Tidak hanya di Jakarta, di daerah pun tren kuliner semakin berkembang. Setiap saat pergi ke daerah, saya selalu dikejutkan dengan kemunculan rumah makan- rumah makan baru.
Seperti yang saya temui saat beberapa waktu lalu berkunjung ke Muntilan. Kebetulan, saya bertemu dengan beberapa teman lama di sana. Akhinya, sambil mengenang nostalgia masa muda, kami sepakat pergi bersama ke sebuah restoran di Muntilan yang terletak di seberang persawahan. Tepatnya di Desa Sedayu.
Meski hujan deras melanda, kami tidak pantang menyerah. Hanya berbekal petunjuk bahwa restoran itu terletak di dekat Van Lith kami pun nekat.
Sesampai di Van Lith, ternyata sudah ada petunjuk jalan menuju restoran yang bernama Joglo Ndeso itu. Tak lama kami pun sampai di restoran yang ditata dengan model saung-saung tersebut.
Di tengah-tengah saung, ada kolam yang membentang. Di bagian belakang restoran, terdapat kebun hidroponik. Jadi pengunjung bisa mengunjungi kebun tersebut.
Suasana pedesaan benar-benar terasa di sini. Pemandangan kami yang berbatas dengan jalan adalah hamparan persawahan. Semua terlihat hijau. Sungguh menyejukkan.
Makanan yang disediakan adalah berbagai macam ikan bakar dan goreng. Lengkap dengan sambal dan lalapan. Ada juga sayur kangkung, sayur asem, tempe dan tahu.
Untuk rasa, sebenarnya tidak terlalu istimewa. Hanya, makanan menjadi lebih nikmat karena dimakan bersama teman-teman lama sambil bernostalgia.
Tetapi, tidak ada salahnya Anda berkunjung ke restoran ini jika rindu suasana desa.
Dikirim oleh Ria Apriani, Jakarta
Anda memiliki cerita atau foto menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com
Baca Juga
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong
Artikel Terkait
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
Lifestyle
-
Cegah Penuaan! 4 Serum Anti-Aging Korea Kunci Wajah Awet Muda dan Kenyal
-
Semarak HUT RI, Ini 5 Lomba Tradisional dari Berbagai Daerah di Indonesia
-
Presentasi Pakai iPad? Ini 4 Cara Mudah Menyambungkannya ke Proyektor
-
4 Rekomendasi HP Samsung RAM 12 GB Terbaik Agustus 2026, Performa Ngebut untuk Multitasking
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong