Selama berinteraksi sosial kadang kala didapati berbagai perilaku merugikan orang lain. Ada yang dilakukan dengan sadar, ada pula yang memang gak sadar jika perbuatannya itu bikin orang lain sebal.
Ada pula perilaku yang sebenarnya toksik, karena merugikan orang lain tapi kerap dianggap wajar. Seperti apa perilaku yang dimaksud? Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan di bawah ini.
1. Membicarakan keburukan orang lain
Sejatinya, bergosip atau membicarakan keburukan orang lain itu perilaku buruk. Bahkan di agama pun bergosip termasuk dosa.
Namun, saat ini perilaku demikian sudah dianggap wajar. Kita bisa lihat dari menjamurnya berbagai akun gosip yang kerap mengumbar aib orang. Gak jarang informasi yang disampaikan sebenarnya gak benar atau fitnah. Kalau sudah begitu, biasanya tinggal minta maaf selesai.
2. Membandingkan nasib
Pernahkah saat kamu sedang curhat, dan tujuannya agar hati bisa lega, tapi dia malah berkata, “Ih, kamu masih mending, aku dong...”. Bagaimana perasaanmu? Sebal banget, kan?
Perilaku membandingkan nasib seperti ini sebenarnya sangat buruk, tapi nyatanya sangat sering ditemui dalam keseharian karena sudah dianggap wajar. Padahal, orang yang curhat sebenarnya berharap akan mendapat dukungan, bukan malah permasalahannya dianggap remeh.
3. Berkata kasar di media sosial
Di antara dampak buruk dari media sosial, adalah perilaku gak sopan yang kemudian ditunjukkan banyak masyarakat. Merasa terlindungi dibalik akun palsu, banyak orang yang dengan entengnya berkata-kata kasar, bahkan mem-bully.
Padahal, kalau sudah ketahuan, nangis-nangis minta maaf. Tapi, waktu belum diciduk aparat, sangarnya bukan main. Perilaku begini jangan dianggap wajar, ya.
4. Berharap orang bisa membalas telepon atau pesan dengan cepat
Ada pula perilaku buruk yang timbul setelah berkembangnya era digital. Berharap orang langsung membalas telepon atau pesan. Kalau enggak, langsung marah dan berprasangka buruk.
Pola pikir seperti ini sebaiknya jangan dipelihara, ya. Gak semua orang, lho, selalu nempel dengan HP. Orang yang sibuk malah akan berusaha menghindari HP supaya bisa konsentrasi kerja. Untuk itu, coba dilatih lagi sifat maklum dan sabarnya, ya.
Itu dia beberapa perilaku buruk yang kerap dianggap wajar. Gimana, ada yang sering kamu lakukan? Semoga tidak lagi, ya.
Baca Juga
-
Hottest Merapat! Lee Jun Ho 2PM Umumkan Tur Konser pada Januari 2025 Mendatang
-
Min Hee-jin Mantap Ambil Langkah Hukum Usau Tinggalkan ADOR
-
Sejarah Baru! ATEEZ Jadi K-Pop Artist Ketiga dengan Album No. 1 Billboard
-
Jeongnyeon: The Star Is Born, Puncaki Peringkat Drama Korea dan Aktor Terbaik
-
Nantikan! Ji Seung Hyun dan Jung Hye Sung Siap Menghibur di Film Aksi Komedi Baru
Artikel Terkait
-
Lebaran dan Media Sosial, Medium Silaturahmi di Era Digital
-
Lebih Mahal dari Xiaomi 15: Light Phone 3 Sajikan Fitur agar Orang Bisa Pensiun dari Media Sosial
-
Rincian Isi PP Tunas, Aturan Baru Prabowo untuk Batasi Anak Main Medsos
-
Tren Girl Canon Events: Sarana Refleksi Perjalanan Hidup Perempuan
-
Gempar Isu Perselingkuhan Ridwan Kamil, Pengacara Sebut Ada Upaya Pembunuhan Karakter
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?