Rizki Putra
Rizki Putra
Ilustrasi pertemanan (pexels.com/nappy)

Mungkin semenjak kamu kecil kerap kali dihimbau untuk tidak pilih-pilih dalam berteman. Namun, hal ini berbeda dengan selektif memilih teman, lho. Jika pilih-pilih teman, maksudnya adalah kamu tidak boleh berteman hanya pada suatu golongan tertentu saja.

Sementara Selektif, maksudnya bisa berhati-hati menentukan teman agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif di pergaulan. Namun, kenapa hingga sekarang kamu masih salah memilih lingkungan pertemanan? Mungkin saja kamu masih melakukan 4 hal di bawah ini yang menjadi pemicunya.

1. Terlalu cepat menilai seseorang yang baru dikenal

Jika sekalinya ada orang yang bersikap baik padamu, pasti kamu langsung menilainya sebagai sosok yang positif. Sebenarnya, hal tersebut tidak salah dilakukan. Namun, jangan terlalu cepat menilai seseorang, ya.

Sudah seharunya kamu mengenalnya lebih dalam, setelah itu baru kamu dapat menarik kesimpulan. Bagaimanapun juga, setiap orang akan bersikap baik pada awal perkenalan. Namun setelah kamu lama mengenalnya, pasti sifat aslinya bisa terbongkar baik ataupun buruknya.

2. Mudah percaya sama omongan orang lain

Seseorang yang mudah terpengaruh oleh omongan orang lain, mungkin dapat dianggap kurang memiliki pendirian. Sebab, tidak memiliki alasan kuat memilih sesuatu hal, dan yang terpenting baginya adalah setia kawan.

Jika omongan orang lain memang terbukti benar dan positif, tentu saja itu hal yang baik. Namun, kalau teman-temanmu ingin berniat melakukan sesuatu hal yang buruk, tentu saja akan menjerumuskan ke dalam hal buruk.

3. Terlalu baik sama semua orang hingga tak sadar jika sedang dimanfaatkan

Memang ada saja orang memiliki prinsip hidup harus selalu baik kepada semua orang, hal ini pun mungkin menjadi prinsip yang kamu pegang selama ini. Kalau dipikir-pikir ini terdengar sangat mulia, hingga orang lain merasa bahagia mengenal sosok dirimu. Namun, tidak dipungkiri akan ada saja orang yang berniat memanfaatkanmu.

Karena kamu berperilaku baik kepada semua orang, membuat mereka yang berniat memanfaatkanmu akan selalu mencari celah untuk mempermainkanmu. Jika hal ini terus kamu biarkan, tentu dia terus dekat denganmu. Namun kalau kamu sedang dalam kesulitan, belum tentu mereka akan membantumu juga.

4. Mementingkan kuantitas daripada kualitas

Tentu saja kamu beranggapan bahwa memiliki teman banyak sangat menyenangkan. Sehingga, tidak heran kalau kamu saat ini terus berusaha mencari teman sebanyak-banyaknya. Namun sayangnya, kamu tak menghiraukan apakah mereka dapat layak kamu jadikan teman ataupun tidak.

Jika teman-temanmu berkualitas, tentu akan selalu suportif kepada satu sama lain. Namun jika tidak, akan menghiraukanmu begitu saja ketika sedang dalam kondisi sulit.

Itulah empat penyebab kamu selalu salah memilih lingkungan pertemanan. Selektif memilih teman memang perlu dilakukan, tujuannya untuk tidak menjerumuskanmu ke dalam pergaulan yang salah. Maka dari itu, jangan sampai salah memilih teman agar tidak menjadi penyesalan dikemudian hari.

Komentar