Gagal memiliki nama latin Aborior, ketika gagal artinya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yaitu tidak tercapai, tidak terwujud dari suatu tujuan atau keinginan yang dicapai.
Ketika seseorang mengalami kegagalan, maka banyak sekali racun yang kemudian menyelubungi daripada seseorang tersebut. Ada yang mengalami depresi lalu menyerah, ada yang tetap ambisi untuk bisa, bahkan ada yang tetap bertahan dan memperbaiki kesalahan dari penyebab kegagalan.
3 fakta ini sudah banyak dialami oleh banyak orang, terlebih kepada para pelajar, pengusaha, penulis dan masih banyak lagi. Namun, kegagalan bukan penyebab dari ketidakberhasilan atas tujuan yang ingin kita capai.
Jadikan kegagalan sebagai sahabat untuk mendukung kita bahwa kita bisa memperoleh keberhasilan. Kira-kira apa saja penyebab kegagalan yang terus melekat dalam diri seseorang? Berikut 2 penyebab kegagalan yang terus menerus melekat dalam diri seseorang:
1. Terus menerus berada dalam ketakutan
Ketika seseorang mengalami kegagalan dalam mencapai keinginan atau tujuan yang dianggap nya akan menghasilkan harapan sesuai dengan realita atau kenyataan, maka hal lumrah jika seseorang tersebut akan kecewa besar dan merasa dirinya tidak bisa dan tidak berguna.
Saya ambil contoh seperti ini, ketika kita berada di lantai 1 untuk menuju lantai 2 bukan kah kita harus melewati beberapa banyak tangga? Jikalau pun kita naik eskalator bukankah perlu menekan tombol dan menunggu beberapa detik-menit? Semua yang ingin kita lakukan tentu memiliki proses.
Mie instan saja perlu dimasak 3 menit untuk bisa disajikan. Maka anggap kegagalan mu itu sebagai patokan tangga kamu untuk berjalan mencapai tujuan. Percayalah hasil yang memuaskan adalah ketika kamu bangun, bangkit dan terus maju menghadapi kegagalan dan memperbaiki apa penyebab dari kegagalan itu.
2. Selalu menganggap remeh
Poin ke dua ini adalah hal yang dapat menjebak kamu jika secara terus menerus tidak kamu sadari dan kamu perbaiki. Hal ini umpama kamu yang berjalan tanpa tujuan, namun tetap berlari tanpa arti.
Seseorang yang berada dalam situasi ini adalah dia yang bisa ikhlas menerima kegagalan dan tetap maju untuk mencapai keberhasilan namun tak pernah tahu apa penyebab dari kegagalan, sehingga kesalahan ini menjadi penyebab kegagalan yang terjadi secara berulang tanpa adanya perubahan sedikit pun.
Dia yang selalu meremehkan sesuatu hal meskipun itu hal kecil. Jadi, ketika kalian ingin kegagalan yang tidak terjadi secara berulang dengan penyebab yang sama, pahami dan cari tahu apa penyebab dari kegagalan mu, lalu perbaiki.
Ketika seseorang bersungguh-sungguh dalam mencapai tujuan, ia akan paham kapan ia berhenti dan kapan ia berjalan. Semangat pejuang tujuan yang sedang diperjuangkan :)
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Lebaran Tanpa Mudik? Ini 9 Aplikasi Video Call Terbaik untuk Jaga Silaturahmi!
-
Solusi Top Up DANA Gagal di Alfamidi
-
Cara Mengatasi OVO Tidak Bisa Scan QRIS, Mudah dan Praktis!
-
Utang Jumbo, WIKA Sedang Alami Tekanan Finansial
-
Bismillah Timnas Indonesia Jangan Nyusul, Daftar Negara Terancam Gagal Lolos Piala Dunia 2026
Lifestyle
-
4 Moisturizer dengan Cooling Effect, Segarkan Wajah di Cuaca Panas!
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
Terkini
-
Review Film Exorcism Chronicles - The Beginning: Visual Ajaib tapi Cerita Kacau?
-
Review Anime Yuru Camp, Menjelajahi Keindahan Alam Jepang
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Bangkit dari Kematian, 4 Karakter Anime Ini Jadi Sosok yang Tak Tertandingi