Jessica Iskandar di Studio Brownis, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (30/8/2017). [suara.com/Puput Pandansari]
Enaknya jadi artis cantik. Duduk di antara dua laki-laki ganteng, Vishal Singh dan Arjit Taneja, Jessica Iskandar duduk 'ngangkang'. Foto yang diunggahnya di Instagram ini langsung direspons warganet;
@ntanprmtasri; Ngangkang.
@suryadikids82; Ngangkang trus @inijedar.
@cute.funnyy; duduknya bisa lebih sopan ya @inijedar.
@bu_lerini; Duduk diantara laki2 harusnya sopan.
@weningayupratiwi___; Kaka cantik @inijedar duduk nya di kondisikan ya kaka cantik.
@enomilano_10; Celana ketat duduk kyk gtu banget gtu amat mba @inijedar awas ntr klo di apa2in cowo ngeluh nya smua cowo sma aja.
@5uci4ti; duduknya seperti orang tidak punya sopan caba itu orang lain o mulutnya.
@krista_hayani_purba; Keliatan jandanya bgttttt...
Pengirim: Agus Hamdan, karyawan.
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
-
Tren Kopi Susu dan FOMO Gen Z: Waspada Jebakan Gula di Balik Kedok Nongkrong
-
Mengupas Sisi Psikologis Film Iyus Jenius, Pentingnya Memberi Ruang Anak untuk Bersedih
-
Dunning-Kruger Effect: Matinya Kepakaran Akibat Penguasa yang Anti Kritik
-
Stop Burnout! Soyeon i-dle Pilih Resign di Lagu Terbaru, I'm gonna TOESA
-
Mitos Photographic Memory ala Sherlock: Menguji Klaim Brain Hacks
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Mitos Photographic Memory ala Sherlock: Menguji Klaim Brain Hacks
-
Gak Takut Iritasi! 4 Exfoliating Pad Gentle Buat Kulit Sensitif &Berjerawat
-
6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
-
Menyambut Musim Durian: 5 Olahan Manis dan Gurih agar Tidak Bosan dan Mubazir
-
Stop Oversharing! Ini 7 Hal dalam Hidup yang Sebaiknya Kamu Simpan Sendiri
Terkini
-
Tren Kopi Susu dan FOMO Gen Z: Waspada Jebakan Gula di Balik Kedok Nongkrong
-
Mengupas Sisi Psikologis Film Iyus Jenius, Pentingnya Memberi Ruang Anak untuk Bersedih
-
Dunning-Kruger Effect: Matinya Kepakaran Akibat Penguasa yang Anti Kritik
-
Stop Burnout! Soyeon i-dle Pilih Resign di Lagu Terbaru, I'm gonna TOESA
-
Bukan Sekadar Buku Anak, Make Believe Mengkritik Cara Orang Dewasa Membaca