Saya menemukan bahwa judul Ikan Kecil dalam buku ini memiliki makna yang sangat unik dan manis. Dalam cerita, istilah ini digunakan sebagai metafora yang lucu dan lemah untuk menyebut janin atau calon bayi yang sedang tumbuh di dalam kandungan. Seolah-olah bayi tersebut adalah ikan kecil yang berenang di perut ibunya.
Mengenal Penghuni Akuarium Kehidupan Deas dan Loi
Kita akan menemukan tokoh-tokoh seperti Celoisa (Loi), seorang desainer interior yang cerdas, pekerja keras, dan kreatif sekaligus sosok wanita yang sensitif dan emosional. Deas, suami Celoisa, seorang dosen atau pengajar seni yang sabar, penyayang, memiliki selera humor tinggi.
Oleiro, anak laki-laki Celoisa dan Deas yang memiliki cara pandang sendiri terhadap dunia, sangat tulus, dan memiliki bakat khusus. Ada pula Bude Hanum, tokoh tetangga yang suka ikut campur dan berkomentar pedas mewakili orang yang suka menilai tanpa memahami situasi. Serta Kalula, sahabat dekat Celoisa yang bersifat ceria, kekanak-kanakan, dan sangat mendukung Celoisa.
Sinopsis: Pertemuan Ikan-Ikan dan Ujian Penerimaan
Novel ini bercerita tentang perjalanan rumah tangga pasangan Deas dan Celoisa. Setelah menunggu selama tiga tahun sembilan bulan, akhirnya mereka dikaruniai kebahagiaan saat Celoisa dinyatakan positif hamil. Kabar bahagia ini mereka sebut sebagai bertemunya ikan-ikan.
Namun, perjalanan menjadi orang tua tidaklah mudah. Celoisa harus menghadapi komentar pedas dari orang-orang sekitar, seperti Bude Hanum yang sering menyinggung kehidupannya. Cerita berlanjut hingga kelahiran anak mereka, Oleiro. Awalnya semua terlihat biasa saja, namun seiring bertambahnya usia, Deas dan Celoisa menyadari bahwa perkembangan Oleiro berbeda dengan anak-anak lain pada umumnya. Oleiro didiagnosis memiliki spektrum autisme.
Hal ini menjadi ujian berat bagi Celoisa. Ia sempat merasa bersalah, sedih, dan kecewa, bahkan sampai menyalahkan dirinya sendiri. Namun, dengan kesadaran dan dukungan penuh dari suaminya serta orang-orang terdekat, mereka perlahan belajar menerima keadaan, memahami dunia anaknya, dan bangga menjadi orang tua dari ikan kecil mereka yang istimewa.
Kutipan Pendukung: Menemukan Makna di Balik Kata
"Menurutnya, perempuan punya hak untuk meneruskan keturunan atau tidak. Karena ia yakin Tuhan menciptakan perempuan di dunia ini tidak hanya untuk berkembang biak." (Halaman 18).
Kalimat ini sangat bijak dan membuka pikiran. Nilai seorang wanita tidak ditentukan hanya dari apakah ia bisa melahirkan atau tidak. Seorang wanita tetap hebat, berharga, dan sempurna apa pun pilihannya karena Tuhan memberi mereka banyak talenta dan peran lain yang luar biasa di dunia ini.
"Ia sadar bahwa masih banyak orang yang beranggapan kalau berbeda sudah pasti aneh atau buruk. Kadang, Celoisa pun tidak mengerti arti dari normal. Kalau Olei hanya sedikit berbeda, mengapa berbeda itu terkadang disebut cacat? Kenapa harus Olei?" (Halaman 111).
Sering kali seseorang sebagai orang tua atau orang dewasa ingin memaksakan anak agar sesuai dengan standar kita. Padahal anak autis memiliki dunianya sendiri yang indah dan unik. Kalimat ini mengajarkan bahwa kunci untuk mengerti bukanlah meminta mereka untuk berubah, melainkan kita yang harus berusaha memahami, menerima, dan beradaptasi dengan cara mereka.
Kelebihan: Kehangatan Humor di Tengah Isu Sensitif
Novel ini memiliki keunggulan utama pada gaya bahasanya yang sangat luwes, santai, dan mengalir seperti percakapan sehari-hari dalam lingkup keluarga dan masyarakat sehingga membuat pembaca merasa nyaman. Penulis juga sangat piawai dalam meramu cerita psikologis yang sarat emosi dengan sentuhan humor yang natural. Hal ini membuat cerita tidak terasa berat atau melow berlebihan, meskipun mengangkat tema yang sensitif.
Selain itu, kelebihan terbesarnya adalah kemampuan buku ini membuka wawasan pembaca mengenai dunia anak berkebutuhan khusus dengan empati tinggi, sehingga mampu mengubah pola pikir untuk menghargai perbedaan.
Kekurangan: Istilah Teknis dan Misteri Tokoh Sampingan
Di sisi lain, menurut saya novel ini memiliki beberapa kekurangan karena terdapat beberapa istilah kedokteran yang tidak disertakan catatan kaki di bawahnya, sehingga mungkin saja beberapa istilah itu hanya diketahui oleh kalangan tertentu. Dikarenakan lebih fokus menggunakan sudut pandang keluarga Celoisa, ada masalah sampingan—seperti hubungan dengan tetangga cerewet, rekan kerja, atau gosip—yang membuat pembaca menerka-nerka sendiri tanpa adanya kepastian resolusi cerita.
Identitas Buku
- Penulis: Ossy Firstan
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Tebal: 248 Halaman
- ISBN: 9786020633329
Baca Juga
-
Kesan Buya Hamka Berkunjung di Irak lewat Buku Di Tepi Sungai Dajlah
-
Antara Aturan Adat Bali dan Suara Kenanga yang Menulis Takdirnya Sendiri
-
Novel Canting: Usaha Menjaga Batik Tulis di Tengah Gempuran Batik Printing
-
Napoleon dari Tanah Rencong: Saat Sejarah Aceh Menjadi Nyata dalam Novel Akmal Nasery Basral
-
Selendang Merah: Rahasia Kelahiran dan Nama Terlarang yang Kembali Dicari
Artikel Terkait
-
Lebih dari Sekadar Romansa, Ini Alasan Kenapa Kamu Wajib Baca Kokoronotomo: I Heart Tokyo
-
Membaca Perjalanan Mustahil Samiam: Sebuah Petualangan Mencari Akar yang Mengusik Logika
-
Ulasan Buku Kamu Tidak Salah, Ketika Empati Menjadi Kunci Penyembuhan
-
Kisah Kelam Tragedi 1965 di Mata Seorang Mantan Kader PKI: Review Novel 'Kubah' Ahmad Tohari
-
Dari Minum Air Hangat ke Empati Nyata: Cara Baru Mendukung Perempuan Saat Menstruasi
Ulasan
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
-
Bukan Sekadar Isekai: Mengapa Mushoku Tensei Dianggap Pelopor Genre Modern?
-
Simfoni Kesederhanaan Didikan Mamak Nur dan Bapak Syahdan dalam Novel Pukat
Terkini
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah
-
GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun
-
Jadi "Patrick Otak Besar": Strategi Survival Saat Gaji Habis Ditelan Harga Beras
-
Overworked tapi Underpaid: Realita Dunia Kerja yang Diam-diam Dinormalisasi