Gerombolan anak 'Abege' berkerumun di depan sebuah toko bermerek, yang berada di sebuah mal di Depok, Jawa Barat, menarik rasa penasaran saya.
Kenapa mereka mengantre di depan toko? Kenapa si toko juga menutup pintunya pada para pelanggan ini?
Jawaban akan penasaran saya akhirnya didapat dari petugas cleanig service. "Ada beli satu gratis satu, Mba."
Oooh, rupanya godaan membeli barang lebih daripada yang dibutuhkan, sedang merasuk ke diri para abege ini.
Wajar saja jika si toko pun menerapkan sistem buka tutup --buka untuk dua pelanggan masuk, tutup dari serbuan puluhan pelanggan kalap.
Lucunya, terkadang ada pengunjung mal lain yang ikut berkerumun. Bukan untuk bersabar demi gratisan, tapi hanya penasaran dengan apa yang ditunggu para abege ini.
Dikirim oleh Zika, Jakarta
Baca Juga
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia
-
Makeup Anti-Luntur! 4 Setting Spray Mulai Rp38 Ribu untuk Kulit Berminyak
-
5 Pilihan Sleeping Mask Remaja: Kunci Kulit Lembap, Cerah, dan Sehat
-
Pilih HP POCO X8 Pro atau Infinix GT 50 Pro? Inilah Perbandingan Detailnya
-
Masih Hangat, Tecno Pova 8 Resmi Meluncur 11 Juni: Usung Alive Matrix Display dan Dimensity 7100
Terkini
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Ji Sung Jadi Mantan Bos Geng di Drama Comedy-Thriller 'The Apartment Job'