Ajaib, kucing ini bisa bilang Subhanallah kenceng banget. Saya lihat videonya di akun @waganet.info sampe berulang-ulang dan nggak bosan-bosang.
Kucing lucu warna cokelat putih ini cantik, dan tak cuma bisa bilang Subhanallah, tapi juga 'Yaallah Hu Yaallah', 'Menangissss' ...dan 'Walhamduliah'. Pas bilang 'menangis', dijamin akan membuat Anda terbahak-bahak, karena kucing cantik ini bilangnya ngotot banget.
Sepanjang video, si perekam, yang mungkin juga pemiliknya, tertawa tak henti. tak ada kata lain selaain 'lucu'. Warganet pun gemas dan pengen ngajarin kucingnya bicara;
@sitirsakinah@dyaa.widya; wkwkwkwk nanti aku ajarin dia asmaul husna.
@windabonyil; Gemeees @shakilanurahma.
@yayang_putoi@cacashln; lu banget siah.
@nadiavebrianna_@neng_jepret; Lucu nenggg, tapi ini asli gak yah.
@floggingmolly83; Wkwkwkwkwkkwkwk @faadlila.
@opitimong@ibunyasophie; kucingku haha.
Ini videonya.
Pengirim: Melly Roswita, pelajar.
Baca Juga
-
Novel When My Name Was Keoko, Perjuangan Identitas di Bawah Penjajahan Jepang
-
HP Panas Padahal Gak Main Game? Waspada, Mungkin Ada "Tamu Tak Diundang" Lagi Ngintip
-
Bukan soal Nominal, Ini Alasan Pentingnya Menghargai Nilai dari Uang Kecil
-
Menjaga Kesehatan Mental dengan Bercerita dalam Buku Psikologi Cerita
-
Dinamika Kehidupan dan Filosofi Man Shabara Zhafira dalam Karya Ahmad Fuadi
Artikel Terkait
Lifestyle
-
HP Panas Padahal Gak Main Game? Waspada, Mungkin Ada "Tamu Tak Diundang" Lagi Ngintip
-
OPPO Watch X3 Mini Bocor, Siap Jadi Smartwatch Andalan dengan Fitur Premium
-
4 Inspirasi Outfit Jaket ala Ian Hearts2Hearts, Youthful dan Trendy Abis!
-
4 Outfit Hangout ala Chaeryeong ITZY, Effortless tapi Tetap Standout!
-
Anti-Bokek! Ini 5 Ide Bisnis Menjanjikan Pasca-Lebaran yang Wajib Dicoba
Terkini
-
Novel When My Name Was Keoko, Perjuangan Identitas di Bawah Penjajahan Jepang
-
Bukan soal Nominal, Ini Alasan Pentingnya Menghargai Nilai dari Uang Kecil
-
Menjaga Kesehatan Mental dengan Bercerita dalam Buku Psikologi Cerita
-
Dinamika Kehidupan dan Filosofi Man Shabara Zhafira dalam Karya Ahmad Fuadi
-
Klaim 100 Persen Rampung di Aceh: Keberhasilan Nyata atau Tabir Pencitraan?