Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
The King's Warden (X/soompi)
Anggia Khofifah P

Film sejarah The King's Warden berhasil menembus angka 10 juta penonton hanya dalam waktu 31 hari sejak penayangannya di bioskop.

Dikutip dari Soompi, Dewan Film Korea (Korean Film Council) mengumumkan pada 6 Maret bahwa The King's Warden secara resmi melampaui 10 juta penonton kumulatif pada pukul 18.30 KST. Film yang pertama kali dirilis pada 4 Februari tersebut berhasil mencapai angka tersebut dalam waktu sekitar satu bulan.

Dengan keberhasilan tersebut, The King's Warden kini tercatat sebagai film Korea ke-25 dalam sejarah yang mampu menembus angka 10 juta penonton. Sejak pandemi COVID-19, film ini juga menjadi karya keenam yang berhasil mencapai tonggak tersebut. Jika tidak menghitung tiga film dari waralaba The Roundup, maka The King's Warden menjadi film mandiri ketiga yang mencapai angka tersebut setelah 12.12: The Day dan Exhuma.

Keberhasilan ini juga menandai film Korea pertama dalam sekitar 22 bulan yang mampu melampaui 10 juta penonton. Sebelumnya, pencapaian serupa terakhir diraih oleh The Roundup: Punishment pada Mei 2024.

Selain itu, The King's Warden juga mencatat sejarah sebagai film sejarah keempat yang berhasil menembus angka 10 juta penonton. Sebelumnya, hanya tiga film bergenre serupa yang mencapai prestasi ini, yaitu The King and the Clown, Masquerade, dan The Admiral: Roaring Currents. Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa film bertema sejarah masih memiliki daya tarik kuat bagi penonton Korea.

Disutradarai oleh Jang Hang Jun, film ini mengambil latar Dinasti Joseon dan berfokus pada kisah tragis Raja Danjong, raja keenam Joseon yang naik takhta pada usia sangat muda. Dalam cerita tersebut, Danjong dikhianati oleh pamannya sendiri, Grand Prince Suyang yang kemudian menjadi Raja Sejo, melalui kudeta pada abad ke-15. Setelah dilengserkan dari takhta, Danjong diasingkan ke Cheongnyeongpo di wilayah Yeongwol, Provinsi Gangwon.

Karakter Raja Danjong diperankan oleh Park Ji Hoon, yang menghadirkan penampilan emosional sebagai raja muda yang harus menghadapi nasib tragis. Menurut berbagai ulasan penonton, akting Park menjadi salah satu faktor utama kesuksesan film ini. Banyak penonton memuji ekspresi dan tatapan sang aktor yang dianggap mampu menggambarkan keputusasaan dan penderitaan karakter tersebut dengan sangat meyakinkan.

Di portal pencarian Korea Selatan, Naver, film ini bahkan memperoleh rating rata-rata 8,93 dari 10 berdasarkan ribuan ulasan penonton. Salah satu komentar yang populer menyebutkan bahwa tatapan Park Ji Hoon begitu kuat sehingga membuat penonton langsung memahami alasan ia dipilih untuk memerankan Danjong.

Menariknya, film ini juga menjadi debut Park Ji Hoon dalam film layar lebar, setelah sebelumnya dikenal luas melalui perannya dalam serial Netflix Weak Hero Class. Keberhasilan film ini semakin mengukuhkan reputasinya sebagai aktor muda berbakat di industri hiburan Korea.

Selain Park Ji Hoon, film ini juga dibintangi sejumlah aktor ternama seperti Yoo Hae Jin, Yoo Ji Tae, Jeon Mi Do, Lee Jun Hyuk, Kim Min, dan Ahn Jae Hong. Yoo Hae Jin, yang memerankan kepala desa Eom Heung Do, memberikan warna tersendiri dalam film ini melalui perpaduan emosi dan humor yang khas. Karakter tersebut digambarkan sebagai sosok yang membantu Danjong selama masa pengasingannya dan secara perlahan menggerakkan penduduk desa untuk melindungi sang raja muda.

Sementara itu, Yoo Ji Tae tampil berbeda dari biasanya dengan memerankan Han Myeong Hoe, penasihat penting Raja Sejo yang dikenal dingin dan ambisius. Jeon Mi Do juga mendapat perhatian berkat perannya sebagai Maehwa, dayang istana yang tetap setia mendampingi Danjong di masa-masa sulitnya.

Menurut pengamat industri film, kesuksesan The King's Warden juga didorong oleh kuatnya efek word-of-mouth dari penonton. Banyak keluarga datang ke bioskop setelah mendengar rekomendasi dari orang lain, terutama selama libur Tahun Baru Imlek dan Hari Gerakan Kemerdekaan 1 Maret di Korea Selatan.

Popularitas film ini bahkan memicu minat baru terhadap sejarah Joseon. Menurut laporan industri, penjualan buku terkait Annals of the Joseon Dynasty meningkat hampir tiga kali lipat sejak film ini dirilis. Selain itu, lokasi bersejarah di Yeongwol yang terkait dengan kisah Raja Danjong juga mengalami lonjakan kunjungan wisata.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa The King's Warden tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga mampu menghidupkan kembali minat publik terhadap sejarah Korea.