Gerombolan anak 'Abege' berkerumun di depan sebuah toko bermerek, yang berada di sebuah mal di Depok, Jawa Barat, menarik rasa penasaran saya.
Kenapa mereka mengantre di depan toko? Kenapa si toko juga menutup pintunya pada para pelanggan ini?
Jawaban akan penasaran saya akhirnya didapat dari petugas cleanig service. "Ada beli satu gratis satu, Mba."
Oooh, rupanya godaan membeli barang lebih daripada yang dibutuhkan, sedang merasuk ke diri para abege ini.
Wajar saja jika si toko pun menerapkan sistem buka tutup --buka untuk dua pelanggan masuk, tutup dari serbuan puluhan pelanggan kalap.
Lucunya, terkadang ada pengunjung mal lain yang ikut berkerumun. Bukan untuk bersabar demi gratisan, tapi hanya penasaran dengan apa yang ditunggu para abege ini.
Dikirim oleh Zika, Jakarta
Baca Juga
-
Bukan Anti-Bahasa Baku, Gen Z Hanya Belum Temukan Cara Belajar yang Relevan
-
Birokrasi No Viral No Justice: Kenapa Pelayanan Publik Selalu Dipersulit?
-
Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian
-
Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita
-
Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian
-
4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif
-
Cegah Kulit Kering, 4 Masker Hidrogel Korea untuk Wajah Lembap dan Sehat
-
Tampil Pede! 5 Plump Lip Gloss untuk Bibir Penuh dan Berkilau
-
4 Chemical Sunscreen Tanpa Pewangi Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Sensitif
Terkini
-
Bukan Anti-Bahasa Baku, Gen Z Hanya Belum Temukan Cara Belajar yang Relevan
-
Birokrasi No Viral No Justice: Kenapa Pelayanan Publik Selalu Dipersulit?
-
Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita
-
Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender
-
Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo