Teknologi di abad ke 21 ini berkembang semakin pesat dan melampaui kebutuhan masyarakat. Prediksi 5 tahun ke depan akan perkembangan yang terjadi juga mulai bermunculan teknologi baru, dengan mengutamakan kecerdasan buatan atau robot. Hal ini juga sudah mulai bermunculan. Salah satu teknologi terbaru di bidang kecerdasan buatan adalah robot cleaner. Siapa sangka bahwa kehadiran robot cleaner di Indonesia disambut dengan antusiasme masyarakat yang ingin membeli dan menggunakan robot cleaner di rumah atau kantor sebagai efisiensi tenaga manusia.
Robot ini dilengkapi dengan teknologi sensor yang bisa menerima perintah dari kontroler. Biasanya, para penyedia robot cleaner ini menyambungkan perintah yang akan diberikan kepada robot dengan aplikasi yang terpasang di smartphone. Sensor yang dimiliki oleh robot ini berbentuk sensor inframerah tanpa benturan. Kecanggihan ini diadaptasi dari robot kompleks yang sering digunakan di dalam pabrik dan diaplikasikan dalam skala yang lebih kecil.
Tak jauh beda dengan prinsip kerja vacuum cleaner, robot cleaner ini juga memiliki daya sedot yang kuat dan berbagai kecanggihan lain. Kita hanya perlu mengontrol gerakan robot cleaner ini lewat aplikasi. Banyak orang yang masih menggunakan jasa Asisten Rumah Tangga (ART) untuk membersihkan dan membereskan urusan rumah, tapi sejak adanya teknologi robot ini semakin banyak orang yang lebih memilih teknologi ini untuk membantu pekerjaan rumah. Lalu, apakah jasa ART bisa digantikan oleh robot?
Jawabannya kemungkinan ART bisa digantikan oleh robot peluangnya sangat besar. Otomasi yang bisa dilakukan oleh robot cleaner ini memberikan efisiensi waktu dan tenaga sehingga teknologi ini menjadi salah satu inovasi terbarukan dan diprediksi akan terus tumbuh hingga 5 tahun mendatang. Menyandur dari servicesmag, untuk mendukung perkembangannya, sampai saat ini robot cleaner ini masih membutuhkan operator dan pemeliharaan rutin dari manusia.
Meskipun robot cleaner tidak akan menghilangkan elemen manusia, potensi robot cleaner untuk mengurangi keterlibatan manusia ke fungsi tingkat yang lebih tinggi dapat mengurangi biaya dalam jangka panjang, terutama jika harga robot cleaner ini menurun dengan adaptasi pasar dan penskalaan yang lebih luas dari produksi.
Melihat perkembangan ini, sebaiknya bisa kita sikapi dengan banyak pertimbangan dan biaya kedepannya agar penggunaan teknologi ini tidak menjadi sia-sia.
Baca Juga
-
Jangan Bingung, 9 Langkah Ini Bisa Kamu Lakukan saat Merasa Stuck
-
Kamu Tidak Perlu Merasa Bersalah atas 6 Hal ini, Bentuk Cinta Diri Sendiri!
-
Bukan Hanya Soal Gaji, Ini 6 Alasan Karyawan Mau Bertahan di Perusahaan
-
7 Cara yang Bisa Kamu Terapkan Agar Pengeluaran Tidak Membengkak
-
7 Tanda Kamu Termasuk Orang yang Fast Learner, Salah Satunya Tidak Takut Salah!
Artikel Terkait
-
ART Ditangkap di Mall, Usai Gasak Dolar Majikan di Hari Lebaran
-
Persatuan Ahli Kimia Indonesia: Peran, Sejarah, dan Kontribusinya dalam Dunia Kimia di Indonesia
-
3 Rekomendasi Anime yang Cocok Ditonton Penggemar Solo Leveling
-
Samsung Pamer Deretan Fitur Pintar Galaxy AI di HP Seri A, Setangguh Apa?
-
Ditinggal ART Mudik, Menteri Kehutanan Raja Juli Ambil 'Tugas' Menyapu dan Ngepel Rumah
Lifestyle
-
4 Moisturizer dengan Cooling Effect, Segarkan Wajah di Cuaca Panas!
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
Terkini
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Bangkit dari Kematian, 4 Karakter Anime Ini Jadi Sosok yang Tak Tertandingi
-
Review Pulse: Series Medis Netflix yang Tegang, Seksi, dan Penuh Letupan
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"