Menjalani hubungan asmara dengan pasangan yang gila kerja memang cukup menantang. Sainganmu bukanlah wanita lain, melainkan pekerjaannya, dan hal ini yang kerap bikin hubungan jadi bubar karena kehilangan harapan kalau si dia bakal memprioritaskan jalinan.
Nah, sebaiknya kamu jangan putus harapan dulu kalau kebetulan dipertemukan dengan pasangan yang workaholic. Ada beberapa tips menyikapi pasangan yang gila kerja agar hubungan asmara bisa tetap berjalan dengan nyaman. Mari kita simak sama-sama!
1. Perbaiki mindset
Pola pikir keliru bisa membuatmu memandang sesuatu dengan negatif. Itu sebabnya diperlukan mindset yang benar ketika memiliki pasangan yang gila kerja.
Sebaiknya buang jauh-jauh harapan kalau kamu akan memiliki pasangan seperti teman-teman yang lain. Pemikiran seperti ini akan membuatmu gak bahagia, lho, karena jadinya selalu melihat ‘rumput tetangga’. Rumput sendiri yang sebenarnya di mata orang lain sudah hijau, tidak kamu pedulikan.
2. Hindari membanding-bandingkan
Kamu akan semakin menderita apabila terus membandingkan pasangan dengan yang lain. Cara pandang seperti ini membuatmu tak melihat dengan jelas berbagai kualitas positif dari pasangan yang gila kerja. Yang kamu lihat hanya sisi positifnya.
Padahal, punya pasangan workaholic ada keuntungannya, lho. Misalnya, dari segi materi kamu jadi gak perlu khawatir karena dia sudah mapan. Selain itu, dedikasinya yang tinggi terhadap pekerjaan menunjukkan dia sosok yang bertanggung jawab. Makanya, jangan dibanding-bandingkan, ya!
3. Komunikasikan
Sudah semestinya hubungan asmara mesti ada komitmen di dalamnya. Salah satu bentuk komitmen, yaitu kesediaan berkorban waktu demi pasangan dan hubungan.
Jika memang kamu merasa komitmennya di hubungan ini kurang, karena terlalu fokus dengan pekerjaan, maka komunikasikan. Buat dia mengerti untuk lebih menyeimbangkan antara karier dan hubungan. Dengan demikian, dia bisa sadar bahwa perilakunya yang terlalu mengutamakan pekerjaan sudah bikin hubungan jadi gak berjalan dengan seharusnya.
4. Sibukkan diri
Agar kamu gak terlalu menuntut pasangan selalu ada untukmu, padahal karakternya sendiri memang jila kerja. Maka, hal yang bisa kamu lakukan adalah menyibukkan diri.
Pertama, hal tersebut akan membantumu untuk tidak selalu memikirkan pasangan. Kedua, kamu jadi gak terlalu bergantung padanya, dan ini bisa memberi pesan bahwa waktumu pun berharga, sehingga ia bisa lebih baik lagi dalam membagi waktu antara cinta dan pekerjaan.
Coba lakukan langkah-langkah tadi agar hubungan asmaramu dengan pasangan gila kerja bisa berjalan dengan baik, ya!
Tag
Baca Juga
-
Netflix Hadirkan Dokumenter Baru: Sisi Rentan Elvis Presley Terungkap!
-
Dokumenter 'Madaniya': Cara Mohamed Subahi Suarakan Revolusi tanpa Senjata
-
Blossom in Darkness: Drama China Romantis Horor yang Dibintangi Li Hongyi dan Sun Zhenni
-
Kabar Gembira! Aktor Song Joong-ki Umumkan Kelahiran Putri Keduanya di Roma
-
16 Tahun Vakum, Oasis Umumkan Konser Perdana di Korea
Artikel Terkait
-
Pekerjaan Adam Suseno sebelum Menikahi Inul Daratista, Kini Dituding Cuma Andalkan Penghasilan Istri
-
Saatnya Resign setelah Lebaran?
-
Lisa Mariana Kerja Apa? Jengkel Dituduh Rela Bongkar Hubungan dengan RK demi Dapat Endorse
-
Bill Gates Prediksi Profesi Dokter dan Guru Bakal Hilang 10 Tahun Lagi
-
CEK FAKTA: Lowongan Kerja PT Ajinomoto Mendaftar via Tautan di TikTok
Lifestyle
-
4 Moisturizer dengan Cooling Effect, Segarkan Wajah di Cuaca Panas!
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
Terkini
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Bangkit dari Kematian, 4 Karakter Anime Ini Jadi Sosok yang Tak Tertandingi
-
Review Pulse: Series Medis Netflix yang Tegang, Seksi, dan Penuh Letupan
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"