyung-tae, CEO Shift Up sekaligus Director Stellar Blade, dalam wawancara bersama Famitsu. Keduanya ternyata sama-sama terbuka terhadap kemungkinan kolaborasi yang lebih besar, bahkan sampai melibatkan desain karakter untuk proyek berikutnya.

Kim sendiri mengaku Bayonetta punya tempat spesial dalam hidupnya dan termasuk salah satu game favoritnya. Ketika merancang kostum Black Dress untuk Stellar Blade, ia sengaja menahan diri agar desainnya tidak terlalu jauh dari identitas Bayonetta. Hasilnya menjadi bentuk penghormatan terhadap karakter tersebut, sekaligus menunjukkan bagaimana gaya visual Stellar Blade bisa dipadukan dengan ciri khas seri buatan PlatinumGames.

Menurut artikel Eurogamer, pembicaraan antara Inaba dan Kim memperlihatkan bahwa kolaborasi Bayonetta dan Stellar Blade bukan hanya soal kostum crossover, tetapi juga membuka ruang untuk membahas masa depan sang penyihir. Inaba mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan Bayonetta sebagai karakter dan memperluas dunianya, meski belum memberikan kepastian mengenai game baru.

Menariknya, obrolan kedua studio tidak berhenti pada kostum crossover. Kim bahkan sempat bercanda ingin ikut merancang karakter untuk game PlatinumGames berikutnya. Inaba menanggapi ide tersebut dengan santai dan mengakui desain karakter dari Shift Up mungkin akan menarik secara komersial. Pertemuan kedua pimpinan studio ini mengisyaratkan peluang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari keterlibatan dalam desain karakter hingga kemungkinan kedua tim menghasilkan sesuatu yang lebih besar jika bekerja bersama.

Harapan akan kelanjutan Bayonetta memang muncul setelah beberapa tahun yang cukup sunyi. Hideki Kamiya, kreator seri ini, meninggalkan PlatinumGames pada 2023. Director Bayonetta 3, Yusuke Miyata, juga sudah hengkang, disusul sejumlah tokoh penting lain di studio tersebut. Kondisi ini sempat membuat masa depan franchise terasa tidak pasti.

Dilansir pada artikel Rock Paper Shotgun, kepergian sejumlah tokoh penting PlatinumGames sempat membuat kelanjutan Bayonetta terlihat semakin tidak menentu. Namun, pernyataan Inaba tentang keinginannya memperluas karakter dan dunia Bayonetta kembali memberi alasan bagi penggemar untuk berharap, meskipun belum jelas apakah rencana tersebut akan berujung pada game baru atau bentuk proyek lainnya.

Sementara itu, kolaborasi dengan Stellar Blade menjadi langkah nyata yang bisa dinantikan lebih dulu. Versi Nintendo Switch 2 menghadapi tantangan optimasi untuk mode handheld dan docked, tetapi tim menargetkan performa mendekati 60 FPS. Seluruh data game juga akan tersedia di cartridge fisik, bukan key-card.

Untuk sekarang, penggemar sebaiknya belum menganggap Bayonetta 4 sudah pasti hadir. Namun, ketika President PlatinumGames sendiri mengungkap keinginannya memperluas dunia sang penyihir, kolaborasi dengan Shift Up terasa lebih menarik dari sekadar tambahan kostum. Bisa jadi, inilah awal dari sesuatu yang lebih besar.