Gunung Merapi adalah gunung stratovolcano yang terletak arah utara dari kota Yogyakarta.
Alasan yang Gunung Merapi volatil karena Indonesia pulau terletak atas tiga lempeng tektonik; lempeng Eurasia, India-Australian dan Pasific.
Kira-kira Gunung Merapi meletus setiap lima atau sepuluh tahun.
Akan tetapi, bencana 2010 yang paling berbahaya sejak 1870. Lebih dari 300 orang meninggal dunia ketika itu.
Akhir minggu lalu kami melakukan Jeep Tour Gunung Merapi. Kami naik mobil dari akomodasi. Setelah satu jam perjalanan, kami tiba ke Gunung Merapi.
Di sana, kami mengunjungi museum Merapi. Sejarah kejadian di gunung tersebut membuat hati saya sedih.
Tetapi kesedihan tersebut sirna setelah saya melihat pemandangan dari atas.
Harga paket perjalanan tour berbeda-beda tergantung jenisnya. Harga tour kami Rp250 ribu setiap orang.
Yuk coba kegiatan ini! [Madeleine Quirk]
Baca Juga
-
Nelayan Kecil Merugi, Mengapa Penangkapan Ikan Ilegal Terus Merajalela?
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Kisah Kang Edai Jadikan Budaya Osing Sebagai Motor Ekonomi Desa Kemiren Banyuwangi
-
Body Shaming Pasca Melahirkan yang Menyamar Jadi Nasihat Sehat
-
Kisah Desa Les Buleleng: Merawat Tradisi Nyegara Gunung dan Konservasi Alam Bersama Astra
Artikel Terkait
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Merapah Duka, Merangkai Asa: Lentera Kasih Anak Kanker Jogja
-
Kemarau Menggigit, Warga Bantul Sedot Selang demi Dapat Air
-
ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta
Lifestyle
-
4 Rekomendasi HP Samsung RAM 12 GB Terbaik Agustus 2026, Performa Ngebut untuk Multitasking
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel
-
Tak Melulu Merek Luar, ini 6 Sepatu Lokal yang Gak Kalah Keren!
-
4 Cara Digital Detox untuk Mengurangi Ketergantungan pada Gadget
-
4 Tone Up Sunscreen Korea Vitamin C, Rahasia Punya Wajah Cerah Seharian!
Terkini
-
Nelayan Kecil Merugi, Mengapa Penangkapan Ikan Ilegal Terus Merajalela?
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Kisah Kang Edai Jadikan Budaya Osing Sebagai Motor Ekonomi Desa Kemiren Banyuwangi
-
Body Shaming Pasca Melahirkan yang Menyamar Jadi Nasihat Sehat
-
Kisah Desa Les Buleleng: Merawat Tradisi Nyegara Gunung dan Konservasi Alam Bersama Astra