Upaya Kementerian Kesehatan untuk membuat semua perokok menjauhi rokok lewat gambar seram pada bungkus rokok, belum berhasil sepenuhnya.
Buktinya, masih banyak perokok yang tetap menikmati rokoknya. Mereka tetap saja menyedot dalam-dalam asap beracun. Bahkan terkadang, mereka merokok sambil melihat bungkus rokok bergambar tenggorokan busuk akibat kanker yang muncul akibar racun rokok.
Sejatinya, pemasangan gambar seram pada rokok bertujuan baik, yaitu supaya orang-orang hidup sehat atau tidak mencari-cari penyakit lewat kebiasaan bodoh: menghisap rokok.
Aturan yang mewajibkan pabrik rokok memasang gambar seram di bungkus rokok sudah dimuat dalam Undang-Undang 36 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012. namun baru berlaku efektif Selasa (24/06).
Ada lima gambar seram yang dipasang di tiap bungkus rokok. Gambar-gambar itu merupakan dampak yang diakibatkan dari asap rokok.
Kelima gambar masing-masing adalah kanker mulut, kanker paru dan bronkitis akut, kanker tenggorokan, merokok membahayakan anak, serta gambar tengkorak.
Pabrik rokok memang setuju memasang gambar tersebut, walaupun memang ukuran gambarnya dibuat kecil.
Mereka mau pasang gambar, tetapi di satu sisi, mereka juga gencar promosi rokok agar orang-orang tetap asyik merokok.
Promosi dilakukan tak hanya lewat iklan di televisi yang sangat bebas sekali di Indonesia. Promosi juga lewat event olahraga, seni, kegiatan pendidikan, dan lain sebagainya.
Jadi, ada dua pelajaran dari kasus ini. Pertama, sebenarnya perokok sendiri yang cari perkara. Kedua, pabrik tidak serius-serius amat mendukung warga Indonesia hidup sehat.
Dikirim oleh Farid, Bandung
Anda punya cerita atau foto menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com
Tag
Baca Juga
-
Perempuan dan Pentingnya Budaya Literasi: Bekal Melek di Era Digital!
-
Mengeksplorasi Tradisi dan Budaya Kota Xinjiang Lewat Drama Bloom Life
-
4 Sunscreen Zinc PCA untuk Kulit Berminyak, Bantu Wajah Matte Bebas Kilap!
-
Mebius Dust Rilis Preview Episode 1 hingga Lagu Pembuka Jelang Tayang Juli
-
Tertinggal di Usia Dewasa: Kecemasan Sunyi dalam We Are All Trying Here
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Sunscreen Zinc PCA untuk Kulit Berminyak, Bantu Wajah Matte Bebas Kilap!
-
4 Skin Tint SPF 40 Lindungi Kulit dari Sinar Matahari agar Cegah Flek Hitam
-
Kenapa Orang Rela Antre demi AP x Swatch? Fenomena FOMO dan Budaya Luxury
-
Mau Tampil Cute atau Edgy? Coba 4 Gaya OOTD ala Narin MEOVV Ini
-
4 Serum Lokal Allantoin Buat Kemerahan Auto Lebih Reda pada Kulit Kering
Terkini
-
Perempuan dan Pentingnya Budaya Literasi: Bekal Melek di Era Digital!
-
Mengeksplorasi Tradisi dan Budaya Kota Xinjiang Lewat Drama Bloom Life
-
Mebius Dust Rilis Preview Episode 1 hingga Lagu Pembuka Jelang Tayang Juli
-
Tertinggal di Usia Dewasa: Kecemasan Sunyi dalam We Are All Trying Here
-
Perebutan Takhta Kruger-Brent dan Ambisi Membunuh di Mistress of the Game