Beberapa waktu lalu dikabarkan bahwa tenaga honorer dihapuskan dan diganti dengan outsourcing. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menyampaikan akan menghapus tenaga honorer dan menggantikannya dengan tenaga outsourcing.
Sementara, tenaga honorer yang saat ini sudah bekerja akan diajukan menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) maupun PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dengan mengikuti seleksi.
Kabar tersebut tentu bukanlah kabar baik bagi sebagian orang, karena bagi orang muda yang sudah tamat kuliah akan semakin sulit mencari pekerjaan karena tenaga honorer di instansi pemerintah dan di sekolah dihapuskan.
Padahal, mencari pekerjaan pun sangatlah sulit. Perusahaan swasta pun terbatas untuk menerima karyawan sebagai pekerja.
Kalau diganti dengan tenaga outsourcing pun sebenarnya banyak kekurangan. Masyarakat yang bekerja diikat dengan kontrak kerja. Ketika kontrak itu habis, maka harus bekerja dimana lagi?. Outsourcing dikenal dalam dua bentuk, yakni Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Itulah menjadi poin penting untuk dibahas dan diberikan solusi paling tepat.
Menambah pengangguran
Penghapusan tenaga honorer tentu berdampak buruk bagi masyarakat. Salah satunya dapat menambah pengangguran. Begitu berbahaya bila pengangguran bertambah buat stabilitas perekonomian bangsa dan negara.
Banyak mahasiswa-mahasiswi setiap tahunnya berhasil menamatkan pendidikan mereka. Setelah tamat, mereka pun sulit menentukan pilihan mau bekerja dimana.
Kalau bekerja dengan sistem outsourcing, tentu hal tersebut tidak menjamin kehidupan dalam jangka panjang. Kalau ingin menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pun sulit dengan persaingan ketat dan masih menanti rekrutmen dibuka. Untuk menjadi pengusaha juga harus memiliki modal yang cukup memadai.
Harapannya, ada solusi terbaik untuk mencegah pengangguran. Pastinya, pemerintah akan menjawab keluhan dari masyarakat dan mengambil solusi.
Demi meningkatkan perekonomian bangsa maka masyarakat mendapatkan pekerjaan adalah hal utama. Sebab itulah, kita mau untuk terus menyampaikan pendapat dan usulan juga bagaimana mengatasi pengangguran yang akan meningkat.
Kita sampaikan kepada pemerintah solusi terbaik untuk mengatasi adanya lonjakan pengangguran tersebut. Semoga saja ada jalan terbaik dan kebijakan yang diambil bertujuan untuk kemaslahatan rakyat.
Masyarakat menantikan adanya kepastian buat mereka untuk bekerja dan bisa membutuhi hidup. Hal tersebut harus jadi prioritas utama dan yakin bahwa pemerintah mau berperan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Baca Juga
-
Spanyol Dominan, Portugal Mengandalkan Ronaldo: Siapa yang Bakal Menang?
-
Hilangnya Habitat, Kematian Indro, dan Masa Depan Gajah Sumatera yang Terancam
-
Darurat Kesejahteraan Guru: Mengapa Negara Masih Membiarkan Pendidik Hidup Susah?
-
Pria Jepang Jadi 'Pahlawan' di Stadion, Tapi 'Beban' di Rumah Tangga
-
Dibalik Maraknya Kasus Deepfake di Kampus: AI Bukan Lagi Sekadar Alat Bantu
Artikel Terkait
Kolom
-
HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian
-
Cinta yang Dibatasi atau Dijaga? Memahami Konsep Taaruf di Era Modern
-
Ketika Guru Bersertifikat Justru Terjebak di Celah Kebijakan
-
Wajah Pendidikan Karakter: Ketika Pemimpin Gagal Menjadi Contoh
-
Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Akhiri Puasa Juara?
Terkini
-
Ulasan Novel Semesta Thalita, Ketika Kata Pulang Tak Lagi Bermakna
-
As Long as the Lemon Trees Grow: Ketika Harapan Tumbuh di Tengah Perang
-
Review Serial The Apartment Job: Aksi Tipu-tipu Cerdas Berbalut Isu Sosial
-
Termasuk Semifinal Kali Ini, Argentina Sudah 3 Kali Singkirkan Inggris dengan Menyakitkan!
-
Old Money Vibes! 4 Gaya Outfit Preppy Style ala Winter aespa yang Timeless