Indonesia baru saja menyelenggarakan event bertaraf internasional yaitu gelaran MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit atau yang biasa disebut dengan Sirkuit Mandalika. Hiruk pikuk gelaran MotoGP ini bahkan sudah terasa jauh-jauh hari sebelum event ini digelar, maklum saja MotoGP adalah ajang paling prestisius di balapan motor, tentu semua orang menantikannya khususnya para penggemar MotoGP.
Perlu diketahui Indonesia telah sering mengadakan event bertaraf internasional mulai dari SEA Games, Asian Games, pertandingan sepak bola yang mendatangkan klub-klub top sepak bola dunia dengan pemain-pemain bintangnya, turnamen bulu tangkis atau badminton bertaraf internasional, MotoGP, dan event-event bertaraf internasional lainnya.
Event-event atau ajang taraf internasional tersebut tentulah membawa dampak bagi Indonesia khusus dalam hal ini adalah citra negara dan ekonomi masyarakat. Citra negara akan dilihat bagaimana cara negara tersebut mengelola suatu event, dari awal penyambutan tamu contohnya, pengelolaan acara, hingga para tamu atau peserta pulang ke negara asal. Citra suatu negara dipertaruhkan di event-event taraf internasional, jika citra yang didapatkan oleh suatu negara baik maka penilaian positif tersebut akan berdampai baik bagi negara tersebut dalam hal ini adalah Indonesia, mulai dari tertariknya kerjasama antar negara, tertariknya investor untuk berinvestasi atau menanamkan modal di Indonesia yang diharapkan hal tersebut dapat berdampak positif bagi Indonesia.
Tidak hanya citra negara
Di samping dampak citra negara, event-event internasional atau ajang internasional juga berdampak pada ekonomi masyarakat. event-event internasional yang digelar dapat menjadi kesempatan yang baik untuk ekonomi masyarakat contoh saat gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika banyak penginapan-penginapan atau homestay yang terisi oleh para wisatawan, souvenir-souvenir yang banyak diburu oleh para wisatawan, serta kuliner-kuliner khas dari Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya Lombok yang banyak diincar oleh para wisatawan, tidak hanya itu perhatian yang besar atau sorotan yang besar dari masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia di ajang event-event internasional contohnya ajang MotoGP kemarin secara tidak langsung menjadi ajang promosi yang sangat baik bagi ekonomi masyarakat khususnya masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) atau Lombok.
Dapat dimanfaatkan dengan baik
Tentunya ajang internasional atau event-event internasional harus dimanfaatkan dengan baik serta harus menjadi penilaian yang positif karena hanya dengan cara seperti itu dampak event-event internasional bisa dipetik manfaat positifnya tidak hanya untuk citra sebuah negara tetapi juga untuk ekonomi masyarakatnya. Jangan sampai kesempatan menggelar event internasional atau ajang internasional malah mencoreng citra suatu negara dan membuat dampak negatif bagi ekonomi masyarakat, tentu hal seperti harus dihindari dan dicegah.
Perencanaan yang matang menjadi salah satu usaha untuk menjadikan ajang internasional dapat berdampak positif bagi suatu negara, dengan adanya perencanaan yang matang maka suksesnya suatu event internasional atau ajang internasional akan dapat tercapai.
Saatnya memetik dan mengelola
Jika event internasional atau ajang internasional telah selesai maka saatnya memetik dari dampak yang didapat oleh event internasional tersebut, dengan disertai pengelolaan yang baik agar jika dampak positif telah didapat maka harus bisa dipertahankan dengan usaha untuk meningkatkan kualitas agar dampak positif itu semakin besar manfaatnya. Sekali lagi, tidak hanya untuk citra negara tetapi juga untuk ekonomi masyarakat.
Tag
Baca Juga
-
Program Makan Bergizi Gratis: Berkah atau Beban? Menanti Hasil dan Manfaat di Tengah Anggaran Fantastis
-
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Gelar Seminar Pencegahan Stunting
-
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Gamping Berpartisipasi di MJE 2023
-
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Gelar Peringatan World Prematurity Day 2023
-
Ini 7 Tips Membersihkan Sistem Komputer agar Mendapatkan Performa Optimal
Artikel Terkait
-
Sprint Race MotoGP Amerika 2025, Pecco Bagnaia Mulai Beri Perlawanan
-
Target 2029, Emiten HUMI Mulai Susun Roadmap Bisnis Pelayaran Keberlanjutan
-
Peringatan Dini Tsunami di Underpass Bandara YIA, BNPB: Supaya Masyarakat Waspada, Bukan Menakuti
-
Bukan Pecco Bagnaia, Marc Marquez Sebut Adiknya Sebagai Pesaing Utama
-
Beli Tiket Race Sepang Grand Prix of Malaysia 2025 Makin Hemat Lewat BRImo
Kolom
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
Menelisik Kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan dan Politik Indonesia
-
Penurunan Harga BBM: Strategi Pertamina atau Sekadar Pengalihan Isu?
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Ketimpangan Ekonomi dan Pembangunan dalam Fenomena Urbanisasi Pasca-Lebaran
Terkini
-
Lee Shin Young Akan Bergabung dalam Drama 'The Moon Flows Over the River'
-
Tayang Mei, Bae Doo Na Alami Cinta Tak Terkendali dalam Film Korea Virus
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat