Hei, Ladies. Apa perasaanmu pernah ditarik ulur oleh seorang laki-laki? Jika pernah, bagaimana perasaanmu? Tentunya, kamu akan merasa sakit hati, bukan? Di satu sisi, lelaki yang tengah dekat denganmu itu bersikap seolah dia benar-benar mencintai dan membutuhkanmu.
Tapi, di sisi yang lain, dia malah mencampakkan kehadiranmu, seolah dia tidak pernah membutuhkanmu dan kehadiranmu di hidupnya bagaikan parasit yang mengganggu. Dan, terus begitu, dia menarik ulur perasaanmu, membuatmu sulit menebak isi hatinya yang sesungguhnya.
Kamu ingin marah, tapi tidak bisa. Karena kamu terlanjur sangat mencintainya. Lama-kelamaan, dia malah semakin seenak hati bersikap kepadamu. Oleh karena itu, kamu harus sedikit lebih tegas dalam memperlakukannya.
Lakukan 3 hal ini ketika kamu merasa perasaanmu ditarik ulur oleh si dia.
1. Kurangi harapan
Lelaki yang benar-benar mencintaimu tidak akan membuatmu bingung dan sibuk menerka perasaannya. Sebaliknya, jika kamu dibuat bingung olehnya, itu artinya dia tidak benar-benar mencintaimu. Maka dari itu, ada baiknya, coba kurangi harapanmu akan dirinya.
Mungkin, itu sedikit sulit, apalagi jika kamu sudah terlalu dalam mencintainya. Tapi, tidak ada salahnya mencoba. Belum mencoba, belum tahu, kan?
2. Jangan terlalu memperlihatkan perasaanmu kepadanya
Seorang laki-laki akan menjadi semakin semena-mena terhadap kamu jika kamu terlihat begitu menginginkannya. Oleh karena itu, coba pendam rasamu. Cukup tunjukkan perasaanmu yang sewajarnya.
Jika kamu sudah terlanjur memperlihatkan perasaanmu kepadanya, coba kurangi kadarnya. Tunjukkan bahwa kamu tidak seingin itu untuk memilikinya.
3. Balas tarik ulur perasaannya
Bagaimana caranya mempermainkan perasaanmu? Hari ini bersikap begitu manis, dan besok berubah menjadi cuek? Hari ini membalas pesanmu begitu cepat dengan balasan yang panjang, besoknya berubah menjadi layaknya orang sibuk? Jangan mau kalah.
Lakukan trik yang sama untuk membalasnya. Ketika dia terlihat membutuhkannya, pura-pura menghilang. Niscaya, dia akan merasa sedikit aneh dan kehilangan akan sosokmu yang biasanya selalu ada untuknya.
Lakukan hal itu berkali-kali, sehingga dia berpikir bahwasanya mempermainkan hatimu adalah hal yang salah. Buat dia merasa bahwa bukan kamu yang begitu menginginkannya, melainkan dia. Bukannya mengajarkan untuk bersikap jahat dengan cara membalas, akan tetapi terkadang kita perlu memberikan pelajaran yang serupa agar kaum adam itu tidak bersikap seenaknya.
Itu adalah 3 hal yang bisa kamu lakukan ketika perasaan ditarik ulur oleh laki-laki. Ingatlah, Ladies. Jangan biarkah mahkotamu jatuh hanya karena mengemis cinta yang tidak benar-benar tulus untukmu.
Baca Juga
-
4 Hal yang Bikin Si Doi Ilfeel Banget sama Kamu, Yuk Hindari!
-
5 Ciri yang Menunjukkan Seseorang Memiliki Kepribadian Omega, Kamu Termasuk?
-
Pasangan Tidak Peka? Ini 4 Cara untuk Menghadapinya!
-
4 Gejala Batu Amandel, Salah Satunya Bau Mulut
-
5 Hal Penting tentang Ablutophobia, dari Definisi hingga Treatment
Artikel Terkait
-
6 Hal Kecil yang Diam-Diam Disukai Laki-laki yang Mencintaimu
-
4 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Bertemu Orang Tua Pacar, Sudah Siap?
-
Amanda Manopo Singgung Profesionalisme di Ikatan Cinta, Diduga Sindir Arya Saloka
-
4 Hal yang akan Kamu Rasakan Ketika Tidak Mau Introspeksi Diri
-
Ditinggal Orangtua Gathering ke Jogja, Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah
Lifestyle
-
4 Cleansing Balm Size 100-550 Gram, Bersihkan Makeup Waterproof tanpa Iritasi
-
Rekomendasi HP Vivo 1 Jutaan 2026, Ada RAM 8 GB dan Fitur IP65
-
4 HP RAM 12 GB di Bawah Rp3 Jutaan April 2026, Bisa Diandalkan untuk Gaming dan Multitasking
-
4 Gel Mask Calendula, Solusi Atasi Kemerahan dan Perih Akibat Cuaca Panas!
-
5 Padu Padan Outfit ala Gong Myung untuk Tampilan Day Out yang Lebih Fresh
Terkini
-
AI di Balik Lampu Merah: Solusi Cerdas atau Sekadar Jargon Estetik Penambal Macet?
-
Nasib Pekerja UMR: Kerja Keras untuk Bertahan Bukan Berkembang
-
Gaji Minimum, Beban Maksimum: Krisis Mental Health Para Pekerja UMR
-
Berkah Pion di Warung Kopi: Ketika Perang di Papan Hitam Putih Ternyata Bisa Lawan Pikun
-
Novel Pasta Kacang Merah: Menebus Luka Masa Lalu