Media sosial memang sudah menjadi bagian yang terpisahkan dari hidup kita. Media sosial tidak hanya bisa digunakan untuk berkomunikasi antara kamu dengan teman dan keluargamu, tapi juga bisa digunakan untuk mendapat informasi-informasi terbaru. Namun, bagaimana kalau menggunakan media sosial hanya membuat kita lelah?
Oleh sebab itu, lebih baik sesekali kita berhenti menggunakan media sosial atau yang disebut social media detox. Social media detox adalah berpuasa atau berhenti sejenak menggunakan media sosial dan menggantinya dengan mengerjakan hal lain.
Jadi, bukan hanya tubuh, tapi berpuasa media sosial itu juga penting bagi kesehatan mental kita. Berikut ada 5 tanda kamu harus melakukan social media detox atau tidak.
1. Ketika bangun tidur buka hanphone
Biasanya saat bangun tidur apa hal pertama yang kamu lakukan, berdoa, mandi, atau baca buku? Jika bangun di pagi hari dan langsung membuka ponsel untuk melihat segala notifikasi media sosial, sepertinya kamu harus melakukan social media detox.
2. Hobi Stalking
Apakah kamu sering stalking akun seseorang di media sosial, bahkan orang yang tidak kamu kenal sekalipun? Ini membuat kita lebih banyak tahu tentang orang lain dibandingkan dengan keluarga atau orang-orang terdekat kita. Kalau memang kamu begitu, sepertinya kamu sudah butuh untuk melakukan social media detox.
3. Mengalami stres
Pernah nggak kamu merasakan stres akibat membuka media sosial, baik itu ketika kamu mendapatkan sebuah informasi, ataupun saat sedang chattingan dengan teman dan orang lain? Kalau kamu termasuk orang yang cepat stres dengan hal itu, ada baiknya mengurangi aktivitas-aktivitas tersebut. Kamu bisa lebih fokus dengan apa yang sedang dikerjakan di dunia nyata dulu, daripada membuka media sosial.
4. Iri sampai membandingkan diri dengan orang lain
Kamu pernah nggak mendengar atau mengucapkan kata-kata seperti “Muka dia putih banget ya, enggak kayak aku”. Di situlah ketika orang mulai membandingkan dirinya dengan yang lain. Padahal kita hanya melihat apa yang diunggahnya di media sosial. Kita bahkan belum tahu bagaimana dirinya yang sebenarnya, mungkin dirinya tidak jauh lebih baik daripada kita.
5. Nomophobia
Nomophobia merupakan sebuah sindrom ketakutan ketika kamu tidak memiliki ponsel atau jauh dari ponsel. Biasanya mereka yang seperti ini selalu dekat dengan ponselnya selama 24 jam. Ketika ponsel atau laptopmu tidak ada atau kehilangan, kamu akan merasa khawatir dan dan gelisah.
Nah, apakah kamu mengalami dari salah satu tanda-tanda itu? Sekarang kamu sudah tahu kan butuh melakukan social media detox atau tidak.
Baca Juga
-
3 Film dan Drama Korea yang Diperankan Jeon Do-Yeon, Ada Kill Boksoon
-
3 Rekomendasi Anime yang Berlatar pada Abad ke-20, Kisahkan tentang Sejarah
-
3 Rekomendasi Anime Bertema Mafia, Salah Satunya Spy x Family
-
3 Rekomendasi Anime Gore Tayang di Netflix, Mana yang Paling Sadis?
-
3 Rekomendasi Film Bertema Bom Atom, Gambarkan Dampak Buruk Perang Nuklir
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Anti Kusam dan Keriput: 5 Facial Wash Melembapkan untuk Usia 40-an
-
5 Rekomendasi HP OPPO 5G 2026, Spek Gahar Harga Masih Masuk Akal
-
5 Parfum Lokal untuk Remaja yang Harganya Ramah di Kantong
-
5 Tips Merawat Rambut agar Tetap Sehat dan Tidak Mudah Rusak
-
4 Serum Tea Tree Rawat Kulit Berjerawat Tanpa Iritasi untuk Cegah Breakout
Terkini
-
Layak Tonton atau Lewatkan? Kupas Tuntas Film Moana Live Action 2026
-
Tim FIP UNY Bekali Guru PCM Tonjong Modul Ajar Berbasis Deep Learning
-
FH UNY Gelar PkM di MIM Tonjong, Kenalkan Pendekatan 'Deep Learning' untuk Guru Muhammadiyah
-
Tren Soft Launching Pacar: Estetika Romantis atau Taktik Manipulasi Berkedok Privasi?
-
Lebih dari Sekadar Kungfu: Mengapa Tai Chi Master adalah Film Jet Li yang Paling Ngenes?