Berbagai distraksi yang senantiasa mewarnai kehidupan manusia pasti sedikit banyak berdampak pada keseharian. Banyak orang mencoba mengatasinya dengan ngobrol atau curhat kepada orang lain.
Tujuan utama curhat adalah untuk meringankan beban dan melapangkan perasaan, bukannya meminta untuk dibandingkan dengan masalah orang lain. Seringnya, ketika sedang curhat dengan orang lain, respon yang kita dapat pasti tidak jauh dari "lo mending, coba gue bla bla bla...".
Kemampuan mendengarkan sekarang ini cenderung kurang diperhatikan. Orang-orang malah saling berlomba membandingkan masalah yang dihadapi, seakan hanya mereka sendiri yang memiliki masalah terberat.
Berikut adalah beberapa tips agar kamu bisa menjadi seorang pendengar yang baik ketika seseorang menceritakan permasalahannya padamu:
1. Perhatikan dengan penuh
Jika kamu ingin menjadi seorang pendengar yang baik, kamu harus bisa memberikan perhatian penuh pada orang yang sedang berbicara padamu. Matikan ponsel dan kesampingkan urusan lain, fokus pada apa yang orang lain sampaikan.
Hal ini akan membuat lawan bicara merasa nyaman dan dihargai ketika bercerita kepada kita. Mereka juga akan menganggap kita sebagai lawan bicara dan pendengar yang baik serta penuh perhatian.
2. Hindari memotong kalimat
Ketika sedang asyik bercerita, usahakan untuk tidak menyela lawan bicara kamu terlebih dahulu. Biarkan mereka menyelesaikan perkataan mereka, agar perasaan mereka bisa tersampaikan secara penuh. Nantinya, ketika memang ingin mendapat tanggapan dari kita, lawan bicara akan mempersilakan kita untuk berbicara.
Memotong perkataan orang lain ketika sedang berbicara termasuk perilaku yang kurang sopan, apalagi jika yang berbicara adalah orang yang lebih tua atau orang yang kita hormati. Sebisa mungkin untuk tidak menyela perkataan mereka sebelum mereka selesai berbicara.
3. Hindari berperilaku menghakimi
Biasanya, ketika mencapai akhir cerita, lawan bicara akan meminta pendapat kita mengenai cerita atau permasalahannya. Kita pasti memiliki pendapat dan opini sendiri mengenai cerita orang lain. Usahakan untuk tidak langsung menilai atau mengambil kesimpulan hanya dari satu sisi. Berikan pendapat yang netral terlebih dahulu.
Jangan langsung menyetujui atau menentang cerita yang disampaikan oleh lawan bicara, karena kita baru mendengar kisah dari satu sisi. Tenangkan lawan bicara dengan kata-kata netral, jangan memperkeruh suasana atau membuat kesimpulan instan.
Itulah 3 tips yang bisa kamu terapkan agar menjadi seorang pendengar yang baik. Kehadiran seorang pendengar memegang peran yang cukup penting bagi orang lain. Dengan menjadi pendengar yang baik, kita tanpa sadar ikut meringankan beban orang lain.
Baca Juga
-
3 Buku Parenting Rekomendasi Nikita Willy, Sukses Didik Anak Tumbuh Optimal
-
Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan
-
Dapat Komentar Jahat soal Debut 'HyoRiSoo', Begini Reaksi Menohok Yuri SNSD
-
Haechan NCT Pamer Parfum Favorit dari Brand Lokal, Ini 7 Alternatif Lainnya
-
Skin Barrier Rusak? Perbaiki dengan 5 Pilihan Moisturizer Ini!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Bye Kusam dan Lelah di Siang Hari! 4 Spray Serum Vitamin C Bikin Glowing
-
Jerawat dan Bekasnya Hempas! 4 Serum Azeclair Alternatif Kulit Berjerawat
-
Ingin Glow Up? Ini 5 Body Lotion Bengkoang untuk Kulit Cerah dan Lembap
-
Tanpa Lip Filler! Ini 5 Pilihan Lip Plumper Korea untuk Bibir Lebih Penuh!
-
Honor Magic9 Pro Max Resmi Meluncur, Bawa Kamera ARRI dan Snapdragon Generasi Baru
Terkini
-
Pungutan Liar kepada UMKM Bukan Tradisi yang Harus Dimaklumi
-
Anggaran Habis, Program Mati: Ada yang Salah dengan Cara Pemerintah Bekerja
-
Review Film The Scout: Karakternya Menarik Kendati Emosinya Tertahan
-
The Impossible Heir: Ketika Ambisi Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri
-
Angkat Pengeboman Hiroshima, Shim Eun Kyung dan WOODZ Tolak Film Damako